Membandingkan kinerja Dejan Antonic dan Djadjang Nurdjaman

Mahmud Alexander
Membandingkan kinerja Dejan Antonic dan Djadjang Nurdjaman
Suara sumbang dan desakan dari Bobotoh untuk mengganti Dejan Antonic mengalir deras di media sosial. Bagaimana sikap manajemen Maung Bandung?

JAKARTA, Indonesia – Sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Rappler pada Minggu, 29 Mei. Isinya adalah jawaban terkait ‎nasib Dejan Antonic. Sang manajer, Umuh Muchtar, menegaskan sampai saat ini, Dejan masih menjadi pelath Persib.

“Siapa bilang, Dejan masih tetap pelatih Persib,” katanya.

Meski demikian, Umuh memastikan bahwa kelanjutan kerja sama Maung Bandung dengan pelatih asal Serbia tersebut baru ditegaskan pada pekan depan.

Lelaki 67 tahun itu menyebutkan bahwa dirinya tak bisa mengambil keputusan sendiri terkait nasib Dejan.

Untuk urusan pelatih, Umuh memang harus merapatkannya dengan para petinggi PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) sebagai Pengelola Persib.

Rencananya, pertemuan tersebut digelar pada pekan depan. “Pokoknya minggu depan ada pembicaraan dengan manajemen,” tegas Umuh.

Terkait dorongan para Bobotoh yang begitu kuat untuk melengserkan Dejan, Umuh tak mau banyak berkomentar. Dia memastikan bahwa apapun kritik dan desakan dari Bobotoh, intinya juga demi kemajuan Persib.

“Saya tidak marah dengan Bobotoh. Karena mereka yang memiliki Persib, wajar kalau memberikan masukan,” ungkapnya. 

Kinerja Dejan belum terlalu buruk

‎Meski Dejan mendapat desakan untuk dipecat atau mundur dari jabatannya, sejatinya catatan Dejan tak terlalu buruk. Sebab, dalam lima laga di Indonesia Soccer Championship (ISC) A, Persib masih tak terkalahkan.

Membandingkan dan melihat catatan Maung Bandung di kompetisi sebelumnya, hasil yang mereka kumpulkan juga tak sepenuhnya buruk.

Tapi, dalam hal koleksi poin, Persib memang mengalami kemunduran dibanding ISL 2014 di mana mereka menjadi juara. Di lima laga awal ISC A 2016, Persib tercatat meraih ‎empat kali hasil imbang dan sekali menang.

Poin tujuh ini masih jauh dari capaian Persib di lima laga awal ISL 2014. Saat itu, Atep Rizal dkk sukses mencatatkan 10 poin, hasil tiga kali menang, sekali imbang dan sekali kalah. 

Raihan poin di era Djadjang memang lebih banyak. Sebab, mereka bisa meraih tiga kali kemenangan di lima laga awal. Koleksi poin era Dejan Antonic belum berselisih terlalu jauh karena belum ada kekalahan bagi Persib.

Meskipun begitu, era Djadjang juga punya cela. Mereka mengalami kekalahan dari Semen Padang 1-2 justru di pekan kelima. Lebih buruk lagi, kekalahan tersebut mereka derita di kandang.

Sebaliknya, bersama Dejan Antonic, Persib belum pernah sekalipun kalah. 

Dalam hal koleksi poin, Dejan memang kalah. Tapi dalam hal hasil pertandingan, Dejan masih lebih mampu menjaga kehormatan Persib karena tak terkalahkan di lima laga awal. 

Perbandingan lima laga awal Persib

Hasil ISL 2014

Persib vs Sriwijaya FC 1-0

Persib vs Persita Tangerang 2-1

Persijap Jepara vs Persib 1-1

Persik Kediri vs Persib 0-3

Persib vs Semen Padang 1-2

Poin : 10

Hasil ISC A 2016

Persib vs Sriwijaya FC. 1-1

PBFC vs Persib 0-0

Persib vs Bali United 2-0

Persiba vs Persib 1-1

Persib vs Madura United 0-0

‎Poin: 7.—Rappler.com

BACA JUGA:

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.