Philippine economy

Portugal vs Argentina: Melawan drama dan rasa putus asa

Agung Putu Iskandar
Portugal vs Argentina: Melawan drama dan rasa putus asa
Sebaliknya, Portugal justru berada dalam kondisi mental terbaik setelah menjuarai Euro 2016.

 

JAKARTA, Indonesia – Copa America Centenario 2016 sudah berakhir lebih dari sebulan lalu. Tapi, drama yang terjadi di final ajang tim-tim di benua Amerika tersebut masih terasa akibatnya hingga sekarang.

Kekalahan Argentina atas Chile membuat Lionel Messi mundur dari tim berjuluk Albiceleste tersebut. Dan akibat yang ditimbulkan dari mundurnya superstar Barcelona tersebut masih terasa hingga sekarang.

Sang pelatih, Gerardo Martino, juga menyatakan mundur dari timnas. Meski posisinya sudah diganti Edgardo Bauza, tim nasional Argentina kini mengalami rasa putus asa yang begitu dalam.

Jika Messi yang pemain kelas dunia saja sudah patah arang, apa yang bisa dilakukan para pemain muda yang levelnya jauh di bawah dia?

Situasi itu diperburuk dengan klub-klub lokal Argentina sempat menyatakan enggan melepas pemain ke timnas. Alasannya, para pemain yang pulang dari membela negara selalu tampil buruk. Itu belum termasuk cedera yang membuat mereka tak bisa dimainkan.

Situasi semakin sulit bagi Argentina karena sang pelatih, Julio “el Vasco” Olarticoechea, dipilih dalam kondisi tidak ideal. Dia menjadi pilihan dadakan PSSI-nya Argentina (AFA) untuk menukangi tim Olimpiade.

Meskipun begitu, bukan berarti mereka tanpa harapan. Dalam line up mereka, beban ketiadaan Messi akan diisi Angel Correa. Saat ini, striker mungil yang bermain untuk Atletico Madrid tersebut adalah andalan dalam mencetak gol.

Correa adalah penyerang serba bisa. Dia memiliki kecepatan dan kemampuan mengumpan yang sama baik. Dia bisa bermain sebagai penyerang tengah maupun penyerang sayap.

Melawan Portugal di Estadio Nilton Santos di Rio de Janeiro, Jumat 5 Agustus, pukul 04:00 WIB, Correa bakal menjadi andalan Olarticoechea.

Portugal siap ulang kesuksesan tim senior

Di tengah kondisi mental yang serba tak pasti itu, tim Tango tersebut harus berhadapan dengan Portugal, salah satu tim kuat di grup D. Tim muda Portugal tersebut jelas berada dalam kondisi yang jauh lebih baik dibanding Argentina.

Mereka membawa kebanggaan setelah tim senior yang dipimpin Cristiano Ronaldo menjuarai Euro 2016, gelar pertama dalam sejarah partisipasi mereka di ajang sepak bola negara-negara Eropa tersebut.

Pelatih Portugal, Rui Jorge, mengatakan bahwa negaranya kini mulai fokus membenahi pemain mudanya. Bahkan, beberapa dari pemain asuhannya ikut memperkuat tim senior yang meraih gelar di Perancis. “Kami senang dengan perkembangan tim muda ini,” katanya seperti dikutip FIFA.com.

Karena itu, semangat yang sama bakal diusung pasukannya. Tapi, Jorge tak mau membebani mereka dengan target juara. “Kami hanya membantu mereka untuk mencapai level tertinggi sebagai pemain. Olimpiade adalah tes untuk itu,” katanya.

Jorge memang tak mau membuat para pemainnya stres. Mereka adalah masa depan negaranya. Perkembangan para pemain tersebut bisa sangat cepat jika ditangani dengan baik.

Di line up pasukannya, Jorge lebih banyak mengandalkan para pemain lokal. Dari 17 pemain, 13 di antaranya dari dalam negeri. Empat pemain yang merumput di luar negeri adalah kiper Joel Pereira (Manchester United), bek Edgar Le (Villarreal), Tiago Ilori (Liverpool), dan gelandang Bruno Fernanades (Udinese).

Dengan komposisi tersebut, Jorge mengklaim pemainnya lebih kompak. Mereka juga jadi lebih sering punya waktu bersama. Baik di luar lapangan maupun di dalam lapangan.

“Mereka bersama dengan solid. Dan mereka sangat bangga mengenakan jersey Portugal. Kita akan lihat sejauh apa mereka,” katanya.—Rappler.com

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.