JAKARTA, Indonesia – Pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat resmi terdaftar sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang akan maju dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017.
Keduanya tiba di Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jakarta pada Rabu, 21 September 2016, pukul 13.00 wib. Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, turut mengantar keduanya.
Sejumlah pendukung Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat juga mendatangi Kantor KPUD Jakarta. Namun Ketua KPUD Jakarta, Sumarno, tak mengijinkan semuanya masuk. “Yang bisa naik ke ruangan hanya 40 orang,” kata Sumarno.
Para pendukung yang tak bisa masuk ini langsung berdiri ketika Ahok, sapaan Basuki Tjahaja Purnama, beserta rombongan tiba di KPUD Jakarta. Mereka bersorak, “Ahok-Djarot..Ahok-Djarot.”
Ahok mengenakan kemeja kotak-kotak sementara Djarot memakai baju merah khas PDI Perjuangan. Bersama Megawati, keduanya langsung menuju lantai dua tempat pendaftaran pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.
Usai pendaftaran, mereka lalu menggelar jumpa pers. Seorang politisi PDI Perjuangan mencoba memakaikan jas merah kepada Ahok. Namun Ahok menolak. Ia meletakkan jas tersebut di kursi. Melihat itu, Megawati bangkit dan memakaikan jas merah ke Ahok.
Kali ini Ahok tak menolak. “Ini bentuk penghargaan untuk Ibu, supaya saya seragam dan sevisi,” kata Ahok. Pada kesempatan itu Ahok juga meminta agar tak ada lagi isu sara yang dihembuskan. “Karena pondasi kita bhinneka tungal ika.”
Dalam pendaftaran ini, pasangan Ahok dan Djarot mendapatkan dukungan dari PDI Perjuangan, Hanura, Golkar, dan NasDem.
Permintaan Megawati
Usai mengantar Ahok, Megawati mengatakan kalau dirinya secara khusus meminta partai banteng untuk mengusung Ahok dan Djarot. “Saya menggunakan hak prerogatif sebagai ketua umum tanpa terlebih dulu berdiskusi dengan anggota lain,” kata dia di ruang pendaftaran KPU.
Ia mengaku sevisi dengan jiwa nasionalisme yang tampak dari kinerja Ahok. PDIP, lanjutnya, juga mengusung tinggi pluralisme dalam penentuan kandidat.
Namun, ia tak berkomentar lebih jauh tentang mengapa ia secara khusus mengantar kedua calon tersebut saat pendaftaran. Ia hanya berharap pemilihan kepala daerah 2017 mendatang akan berlangsung secara damai.
Menanggapi hal ini, Ahok mengatakan kalau ia ingin kritik pilkada tidak didasari pada sentimen suku, agama, dan ras (SARA) melainkan murni kritik program yang ditawarkan. “Kalau kita terpilih lagi ini membuktikan kita lebih maju daripada Amerika yang 200 tahun baru bisa menerima perbedaan,” selorohnya.
Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno mengatakan sudah menerima berkas dari kedua calon. “Dari pengecekan sekilas, ada ijazah, KTP, dan berkas lainnya,” kata dia.
Setelah pendaftaran ditutup pada 24 September tengah malam, KPU akan melakukan pengecekan kelengkapan selama kurang lebih sepekan. Setelah itu, bagi kandidat yang masih kurang atau keliru, diberi kesempatan untuk melengkapi berasnya hingga 4 Oktober mendatang.
Meski demikian, Sumarno belum bisa menjawab apakah Ahok-Djarot turut menyertakan surat cuti dalam berkas mereka. Saat ini, Ahok tengah mengajukan uji revisi di Mahkamah Konstitusi terkait hal tersebut. Ia tak ingin cuti menjadi sesuatu yang wajib, melainkan opsional.
“Saya belum tahu, nanti dilihat ya,” kata Sumarno.
Sementara itu, hingga pukul 5 sore, belum tampak kandidat lain yang datang untuk mendaftar. Sejauh ini, KPU Jakarta baru menerima kabar dari Partai Gerindra, yang dikabarkan akan mendaftarkan calon seusai shalat siang Jumat mendatang.
Sumarno tidak bisa menyebut siapa nama calon yang akan datang. “Itu kan dinamis, masih bisa berubah nanti. Belum pasti, tanya saja ke Gerindra” kata dia.–Rappler.com
There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.