JAKARTA, Indonesia — Tiga kemenangan beruntun yang diraih Juventus dalam tiga pekan pertama Liga Serie Italia ternyata justru membuat pelatih mereka, Massimiliano Allegri, merasa ketar-ketir.
Sebab kemenangan demi kemenangan tersebut membuat ekspekstasi publik terhadap mereka semakin tinggi. Tanpa disadari, harapan-harapan ini justru akan menjadi beban bagi pemain.
“Saya mendengar jika Juventus disebut semakin kuat dan kuat. Pandangan seperti sejatinya sangat merusak karena bisa membuat kami tak bisa melihat situasi dengan jernih,” kata Allegri seperti dikutip dari Four Four Two, Rabu 14 September 2016.
Performa Juventus dalam tiga pekan pertama ini memang ciamik. Mereka menekuk Fiorentina (2-1), mengalahkan Lazio (1-0), dan mencukur Sassuolo (3-1). Dari tiga laga tersebut, mereka mengoleksi enam gol.
Artinya, jika dirata-rata, klub berjulukkan Si Nyonya Tua ini mencetak dua gol dalam setiap pertandingan. Cukup impresif. Sayangnya lini belakang mereka sedikit rapuh. Ini bisa dilihat dari tiga gol yang telah bersarang di gawang mereka.
Meski begitu Juventus tetap menjadi fovorit saat mereka menjamu Sevilla dalam laga laga pertama babak penyisihan Grup H Liga Champions Eropa di Juventus Arena, Turin, Kamis pukul 01:45 wib.
Sebab, selain performa sedang mengkilap, statistik juga berpihak kepada mereka. Dalam 15 laga kandang melawan tim Spanyol di Liga Champions, Juventus hanya pernah kalah sekali.
Sementara Sevilla telah menelan tiga kekalahan dalam empat kunjungan terakhir mereka melawan klub Italia. Bahkan dalam lima laga tandang terakhir, Sevilla tak pernah membawa pulang kemenangan.
Tak mengejutkan jika banyak yang kemudian bertaruh untuk kemenangan Juventus. Apalagi, Juventus akan tampil di depan puluhan ribu pendukung mereka sendiri. —Rappler.com
There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.