4 Olimpiade paling bersejarah bagi Indonesia

Rappler.com
4 Olimpiade paling bersejarah bagi Indonesia
Akankah Indonesia menorehkan sejarah baru di Olimpiade tahun ini?

JAKARTA, Indonesia — Indonesia akan kembali berpartisipasi di ajang Olimpiade tahun ini. Bertempat di Rio de Janeiro, Brasil, 28 atlet akan berjuang untuk mengibarkan bendera Merah Putih di hadapan masyarakat dunia.

Sebelum di Brasil, Indonesia terus berpartisipasi dalam Olimpiade sebelumnya sejak 1952, namun sempat dua kali tidak ikut.

Pada Olimpiade Tokyo 1964, Indonesia tidak berpartisipasi karena mendapatkan skorsing. Dua tahun sebelumnya, yakni pada 1962, Indonesia membuat acara serupa, Games of New Emerging Force (GANEFO) pada era Presiden Soekarno.

Sementara pada Olimpiade Moskow 1980, Indonesia memboikot Olimpiade sehubungan dengan adanya perang antara Uni Soviet dengan Afganistan. Tak hanya Indonesia, Amerika Serikat juga tidak mengirimkan kontingennya dalam Olimpiade ini.

Dari 15 Olimpiade yang diikuti Indonesia, momen-momen penting apa saja yang telah tercatat dalam sejarah? Berikut 4 di antaranya:

Kontingen Olimpiade Indonesia tahun 1956. Foto dari Wikicommons.

Olimpiade Helsinki 1952: Indonesia pertama kali ikut Olimpiade

Untuk pertama kalinya, Indonesia berpartisipasi di turnamen olahraga terbesar di dunia ini. Bertempat di Helnsinki, Finlandia, Indonesia mengirimkan 3 orang atlet yang berasal dari cabang atletik, renang, dan angkat besi.

Olimpiade Helsinki diikuti oleh 4.925 atlet dari 69 negara peserta. Tahun ini merupakan batu loncatan bagi olahraga Indonesia untuk setidaknya bisa berpartisipasi di dunia internasional.

Olimpiade Seoul 1988: Tim panahan Indonesia raih medali pertama

Setelah tujuh Olimpiade tanpa medali, akhirnya, untuk pertama kalinya, Indonesia meraih medali di Olimpiade Seoul, Korea Selatan, pada 1988.

Medali perak tersebut diraih oleh 3 atlet putri dari cabang olahraga panahan nomor beregu, Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman, dan Kusuma Wardhani.

Mulai saat itu, Indonesia selalu membawa pulang medali dalam setiap partisipasi di Olimpiade.

Kisah perjuangan ketiga atlet panahan putri Indonesia tersebut kini telah masuk ke layar lebar dalam film 3 Srikandi yang dibintangi oleh Bunga Citra Lestari, Tara Basro, dan Chelsea Islan, dan dirilis pada Juli 2016, hanya beberapa pekan sebelum Olimpiade Rio 2016 digelar.

Olimpiade Barcelona 1992: Medali emas pertama

Empat tahun setelah medali pertama diraih, Indonesia akhirnya berhasil meraih medali emas.

Penghargaan tertinggi tersebut diraih oleh cabang olahraga bulu tangkis yang saat itu memiliki pemain-pemain terbaiknya.

Dari cabang olahraga bulu tangkis, Indonesia membawa pulang 2 medali emas, 2 medali perak, dan satu medali perunggu.

Alan Budikusuma memberikan emas bagi Indonesia setelah mengalahkan pebulu tangkis Indonesia lainnya, Ardy Wiranata, di babak final nomor tunggal putra.

Sementara pebulu tangkis putri yang kini menjadi istrinya, Susi Susanti, juga berhasil memboyong emas.

Sementara satu perak lainnya diberikan oleh pasangan ganda putra Eddy Hartono/Rudy Gunawan, dan perunggu diperoleh dari atlet nomor tunggal putra Hermawan Susanto.

Olimpiade Sydney 2000: Medali pertama untuk cabang olahraga angkat besi

Penyelenggaraan Olimpiade Sydney 2000 menjadi puncak dari kesuksesan olahraga angkat besi Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia berhasil membawa pulang medali untuk cabang olahraga tersebut.

Kontingen Indonesia berbaris saat pawai pembukaan Olimpiade Sydney 2000. Foto oleh William West/AFP

Adalah 3 orang atlet putri di cabang angkat besi yang berhasil mengharumkan nama bangsa.

Raema Lisa Rumbewas berhasil mendapatkan medali perak untuk nomor 48 kilogram. Sementara Sri Indriyani dan Winarni Binti Slamet berhasil mendapatkan medali perunggu masing-masing untuk nomor 48 kilogram dan 53 kilogram.

Tahun 2000 juga merupakan Olimpiade tersukses bagi Indonesia jika dilihat dari total medali yang berhasil dibawa pulang. Selain tiga dari angkat besi, Indonesia juga meraih 3 medali lainnya dari bulu tangkis.

Indonesia berhasil mendapatkan medali emas di nomor ganda putra bulu tangkis dari Tony Gunawan/Chandra Wijaya. Sementara dua medali perak diperoleh pasangan ganda campuran Tri Kusharjanto/Minarti Timur serta atlet tunggal putra Hendrawan.

Sejarah apa yang akan dicetak oleh Indonesia tahun ini? —Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.