Warga panik saat gempa bumi 6,6 SR guncang kota Ternate

Rappler.com
Warga panik saat gempa bumi 6,6 SR guncang kota Ternate
Gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami tetapi 4 rumah mengalami kerusakan berat dan 1 bangunan gereja yang rusak ringan.

JAKARTA, Indonesia – Gempa bumi dengan kekuatan 6,6 skala richter mengguncang kota Ternate pada Rabu dini hari, 8 Juni sekitar pukul 02:15. Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Titik kedalaman hiposenter terletak pada 58 kilometer pada jarak 126 kilometer barat laut kota Ternate atau 131 kilometer kota Bitung. Sumber gempa berasal dari pertemuan lempeng Filipina dari arah timur dan lempeng Eurasia dari arah barat. Akibatnya terjadi pergeseran naik.

“Masyarakat di sekitar pusat gempa yang merasakan guncangan yang cukup keras seperti di kota Ternate, Bitung, Manado dan Halmahera Barat selama 5-10 detik. Mereka panik dan berhamburan keluar rumah ketika tengah menyantap sahur,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, melalui keterangan tertulis yang diterima Rappler pada Rabu, 8 Juni.

Sementara, warga di Tondano dan Tomohon, Sulawesi Utara merasakan guncangan sedang. Sutopo mengatakan hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. Tetapi, berdasarkan info dari Camat di kota Ternate, terdapat 3 rumah yang mengalami kerusakan berat di Kelurahan Mayau, kemudian di Kelurahan Kelewi 1 rumah rusak berat dan 1 bangunan gereja di Tifure rusak ringan.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah masih melakukan pemantauan terhadap dampak gempa,” tutur dia.

Dampak gempa, ujar Sutopo tidak akan merusak secara luas. Dari hasil analisis peta guncangan, dampak gempa bumi menimbulkan guncangan pada skala intensitas di Ternate III – IV MMI (II SIG BMKG), di Halmahera Barat III – IV MMI (II SIG BMKG), di Kota Bitung III-IV MMI (II SIG BMKG), Kota Manado III – IV MMI ( II SIG BMKG), Tondano II-III MMI (II SIG BMKG), dan Tomohon Sulawesi Utara II MMI (I SIG BMKG). Artinya hanya tingkat sedang.

Umumnya, gempa dengan kekuatan lebih dari VI MMI menyebabkan kerusakan bangunan.

“BMKG melaporkan hingga pukul 06:00 WIB telah terjadi dua kali gempa susulan dengan kekuatan magnitude 4,3 skala richter,” kata dia.

Oleh sebab itu, BPBD meminta agar masyarakat tetap waspada. Menurut Sutopo, warga menjadi korban gempa bukan karena getarannya tetapi karena bangunan yang belum dibangun tahan gempa dan menimpa penghuninya.

“Pedoman rumah tahan gempa dan peta rawan gempa belum banyak dijadikan acuan dalam pembangunan perumahan. Tukang bangunan juga banyak yang belum paham mengenai konstruksi rumah tahan gempa,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Sutopo mengajak masyarakat untuk mengimplementasikan bersama pengetahuan gempa menjadi sikap dan perilaku warga sehari-hari. – Rappler.com

BACA JUGA:

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.