‎Masjid pertama yang dibangun Raden Rahmad di Surabaya

Martudji
‎Masjid pertama yang dibangun Raden Rahmad di Surabaya
'Senang bisa menunggu bedug Magrib di Masjid Rahmad. Tempatnya enak dan adem'

 

SURABAYA, Indonesia – Masjid Rahmad yang terletak di Jalan Kembang Kuning, Surabaya, Jawa Timur adalah salah satu masjid bersejarah di Indonesia.

Pada hari puasa kedua ini, puluhan orang tampak beristirahat setelah sebelumnya melaksanakan sholat Dhuhur berjamaah. Ada yang duduk berzikir dan banyak juga yang membaca Al-Quran. 

“Iya, Ngabuburit di sini (Masjid Rahmad) enak. Senang bisa menunggu bedug Magrib. Ini kan masjidnya Sunan Ampel, yang membangun Sunan Ampel. Tempatnya enak adem,” kata Dian, pemuda asal Surabaya pada Selasa, 7 Juni. 

Usai sholat Ashar, sejumlah lelaki mengikuti pengajian kecil yang dipimpin KH Ali Mujahit. Sejumlah ayat dibacakan, dilanjutkan dengan mengupas kajian yang terkandung di dalam ayat-ayat yang dibacakan.

Nama Masjid Rahmad diambil dari kisah perjalanan Raden Rahmad saat pertama masuk Surabaya. Dikisahkan, selama dalam perjalanan Raden Rahmad mendirikan tempat ibadah yang tidak sebesar dan sebagus sekarang. Saat itu sekitar tahun 1401-1481 Masehi.

Konon Raden Rahmad tiba di Surabaya atau tepatnya di sekitar Kembang Kuning untuk mengemban amanat yang ditugaskan kepada dirinya, menemui Raja Majapahit‎ setelah sebelumnya utusan Majapahit mengunjungi Raja Campa. Singkat cerita, Raja Campa mengirim cucunya Rahmad ke Tanah Jawa. 

Sebelum sampai di Ampel Denta, ‎rombongan melalui Desa Krian, kemudian berjalan ke Wonokromo, dan akhirnya tiba di Kembang Kuning. Sepanjang perjalanan, Raden Rahmad terus melakukan syiar ajaran Islam. 

Salah satunya membuat kipas dari anyaman sejumlah dedaunan. Kipas-kipas dedaunan itu diberikan gratis kepada semua orang yang ditemui, saat melintas sepanjang jalan pedesaan.‎ Penduduk yang menerima hanya memberikan imbalan membaca dua kalimat syahadat. 

Mereka yang menerima kipas tersebut sangat gembira karena kipas tersebut memiliki kelebihan, yaitu bisa menyembuhkan batuk dan demam.

Seiring dengan itu, nama Raden Rahmad semakin dikenal. Seiring dengan itu pula, lelaki tersebut dengan ‎tanpa hambatan menyiarkan Islam di wilayah Kembang Kuning. Tentu wilayah tersebut tidak seperti saat ini, di jaman itu masih berupa rawa-rawa dan hutan. 

Dengan karomah yang dimiliki, Raden Rahmad mengajak warga membuka hutan, mendirikan bangunan untuk beribadah sholat, disebut surau atau langgar. 

Dan, kemudian seiring dengan perjalanan waktu, langgar tersebut berubah menjadi masjid, namanya Masjid Rahmad, karena terletak di wilayah Kembang Kuning, diberinama Masjid Kembang Kuning.‎ Dan menjadi daerah untuk syiar Islam ke seluruh wilayah Surabaya. 

Dalam kisahnya, untuk pengembangan Islam, Raden Rahmad kemudian dibantu oleh dua orang tokoh setempat yakni Ki Bang Kuning dan Wiryo Sarojo, mereka kemudian membesarkan Islam kepada warga di tempat tersebut. – Rappler.com

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.