Mengintip pundi-pundi Manchester City

KD Suarez
Mengintip pundi-pundi Manchester City
Manchester City menjadi klub terboros di dunia dalam lima musim terakhir.

JAKARTA, Indonesia – Satu dekade lalu tak banyak orang menduga jika Manchester City akan menggerus dominasi Manchester United di kota Manchster, bahkan di Liga Primer Inggris.

Sebab saat itu Manchester City hanya tim papan bawah. Sampai musim 2008/2009, prestasi terhebat mereka hanya menembus peringkat 8 klasemen Liga Primer Inggris.

Bahkan mereka pernah terperosok ke zona degradasi pada musim 2001/2002. Catatan ini membuat klub berjulukkan The Citizens ini seolah menjadi anak tiri di kota Manchester.

Namun Semua berubah ketika Abu Dhabi United Group mengambil alih klub tersebut pada Agustus 2008. Modal besar dari Timur Tengah membuat Manchester City bergeliat di bursa transfer.

Mereka, misalnya, membeli Robinho dari Real Madrid dengan harga £32.5 juta pound sterling. Ini menjadi pembelian termahal ketika itu. Hasilnya tak mengecewakan.

Setahun setelah Abu Dhabi United Group mengambil alih, Manchester City langsung nangkring di peringkat kelima klasemen pada akhir musim 2009/2010. Sejak itu mereka selalu masuk empat besar klasemen.

Bahkan, pada periode 2011-2016, mereka sukses meraih dua kali gelar Liga Primer Inggris. Kota Manchester yang semula identik dengan warna merah, kini perlahan membiru.

Sebab, pada saat yang sama, Manchester United justru terseok-seok di Liga Primer Inggris. Sejak ditinggal Sir Alex Ferguson, klub berjulukkan The Red Devils itu tak pernah lagi meraih gelar.

Bahkan mereka sempat terperosok ke peringkat ketujuh klasemen Liga Primer Inggris pada musim 2013/2014. Ini menjadi catatan terburuk mereka sejak 1998.

Modal kebangkitan Manchester City

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, pernah menuding kesuksesan Manchester City semata karena uang. “Mereka membeli trofi,” kata pelatih asal Prancis tersebut.

Tak keliru. Sebab, sejak 2006 hingga saat ini, Manchester City telah menggelontorkan dana hingga £ 867 juta. Angka ini tak hanya membuat mereka menjadi klub terboros dalam lima tahun terakhir di Inggris, tapi juga di dunia.

Data dari CIES Football Observatory yang dikutip Four Four Two pada September ini menyebutkan jika pengeluaran Manchester City itu dua kali lebih besar dari pengeluaran Arsenal pada periode yang sama.

Bahkan Manchester City juga lebih boros dari Barcelona dan Real Madrid, dua klub langganan juara Liga Champions. Dalam lima tahun terakhir, pengeluaran Barcelona hanya £ 576 juta sementara Real Madrid £ 545 juta.

Dengan dana jumbo tersebut, tak mengherankan jika Manchester City kini tak hanya bisa bersaing di Liga Primer Inggris, tapi bahkan juga di Eropa.

Kamis dinihari tadi, misalnya, mereka sukses mencukur Borussia Moenchengladbach dengan skor 4-0 dalam laga pertama babak penyisihan Grup B Liga Champions.

Klub Inggris terboros di dunia

Manchester City bukan satu-satunya klub Inggris yang doyan menghamburkan uang. Sebab, dari daftar 10 klub terboros yang disusun CIES Football Observatory, empat di antaranya adalah klub Inggris.

Tiga dari empat klub tersebut bahan ada di peringat teratas, mereka yaitu Manchester City (£ 867 juta), Chelsea (£737 juta), dan Manchester United (£712 juta). Satu klub Inggris yang masuk dalam daftar 10 klub terboros adalah Liverpool (£561 juta)

Klub tajir belum tentu juara

Angka-angka tersebut sekaligus menjawab kenapa Liga Primer Inggris lebih sengit dari kompetisi lain. Sebab gap pengeluaran klub-klub Liga Primer tak begitu jauh.

Bandingkan dengan La Liga yang hanya di dominasi Barcelona dan Real Madrid, dua klub yang pengeluaran setiap musimnya selalu jauh lebih besar dari klub lain.

Namun kenapa klub-klub kaya Liga Inggris tak berbicara banyak di Liga Champions Eropa dalam beberapa tahun terakhir?

Setidaknya, dalam tujuh tahun terakhir, hanya ada satu tim Inggris yang bisa meraih trofi Liga Champions, yakni Chelsea pada tahun 2012.

Langkah Manchester City sendiri, klub yang telah begitu banyak menghamburkan uang, tak pernah lebih jauh dari semifinal Liga Champions. –Rappler.com

Add a comment

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.