Jokowi: Komitmen Duterte terhadap pemberantasan narkoba sangat tinggi

Rappler.com
Jokowi: Komitmen Duterte terhadap pemberantasan narkoba sangat tinggi
Presiden Jokowi mengatakan Duterte menghormati proses hukum yang ada di Indonesia. Tetapi, kelanjutan kasus Mary Jane bergantung dari proses peradilan di Filipina

JAKARTA, Indonesia – Presiden Joko “Jokowi” Widodo kembali menjelaskan isi pembicaraan bilateralnya dengan Presiden Rodrigo “Digong” Duterte pada pekan lalu di Istana Merdeka. Salah satu isu yang dibahas menurut Jokowi yakni mengenai kelanjutan kasus hukum terpidana mati asal Filipina, Mary Jane Veloso.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan Duterte menghormati hukum yang ada di Indonesia.

“Yang sudah saya sampaikan kemarin kan sudah jelas. Tetapi, kita juga melihat bahwa kita sangat menghormati proses hukum yang ada di Filipina, karena masih ada proses (yang berjalan) di sana,” ujar Jokowi ketika ditemui di Pelabuhan Tanjung Priok pada Selasa pagi, 13 September.

Jokowi mengatakan Duterte mempersilahkan kasus Mary Jane diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di Tanah Air.

“Jadi, saya melihat komitmen Duterte terhadap pemberantasan narkoba sangat tinggi. Tidak ada toleransi,” kata Jokowi lagi.

Pernyataan Duterte ini membuat berbagai pihak terkejut karena dianggap tidak melakukan upaya yang maksimal untuk menyelamatkan warganya agar terhindar eksekusi mati.

Perempuan berusia 31 tahun itu nyaris dieksekusi oleh regu tembak pada tanggal 29 April 2015. Tetapi, diselamatkan di menit terakhir karena otoritas berwenang di Filipina berhasil menangkap Maria Kristina Sergio yang dituduh telah menjebak Mary Jane.

Maria memberi koper miliknya kepada Mary Jane dan meminta agar terbang ke Yogyakarta. Ternyata di dalam koper itu diselipkan heroin seberat 2,6 kilogram. Kini, Pemerintah Indonesia masih menunggu hasil persidangan terhadap Maria di Filipina.

Tak berikan lampu hijau

Juru bicara kepresidenan Ernesto Abella pada Senin, 12 September menjelaskan apa yang sesungguhnya dikatakan Duterte kepada Jokowi terkait kasus Mary Jane Veloso. Dalam pembicaraan bilateral keduanya, Abella menyebut Duterte tidak memberikan lampu hijau agar Indonesia segera mengeksekusi Mary Jane.

“Pernyataan dan pembicaraan dia yang sesungguhnya seperti ini: ‘dia mengatakan, terkait dengan Mary Jane Veloso, dia mengatakan ‘akan mengikuti hukum yang berlaku di negara Anda dan saya tidak akan ikut campur’. Selesai,” ujar Abella mengklarifikasi pernyataan Duterte.

Sekali lagi, Abella menegaskan jika Duterte tidak memberikan dukungan agar Indonesia mengeksekusi Mary Jane.

“Tidak ada sama sekali, pernyataan kategoris, tidak ada dukungan apa pun. Dia hanya mengatakan bahwa kami akan mengikuti hukum yang berlaku di negara Anda,” katanya lagi.

Menurut Abella, Duterte yakin bahwa tidak ada pernyataannya yang disalah artikan oleh Jokowi.

“Dia hanya mengklarifikasi apa yang telah dia sampaikan,” tuturnya. – Rappler.com

BACA JUGA:

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.