Dua orang hilang, pendakian ke Semeru ditutup sementara

Dyah Ayu Pitaloka
Dua orang hilang, pendakian ke Semeru ditutup sementara

ANTARA FOTO

Pencarian difokuskan di Blank 75, atau jalur tengkorak

MALANG, Indonesia — Dua pendaki asal Cirebon dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Semeru pada Kamis, 19 Mei. 

Otoritas setempat menutup pendakian Semeru tanpa batas waktu yang ditentukan sejak hari ini, Minggu, 22 Mei, mengikuti hilangnya dua pendaki sejak tiga hari terakhir. 

Tim fokus mencari pendaki di Blank 75, atau yang sering disebut sebagai “zona tengkorak”.

Saat ini tim search-and-rescue (SAR) gabungan terus melakukan pencarian dan menambah 15 relawan baru per hari ini.

Kepala Balai Desa Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) John Kennedie mengatakan tim SAR gabungan mulai melakukan pencarian sejak 20 Mei setelah laporan masuk pada 19 Mei petang. 

Gelombang pencarian pertama tak membuahkan hasil, tim SAR segera mengirim tim advance pada Sabtu, 21 Mei, dengan hasil nihil. Hari ini, 15 personel SAR dikirim kembali untuk memaksimalkan pencarian. 

“Total ada 35 personil SAR gabungan di atas, kami berharap pendaki bisa ditemukan dalam keadaan selamat”, kata John.

Dua pendaki yang hilang adalah Supriyadi (26 tahun), warga blok 4 Tegal Lempuyangan Lor, Tegal Gubug, Cirebon; dan Zirli Gita Ayu Savitri (16), pelajar asal Desa Bojong Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. 

Mereka berangkat bersama empat pendaki lain, yang terdiri dari dua perempuan dan dua laki-laki, yang dimpimpin ketua rombongan Sukron. Tiga pendaki yang lain adalah Ahmad Khaerudin, Lindianasari, dan Rizatul Rizki. Mereka berangkat dari Ranupani pada Selasa, 17 Mei, dengan izin pos pendakian terakhir di Kalimati.  

Rombongan tiba dalam jumlah komplit di Ranukumbolo di hari yang sama dan bermalam untuk melanjutkan pendakian pada 18 Mei dari Ranu Kumbolo menuju Kalimati. Pada 19 Mei dini hari rombongan melanjutkan perjalanan menuju puncak Semeru, Mahameru.

Namun sampai di batas vegetasi terakhir, dua orang pendaki memutuskan turun ke pos Kalimati karena sakit, dan empat pendaki lain melanjutkan perjalanan. Pukul 08:00 pagi, pendaki tiba di Watughede dan beristirahat sejenak. Dua pendaki memutuskan tidak melanjutkan pendakian karena merasa sakit, sementara dua pendaki lain yaitu, Supriyadi dan Girli Zita Ayu, terus melanjutkan pendakian ke puncak Semeru.

Dua pendaki yang tinggal di Watugedhe kemudian menunggu Supriyadi dan Girli hingga pukul 14:00 WIB. Karena keduanya tak juga turun, mereka kemudian memutuskan turun ke Kalimati dan melaporkan kejadian itu pada Sukaryo, dari Relawan Sahabat Volunter Semeru (Saver).

Pencarian pun mulai dilakukan pada 20 Mei pagi dan berlanjut pengiriman tim advance pada 21 Mei dengan hasil nihil. Hari ini 15 personel SAR tambahan diberangkatkan untuk mengoptimalkan pencarian.

Sementara pendakian Gunung Semeru ditutup sementara sejak Minggu, 22 Mei. Keputusan untuk menutup pendakian Gunung Semeru berasal dari diskusi tim terpadu pada Sabtu pukul 20:00. Pemberangkatan pendakian dilakukan setiap hari dari pukul 06:00 WIB hingga pukul 17:00 WIB.

Pencarian fokus di jalur Blank 75

Tim disebar di seluruh bagian lereng Semeru. Salah satu fokus pencarian dilakukan di titik Blank 75. Kawasan pendakian yang berada di antara Arcopodo dan Cemoro Tunggal. 

Lereng tersebut juga dikenal dengan nama jalur tengkorak karena banyak pendaki yang tersesat dan ditemukan di daerah ini. Kawasan dengan banyak jurang dengan kontur curam, salah satunya tebing dengan kecuraman mencapai 75 meter.

Pendaki sering mengalami disorientasi arah ketika turun dari puncak Semeru, akibat jalur yang berkelok dengan banyak persimpangan. Pendaki tak paham medan dan tak berbekal kompas dan peta akan mudah tersesat semakin jauh dari jalur pendakian jika salah memilih kelokan. 

Saat ini TNBTS memperkirakan terdapat sekitar 100 pendaki yang masih berada di lereng Semeru. Mereka adalah pendaki yang berangkat sejak 19 Mei hingga 21 Mei dan diminta untuk segera turun. Sekitar 500 pendaki pun batal naik karena penutupan jalur pendakian.

“Hari Minggu ada sekitar 500 pendaki yang batal naik. Mungkin kecewa, tetapi ini demi keselamatan pendaki juga. Kami juga menjalankan SAR terbuka, untuk mengoptimalkan pencarian”, kata John. —Rappler.com

BACA JUGA:

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.