JAKARTA, Indonesia – Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Garut pada Senin malam menewaskan setidaknya 23 orang dan 18 orang hilang. Ribuan rumah terendam dan tak kurang dari 433 ribu jiwa mengungsi.
Sampai saat ini pencarian terhadap korban hilang masih terus dilakukan. Pencarian melibatkan tim gabungan dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD), Badan SAR Nasional, TNI, Polri, PMI, dan Tagana.
Sementara untuk memetakan dampak bencana, BPBD menggandeng sejumlah lembaga, seperti Lapan, BIG dan BPPT. “Pemetaan dilakukan dengan menerbangkan drone,” demikian keterangan yang tertulis dalam situs resmi BPBD, Kamis 22 September 2016.
Jumlah kerugian belum bisa dihitung karena tim masih berkonsentrasi mencari korban hilang dan mengurus pengungsi. BNPB sendiri telah mengirim bantuan logistik senilai Rp 2 milyar.
Bantuan berupa makanan siap saji, selimut, tikar, tenda, pakaian sekolah dan kidsware dan lainnya. “Dana Siap Pakai untuk mendukung operasional tanggap Rp 400 Juta,” kata Ketua BNPB, Willem Rampangilei, pada Rabu malam, 21 September.
Sekolah jalan terus
Banjir bandang tak hanya menerjang rumah, tapi juga gedung-gedung sekolah. Dinas Pendidikan Kabupaten Garut mencatat setidaknya ada 11 sekolah yang terkena dampak banjir dengan total kerugian mencapai Rp 1,4 miliar.
Meski begitu, sekolah akan tetap berjalan. Willem Rampangilei mengatakan pihaknya akan segera mengadakan tempat darurat untuk sekolah. Ia memastikan, meski kondisi belum sepenuhnya pulih, namun pendidikan akan tetap menjadi prioritas utama.–Rappler.com
There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.