JAKARTA, Indonesia – Anggota parlemen dari Partai Buruh, Sadiq Khan resmi dilantik menjadi Walikota London pada Sabtu pagi, 7 Mei waktu setempat. Upacara pelantikan dilakukan secara simbolis dengan menandatangani sumpahnya di Gereja Katedral Southwark dan dihadiri berbagai pejabat tinggi di London.
Dalam pidatonya, Walikota Muslim pertama yang dimiliki oleh London itu berharap agar bisa mengesampingkan berbagai perbedaan yang dimiliki oleh partai politik. Dia ingin semua warga London meraih kesempatan yang sama tidak hanya untuk bertahan hidup tetapi agar dapat berkembang.
“Saya sudah menyatakan dengan cukup jelas bahwa saya akan bekerja dengan siapa saja sepanjang itu demi kepentingan warga London,” ujar pria berusia 45 tahun itu kepada media seperti dikutip harian The Guardian.
Dia juga menantikan untuk bisa bekerja sama dengan Perdana Menteri David Cameron yang berasal dari Partai Konservatif. Usai resmi dilantik, Khan juga mengumumkan niatnya untuk mundur sebagai anggota parlemen dari daerah konstitusi Tooting, London selatan.
“Saya pikir apa yang Anda butuhkan sebagai seorang Walikota adalah Walikota yang mencurahkan waktunya pada posisi tersebut. Tidak ada pekerjaan lainnya,” kata Khan.
Sementara, alasannya bersedia dilantik di Gereja Katedral Southwark sebagai refleksi dari niatnya untuk bisa mewakili berbagai komunitas. Terlebih sebagai Walikota London.
Khan berhasil memenangkan pemilu di London usai meraih 44 persen suara. Dia berhasil mengalahkan seterunya dari Partai Konservatif, Zac Goldsmith 35 persen suara.
Publik banyak mengkritik kampanye yang dilakukan Goldsmith karena dinilai berisi tuduhan terhadap kepercayaan Khan sebagai seorang Muslim. Goldsmith berulang kali menyerang Khan sebagai seseorang yang memiliki agenda yang sama dengan kelompok Muslim ekstrimis. Walaupun hal itu dibantah Goldsmith.
Terpilihnya Khan menjadi simbol yang sangat penting bagi Inggris dan dunia internasional. Sebab, Khan memiliki latar belakang sebagai anak seorang imigran dari Pakistan dan bermukim di London pada tahun 1960an. Ayahnya diketahui bekerja sebagai sopir bus.
Khan kemudian belajar hukum dan menjadi seorang pengacara yang membela hak asasi manusia. Dia sempat terpilih sebagai anggota parlemen dari Partai Buruh pada tahun 2005 dari wilayah pemilihan Tooting. Baca juga fakta mengenai Sadiq Khan di sini. – Rappler.com
BACA JUGA:
- 5 desainer Muslim Indonesia akan tampil di London Fashion Week 2016
- Cerita lanjutan ‘Harry Potter dan The Cursed Child’ tampil di London, Juli 2016
- AS diskriminasi Muslim Inggris, PM Cameron diminta bertindak
There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.