JAKARTA, Indonesia— Akhirnya, pelatih asal Belanda Louis van Gaal betul-betul dipecat dari kursi manajer Manchester United pada Senin, 23 Mei kemarin.
Isu pemecatan Louis van Gaal sudah cukup santer terdengar sejak pertengahan musim 2015/2016, saat Setan Merah terus mengalami kesulitan menghadapi lawan-lawan yang di atas kertas tidak terlalu sulit untuk dikalahkan.
Louis van Gaal bukanlah pelatih ecek-ecek. Kariernya sebagai pelatih dimulai di Ajax Amsterdam pada tahun 1991. Ia berhasil meraih berbagai gelar, mulai dari juara La Liga bersama Barcelona, juara Bundesliga bersama Bayern Munich, bahkan ia sempat membawa Ajax Amsterdam memenangkan gelar UEFA Champions League.

Namun entah mengapa, kehadirannya di Old Trafford tidak berhasil membawa Manchester United keluar dari keterpurukan.
Puncak kekecewaan para pendukung terjadi saat Manchester United dikalahkan West Ham pada 10 Mei lalu, dan kehilangan kesempatan menyalip Manchester City demi sebuah tiket menuju Liga Champions musim depan.
Yel #LVGOUT seakan-akan terus menggema, baik di media sosial maupun di stadion, seiring dengan hasil pertandingan yang kurang memuaskan.
Namun dibalik itu semua, mantan pelatih tim nasional Belanda ini tetap patut diapresiasi. Bahkan tagar #ThankYouLVG sempat menjadi trending topic pada Selasa, 24 Mei, satu hari setelah ia resmi dipecat.
Apa saja yang membuat MU harus berterima kasih pada LvG?
Pasukan pemain muda dari akademi MU
Louis van Gaal berhasil meneruskan tradisi klub dalam menelurkan potensi-potensi baru. Selama dua tahun, LvG tercatat memberikan kesempatan bermain bagi para pemain muda, sebagian di antaranya berasal dari akademi MU.
Salah satunya adalah Marcus Rashford, yang berhasil menunjukkan kemampuannya saat menggantikan Anthony Martial yang cedera dalam pertandingan melawan Midtjylland, 25 Februari lalu. Tak tanggung-tanggung, dalam partai debutnya, Rashford langsung berhasil mencetak dua gol sekaligus menjadi man of the match.
Gol tersebut membuat Rashford memecahkan rekor legenda MU George Best sebagai pemain termuda yang berhasil mencetak gol untuk MU di kompetisi Eropa.
Pembelian penyerang muda dari Monaco, Anthony Martial, juga patut diapresiasi. Martial langsung memulai debutnya dengan satu gol saat melawan Liverpool pada 12 September lalu. Kini, ia adalah salah satu aset terpenting dari skuad Setan Merah, yang tidak mungkin dimiliki MU jika bukan karena campur tangan LvG.
Untuk jasanya memberikan kesempatan bagi para pemain belia, MU harus berterima kasih pada Louis van Gaal.
Mengalahkan Liverpool
Liverpool akan selalu menjadi rival terbesar Setan Merah. Dan kemenangan atas klub pesisir tersebut tentu menjadi kesenangan tersendiri bagi para suporter.
Louis van Gaal berhasil membawa skuad MU memenangkan pertarungan melawan Liverpool di Liga Primer selama dua tahun kepemimpinannya.
Meskipun sempat kalah satu kali saat melawan Liverpool dalam babak 16 besar Liga Europa, empat buah kemenangan atas Liverpool, yang dua di antaranya dihadapan publik Anfield, sangat perlu diapresiasi.
Mempertahankan De Gea
Perpindahan kiper asal Spanyol David De Gea ke Real Madrid terus menggemar dalam bursa transfer musim panas tahun 2015 lalu.
Di masa-masa sulit seperti sekarang, sosok kiper sekaliber De Gea sangat diperlukan oleh tim. Kepindahannya pasti akan sangat mempengaruhi prestasi klub pada musim ini.
Performa spektakuler dari De Gea yang sempat cleansheet dalam 14 pertandingan di Liga Primer musim 2015/2016 ini merupakan salah satu alasan mengapa Manchester United masih dapat bertahan hingga finish di tempat kelima.
Bayangkan saja, dengan produktivitas Setan Merah yang sangat minim (49 gol dari 38 pertandingan), De Gea dan lini belakang MU berhasil menjadi salah satu yang terkuat di Liga Primer musim ini (hanya kemasukan 35 gol, sama dengan Tottenham Hotspur).
Jika saja De Gea tidak bertahan di MU, mungkin nasib MU akan seperti Chelsea (oops :p) yang hanya berhasil menyelesaikan musim di posisi sepuluh.
Ya, MU harus berterima kasih ke Louis van Gaal yang telah berhasil mempertahankan David De Gea di skuad.
Piala FA pertama sejak 12 tahun
Louis van Gaal tidak pergi dengan tangan hampa. Di pertandingan terakhirnya bersama Rooney dan kawan-kawan, ia berhasil membawa pulang tropi Piala FA pertama MU ke Old Trafford dalam 12 tahun terakhir.
Ini merupakan gelar besar pertama yang diraih skuad Manchester United selepas kepergian sang pelatih legendaris Sir Alex Ferguson pada musim 2013 lalu.
Tentu tidak adil jika MU tidak berterima kasih pada LvG yang telah memberikan hadiah manis di penghujung kariernya bersama Setan Merah.
Momen menghibur di pinggir lapangan
Hal ini memang tidak berkaitan dengan permainan para pemain MU, namun melihat tingkah Louis van Gaal di pinggir lapangan, terkadang dapat menjadi hiburan tersendiri bagi para suporter (dan non-suporter).
Masih ingat kejadian di bawah ini?
Ya, LvG bertingkah seperti anak kecil yang tidak diberikan permen. Menjatuhkan dirinya ke tanah, dan mengungkapkan rasa kesalnya, saat memprotes aksi diving Alexis Sanchez yang terjadi dalam pertandingan melawan Arsenal pada 28 Februari lalu, yang berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Setan Merah.
Kejadian tersebut lumayan bisa memberikan sedikit senyuman di hari-hari yang suram, kan? 🙂
Oleh karena itu, meskipun prestasi MU belum sesuai dengan harapan, terima kasih tetap harus diberikan kepada Louis van Gaal untuk seluruh jasa-jasa dan momen berharga selama dua tahun belakangan.
Apakah pengganti LvG akan lebih baik? Kita tunggu saja. —Rappler.com
BACA JUGA:
- Mampukah Jose Mourinho mengembalikan mimpi Manchester United?
- Louis van Gaal resmi dipecat dari kursi manajer Manchester United
- Pekerjaan paling sulit di dunia: Menggantikan Sir Alex Ferguson
There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.