GORONTALO, Indonesia – Sungguh tega yang dilakukan oleh seorang remaja berinisial AF terhadap Ayah kandungnya sendiri, Nasir Mahmud. AF membunuh Nasir hanya karena hubungan kasihnya dengan OH tidak direstui.
Aksi pembunuhan terjadi pada Minggu dini hari, 8 Mei di kediaman Nasir di Jalan H. Agus Salim, Gorontalo. Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP S Bagus Santoso mengatakan berdasarkan keterangan para saksi, Nasir sempat menegur putrinya AF, karena sering pulang larut malam setelah jalan berdua dengan OH. Nasir memang sudah lama tak setuju jika putrinya yang berusia 17 tahun itu berpacaran dengan OH.
Merasa sakit hati dengan larangan Ayahnya, AF kemudian berencana untuk menghabisi nyawa Nasir. Hal itu diungkap AF kepada OH ketika tengah berkunjung ke rumahnya pada Sabtu, 7 Mei sekitar pukul 21:00 WITA.
Sesuai dengan perintah AF, OH diminta pulang dan kembali lagi pada pukul 02:00 dini hari untuk melakukan aksi pembunuhan di kamar tidur Nasir. Menjelang waktu yang disepakati, OH datang dengan berjalan kaki dari daerah Andalas ke kediaman Nasir.
“(Aksi pembunuhan itu) direncanakan. Sejak merencanakan aksi tersebut, keduanya terus berkomunikasi melalui telepon dan media sosial,” ujar Bagus.
Begitu tiba di kediaman Nasir, AF sudah menanti di dalam. Dia kemudian mengirim pesan kepada OH bahwa kunci rumah diletakan di ventilasi di samping pintu.
Usai berhasil masuk ke dalam rumah, OH bersembunyi di balik sofa. Begitu aba-aba diberikan oleh AF, OH masuk ke kamar Nasir.
Sempat terjadi keributan di antara mereka berdua mengenai siapa yang jadi eksekutor. Karena merasa tidak tega membunuh Ayahnya sendiri, AF meminta OH yang melakukan pembunuhan tersebut. Dia kemudian memegang pisau dapur yang diberikan AF.
“Miris sekali mendengar penuturan tentang aksi keji mereka berdua. Khususnya ketika AF memaksa OH untuk menjadi eksekutor,” tutur Bagus.
Saat berada di dalam kamar, AF langsung mengambil bantal dan membekap wajah Ayahnya. Kemudian, OH menikam leher Nasir hingga membuat pria berusia 60 tahun itu meronta dan berteriak. Nasir pun tak berdaya dan menghembuskan nafas terakhir.
Aksi pembunuhan itu tidak berjalan mulus, karena pisau yang dipegang OH juga melukai tangannya. Selain itu, suara teriakan Nasir sempat didengar oleh Bibi AF.
Merasa ada yang tidak beres, Bibi AF langsung meminta tolong ke tetangga dan dibantu menghubungi petugas polisi.
Sempat berpura-pura meninggal
Mengetahui Bibi AF memanggil polisi, AF dan OH berinisiatif untuk membuat alibi dengan berpura-pura meninggal. Tetapi, saat petugas kepolisian dari Polres Gorontalo tiba di rumah Nasir, aksi berpura-pura itu terbongkar. Kedua tersangka dinyatakan oleh polisi masih dalam keadaan hidup.
OH langsung digiring ke Mapolrestabes Gorontalo. Sementara, AF dibawa ke Rumah Sakit Bunda kota Gorontalo untuk diberikan perawatan di bagian tangan yang terluka akibat teriris pisau.
“Mereka memang sempat berpura-pura mati. Namun, langsung ketahuan oleh tim kepolisian,” ujar Bagus.
Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), tim kepolisian mengamankan barang bukti berupa 1 buah pisau dapur, 1 pakaian perempuan yg berlumur darah dan 1 celana pria yang berlumuran darah, sebuah bantal serta dua set telepon genggam yang digunakan kedua tersangka untuk berkomunikasi.
Kedua tersangka dikenai pasal berlapis yakni pasal 340 juncto pasal 358 juncto pasal 56 mengenai pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.
“Kami berharap masyarakat jangan memberikan pernyataan yang akan menghambat proses hukum yang sedang ditangani oleh Polres Gorontalo,” kata dia. – Rappler.com
BACA JUGA:
- Polisi sulit temukan pelaku pembunuhan anak gadis di dalam kardus
- Anak-anak saksi pembunuhan Salim Kancil jalani ‘trauma healing’
- 5 hal yang perlu kamu tahu mengenai pembunuhan dua petugas pajak
There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.