Apa isi miras oplosan yang menewaskan 13 orang di Yogyakarta?

Daru Waskita
Apa isi miras oplosan yang menewaskan 13 orang di Yogyakarta?
Pelaku mengaku tidak mencampur miras oplosannya dengan racun tikus

 YOGYAKARTA, Indonesia – Setelah diburu hampir satu minggu, Budianto atau Udik, peracik minuman keras yang menewaskan 13 orang di Bantul, Yogykarta akhir pekan lalu, berhasil ditangkap.

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan pada Jumat, 20 Mei, Udik, 48 tahun, warga Dusun Caben, Kabupaten Bantul, Yogyakarta ditangkap polisi di Solo, Jawa Tengah pada Rabu, 18 Mei.

“Penangkapan Udik berdasarkan pengembangan pengakuan  Ferianto, pejual miras yang mengambil dagangan dari Udik yang tinggal di Kasongan, Kasihan, Bantul,” kata Anggaito.

Polisi telah menetapkan Ferianto sebagai tersangka pada hari Senin, 16 Mei.

Lalu apa saja isi miras oplosan yang mematikan itu?

Menurut Udik, miras oplosannya hanya mengandung etanol, air mineral, dan pemanis buatan.

“Pelaku tidak mencampurkan obat nyamuk pada miras racikannya. Hanya saja sebelum dimasukkan ke dalam bekas botol air mineral, miras oplosannya disimpan di teko plastik sebelum dituangkan ke dalam botol,” kata Anggaito. 

Polisi telah mengirim sample miras oplosan Udik ke laboratorium untuk diteliti.

Khusus untuk miras oplosan yang mematikan akhir pekan lalu, Udik mencampur 40 botol etanol dengan 10 galon air minteral dan pemanis buatan.

 

“Setelah semua bahan tercampur selanjutnya dimasukkan dalam bekas botol air mineral yang siap jual,” Anggaito mengutip keterangan Udik kepada penyidik kepolisian.

Setelah ditangkap, polisi membawa pelaku ke rumahnya dan melakukan penggledahan. Polisi menemukan 11 botol miras oplosan yang diracik pelaku, pemanis buatan, tutup botol air mineral, dan teko plastik.

“Pelaku dijerat dengan pasal Pasal 204 KUHP, pasal 136 dan 137 UU Pangan. Bisa ditambah UU Kesehatan,’jelasnya. 

Anggaito mengatakan pihaknya masih terus melakukan pengembangan kasus ini apakah pelaku melakukan pengoplosan sendiri atau dibantu orang lain.

“Pelaku beralasan melakukan pengoplosan karena masalah ekonomi,” katanya. – Rappler.com 

BACA JUGA:

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.