Tim dayung Indonesia siap berkompetisi melawan atlet Eropa di Olimpiade Rio

Rappler.com
Tim dayung Indonesia siap berkompetisi melawan atlet Eropa di Olimpiade Rio
Pelatih van Opstal mengatakan dayung boleh merupakan olahraga orang Eropa tetapi dia yakin tim Indonesia mampu bersaing dengan para kompetitornya

JAKARTA, Indonesia – Tim dayung Indonesia siap berkompetisi untuk melawan atlet dari Eropa dalam ajang Olimpiade Rio yang digelar pada 6-13 Agustus. Bahkan, mereka berjanji akan memberikan perlawanan sengit dan tidak akan membiarkan atlet dayung Eropa melaju dengan mudah.

Indonesia mengirimkan dua atlet di cabang olah raga dayung dalam ajang Olimpiade yakni La Memo dan Dew Yuliawati. Didampingi pelatih Boudewijn van Opstal dan Muhamad Hadris, kedua atlet tiba di Rio pada Sabtu malam, 30 Juli.

Sebelum menjejakkan kaki di Rio, tim dayung Indonesia berlatih di Amsterdam, Belanda selama 10 hari. Tujuannya untuk finalisasi persiapan untuk bertanding di Olimpiade Rio.

Menurut pelatih van Opstal Memo dan Dewi mengalami kemajuan yang luar biasa. Semua sesi dijalani dengan latihan yang baik.

“Mereka berdua dalam kondisi yang baik. Saya yakin keduanya akan bisa berlomba dengan baik di sini. Kami memiliki waktu kira-kira satu minggu sebelum pertandingan untuk menenangkan pikiran dan mematangkan persiapan. Pada 6 Agustus nanti, kami siap bertanding,” ujar sang pelatih asal Belanda itu dalam keterangan tertulis pada Senin, 1 Agustus.

Sehari setelah mendarat di Rio, tim dayung kembali berlatih. Tugas pertama mereka memerlukan ketelitian tinggi, yakni melakukan setting perahu dan dayung. Sesi latihan itu turut disaksikan oleh Ketua Delegasi Indonesia untuk Olimpiade Rio 2016, Raja Sapta Oktohari.

Memo dan Dewi mewakili Indonesia di Olimpiade Rio setelah lolos babak kualifikasi Asia-Oceania di Chungju, Korea Selatan pada April 2016. Namun, Olimpiade adalah kompetisi olah raga yang lebih ketat daripada babak kualifikasi tersebut.

Kendati begitu, pelatih van Opstal yakin Memo dan Dewi bisa bersaing dengan kompetitor dari negara lain.

“Dayung boleh dibilang olahraga orang Eropa dan sangat jarang orang Asia yang mampu menyamai tingkat para pendayung Eropa, meski kami melihat peningkatan yang pesat (dari Memo dan Dewi). Saya kira mereka akan bersaing dengan kompetitor dari Asia, Afrika dan Amerika Selatan,” ujar van Opstal.

Sebagai pelatih, van Opstal tentu berharap mereka bisa memberikan perlawanan pada pendayung Eropa.

“Kami akan berusaha mengalahkan mereka,” kata van Opstal lagi. – Rappler.com

Baca laporanRappler mengenai kontingen Indonesia di Olimpiade Rio:

 

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.