JAKARTA, Indonesia — Pernyataan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang di salah satu acara stasiun televisi swasta membuat berang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Dalam acara Benang Merah bertajuk Harga Sebuah Perkara yang disiarkan di TVOne, pada Jumat, 6 Mei, Saut menyebut kader HMI yang sudah menjadi pejabat publik dekat dengan korupsi.
Sepanjang catatan, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, yang juga bekas kader HMI, divonis 8 tahun penjara oleh KPK pada 2014 setelah terbukti bersalah menerima Rp 2,21 miliar dari proyek Hambalang.
Para anggota HMI yang merasa tersinggung langsung menggelar sejumlah aksi di berbagai tempat, termasuk saat ini yang berlangsung di depan gedung KPK di Jakarta, Senin, 9 Mei.
Pantauan Rappler, massa yang berkumpul berjumlah ratusan orang. “Kami menuntut Saut Situmorang mundur dari jabatan Wakil Ketua KPK,” kata orator yang menggunakan pengeras suara.
Akibat unjuk rasa tersebut, satu ruas jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, tak bisa dilewati kendaraan. Massa sangat panas dan ricuh, bahkan sempat ada pelemparan batu yang melukai seorang polisi. Tak ketinggalan, mereka juga mencoret-coret gerbang serta tembok depan gedung KPK dengan tulisan “Pecat Saut”.
Polisi beberapa kali melontarkan gas air mata, bahkan sudah menyiapkan tameng untuk melindungi diri dari lemparan batu.
Melapor ke Mabes Polri
Pagi ini, beberapa anggota HMI juga mendatangi Markas Besar Kepolisian untuk melaporkan Saut.
“Saya kira ini bukan pernyataan biasa, tapi pernyataan over generalisasi yang harus ditindak oleh keluarga besar HMI,” kata Muhammad Fauzi, perwakilan PB HMI di Mabes Polri.
Fauzi mengatakan keluarga besar HMI sangat terluka dengan ucapan Saut.
“Saya kira ada okmum HMI yang melakukan tindak pidana korupsi, dan kita support KPK ketika ada yang korupsi. Tapi pernyataan Saut ini tak bisa dimaafkan begitu saja. Harus tetap diusut,” kata dia.
Kelompok ini pun berencana untuk melapor ke komite etik KPK supaya Saut diproses sesuai ketentuan yang ada. “Tak ada proses damai dalam urusan ini,” kata dia.
Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar mengatakan pihaknya akan memproses laporan ini. “Nanti dipelajari aspek hukumnya. Polri pada prinsipnya merespons semua laporan,” kata Boy.
Aksi di berbagai kota
HMI Kota Surabaya juga turun ke jalan untuk memprotes Saut. Lebih dari seratus orang kader pemuda HMI ikut solidaritas tersebut. Mereka berkumpul di depan Gedung Negara Grahadi di Surabaya.
Massa meminta Saut meminta maaf atas pernyataannya yang dinilai ceroboh, menyebut HMI melahirkan koruptor. “Kami bukan koruptor. Kami berharap Saut meminta maaf dan meralat pernyataanya,” kata Wildan, salah satu kader HMI saat berorasi.
Pernyataan Saut, ujarnya, sengaja untuk menyudutkan HMI di mata masyarakat. Padahal tidak semua kader HMI terlibat korupsi.
“Pernyataan Saut itu cenderung menyudutkan dan mencederai marwah HMI,” ujarnya.
Kekecewaan ratusan kader HMI kepada Saut itu juga diungkapkan dalam poster yang dibawa pendemo, di antaranya bertuliskan “Sekolahkan dulu mulutmu Saut”. Spanduk lainnya bertuliskan “HMI bukan Koruptor”.
Saut meminta maaf
Senin Siang, Saut mengadakan konferensi pers untuk mengklarifikasi pernyataannya tentang HMI. “Saya tidak bermaksud menyinggung HMI atau lembaga lain. Saya mohon maaf atas pernyataan saya tersebut,” kata Saut.
Sebelumnya, ia menjadikan alumni HMI sebagai contoh orang pintar yang jahat. Kader yang minimal pernah mengikuti Latihan Kader (LK), malah menjadi pejabat jahat dan korup.
“Saat itu, mereka orang-orang cerdas ketika mahasiswa, kalau di HMI minimal LK I, tetapi ketika menjadi pejabat mereka korup dan sangat jahat,” kata Saut saat itu.
Dalam waktu dekat, pimpinan KPK juga berencana untuk menemui jajaran pengurus PB HMI. Mereka hendak memberikan klarifikasi langsung ke PB HMI. Rencananya, pertemuan akan dilangsungkan kemarin. Namun, urung dilangsungkan karena beberapa pengurus sedang tidak di Jakarta.—Dengan laporan Martudji/Rappler.com
There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.