Pertemanan Sehat: 5 alasan kenapa olahraga bareng teman lebih menyenangkan

Lita Iqtianti
Pertemanan Sehat: 5 alasan kenapa olahraga bareng teman lebih menyenangkan
Mulai dari berhemat hingga menumbuhkan rasa kompetitif

Beberapa waktu belakangan ini, hashtag #PertemananSehat ramai tersebar di media sosial. Ya, gimana enggak viral, wong yang memprakarsai adalah dua aktris ternama di Indonesia, Dian Sastrowardoyo dan Adinia Wirasti! 

Dua sekawan pemeran film laris Ada Apa Dengan Cinta? ini kerap berolahraga bersama, dan kegiatan olahraga mereka yang awalnya hanya diunggah ke akun media sosial masing-masing kini bisa diintip juga di akun Instagram @PertemananSehat.

Enggak sampai setahun akun @PertemananSehat dibuat, pengikutnya sudah lebih dari 20 ribu! Gimana enggak, ya, yang perempuan merasa terinspirasi untuk olahraga dengan bff-nya, sementara yang laki-laki? Hehehe, banyak sahabat pria saya yang mengaku semakin giat berolahraga. Enggak mau kalah dengan kaum perempuan, dong. 

By the way, kebetulan saya juga senang olahraga. Baik olahraga sendiri atau dengan teman. Mulai dari cardio seperti lari atau Muay Thai, sampai yoga dan pilates. Semuanya ada yang saya lakukan sendiri, tapi seringnya bersama teman.

Ada 5 keuntungan yang saya rasakan saat berolahraga bersama teman. Apa saja?

‘It’s like a date!’

Kalau berolahraga sendirian, saya menentukan iya atau enggak (dan berakhir dengan banyakan enggaknya). Sementara kalau bersama teman, maka kami biasanya sudah menjadwalkan kapan berolahraga, jam berapa, di mana, atau mau ikut kelas yang mana. Berhubung sudah janjian, enggak mungkin enggak datang kan? 

Menumbuhkan rasa kompetitif

Duile, sama teman sendiri kompetitif? Bukan, bukan itu. Menurut saya, dalam berolahraga itu yang paling sulit adalah mengalahkan kemalasan dalam diri sendiri. 

Saya cukup sering berolahraga sendiri di rumah, baik strength training atau yoga. Cukup mengikuti aplikasi di handphone, gelar yoga mat atau alat olahraga di rumah, mulai deh olahraga! 

Ya, dalam angan-angannya sih, begitu. Tapi enggak jarang juga saya malas-malasan mengikuti petunjuk di aplikasi. Misalnya, yang harusnya plank selama menit, saya hanya mengikut sampai 40 detik saja. 

Sementara nih, kalau berolahraga dengan teman, saya mampu mendorong diri saya menaati petunjuk aplikasi. Apalagi kalau olahraganya barengan sama teman yang kemampuan fisiknya di atas saya. Wah, makin kompetitif! 

Berani mencoba hal baru

Dulu saya enggak percaya diri mencoba kelas Muay Thai. Penasaran sih, ingin tahu gimana capeknya Muay Thai.

Kemudian seorang teman, yang sudah biasa ikut Muay Thai mengajak saya untuk mencobanya. Alasan pertamanya sih untuk “balas dendam” karena saya berhasil “memaksa” dia untuk ikutan pilates yang “enggak dia banget”. Haha!

Setelah beberapa kali mencoba, sekarang saya jadi ketagihan Muay Thai dan mulai mengoleksi peralatan Muay Thai. Coba kalau saya hanya berolahraga di zona aman, pasti saya enggak akan merasakan nikmatnya menojok atau menendang target sekuat tenaga (apalagi kalau lagi butuh pelampiasan emosi).

Hemat 

Biaya instruktur pilates atau yoga atau bahkan personal trainer itu kan lumayan mahal, ya, kalau kita bayar sendiri. Nah, kalau dengan teman, pastinya kita punya orang lain yang bisa berbagi ongkos tersebut. 

Saya cukup sering melakukan hal ini, kok. 

Di awal kenal pilates, saya patungan sama beberapa teman kantor untuk memangggil instruktur pilates ke kantor. Jadi kalau ongkos per latihan itu harusnya Rp 1 juta, tapi karena dibagi 5 orang, maka kami hanya harus membayar Rp 200 ribu saja!

Lebih menyenangkan

Buat saya, olahraga itu yang penting harus menyenangkan. Olahraga dengan teman, kita bisa saling menertawakan “kebodohan” yang kita lakukan saat olahraga. 

Misalnya, merasa seseksi Beyonce saat zumba, padahal kalau lihat di kaca gerakan kita kacau sama sekali. Atau saat nyaris pingsan gara-gara harus jab, cross selama 100 kali non-stop. Atau ketika mendapat instruktur ganteng! Semuanya pasti bakal seru kalau dibagi bersama teman, kan?

Oh iya, satu lagi yang menyenangkan dari olahraga bersama teman, apalagi kalau bukan bisa saling memotret untuk kemudian di-upload ke media sosial dengan tagar #pertemanansehat (karena seluruh dunia harus tahu saat kita olahraga, bukan?).

Jadi ya, buat saya olahraga itu akan lebih menyenangkan  saat bersama teman. Bagaimana menurut kamu? —Rappler.com

Add a comment

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.