Berita hari ini: Selasa, 4 Oktober 2016

Rappler.com
Berita hari ini: Selasa, 4 Oktober 2016
Pantau terus laman ini untuk memperbarui berita terbaru pilihan redaksi Rappler Indonesia pada Selasa, 4 Oktober 2016

Indonesia wRap: Selasa, 4 Oktober 2016

Dari Basarnas yang menghentikan pencarian 19 korban hilang banjir Garut hingga proyek e-KTP yang dilanjutkan

Basarnas menghentikan pencarian terhadap 19 korban banjir bandang yang menerjang Kabupaten Garut, Jawa Barat

Pencarian melibatkan tim gabungan dan relawan selama 13 hari namun cuaca buruk dan tumpukan sampah menjadi kendala. 

Tiga warga negara Malaysia mendapat Kartu Tanda Penduduk Elektronik.

Satu dari tiga warga itu, yakni Mohamad Sharif, ternyata buron. Mereka akan dideportasi pada Jumat 7 Oktober. 

Proyek pengadaan 20 juta unit Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau E-KTP dilanjutkan.

Kepastian ini didapat setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani batal memangkas anggaran untuk proyek ini. 

 

Dana batal dipangkas, proyek 20 juta unit E-KTP berlanjut

Proyek pengadaan 20 juta unit Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau E-KTP dipastikan akan berjalan terus setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani batal memangkas anggaran untuk proyek ini.

“Sekarang bisa langsung tender. Jadi bisa cetak 20 juta lebih KTP elektronik, sehingga bisa memenuhi jumlah kebutuhan blanko KTP untuk masyarakat,” kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di kantornya, Jakarta, Selasa 4 Oktober 2016.

Pemutakhiran data penduduk dengan E-KTP, kata Tjahjo, perlu disegerakan karena tahun depan akan berlangsung pemilihan kepala daerah serentak di berbagai daerah di Indonesia.

Saat ini pihaknya gencar menganjurkan warga agar merekam terlebih dahulu data mereka sebelum mendapatkan E KTP secara fisik. Hal ini penting agar hak suara mereka tidak hangus saat pemilihan kepala daerah.  Baca berita selengkapnya di Liputan6.

Kasus serupa Dimas Kanjeng terjadi di Depok

 Tersangka Dimas Kanjeng Taat Pribadi digiring petugas usai melakukan rekontruksi di padepokannya Desa Wangkal, Gading, Probolinggo, Jawa Timur, Senin (3/10). Foto oleh Umarul Faruq/ANTARA

Pimpinan Padepokan Satria Aji Anton (35) ditangkap kepolisian Depok setelah diduga melakukan penipuan dan pembunuhan terhadap dua orang pengikutnya. Kasus ini mirip dengan kasus yang menjerat Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Kedua korban pembunuhan bernama Ahmad Sanusi dan Shandy Eko Budianto. Keduanya adalah pengikut di Padepokan Satria Aji. “Mereka korban penipuan praktik perdukunan dengan motif mendatangkan emas secara gaib,” Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho, Senin 3 September 2016.

Untuk mendapatkan emas batangan, Anton sebagai pimpinan padepokan menyaratkan para pengikutnya menyetorkan sejumlah uang. Korban yang tergiur emas pun kemudian menyerahkan uang mereka kepada Anton.

Namun karena emas tak kunjung didapat, Ahmad dan Shandy pun menagih emas yang dijanjikan. Alih-alih mendapatkan emas, keduanya justru dibunuh dengan kopi beracun. Setelah itu mayat keduanya dibuang di tempat berbeda. Baca berita selangkapnya di Detik.

Indonesia wRap: Senin, 3 Oktober 2016

Dari mulai unjuk rasa driver Go-jek hingga penolakan warga Pasar Minggu terhadap gereja. 

Ribuan pengemudi Go-Jek berunjuk rasa di depan di Kemang, Jakarta Selatan.

Mereka memprotes kebijakan baru dalam sistem performa yang diterapkan oleh manajemen. Baca selekapnya di sini.

 The Islah Center menyebut Jawa Barat sebagai provinsi dengan kasus intoleransi tertinggi di Indonesia. 

“Tingginya angka intoleransi di Jawa Barat kontradiktif dengan kultur masyarakat Sunda yang toleran, sopan, dan bersahaja,” kata Direktur TIC Mujahidin Nur. Baca selekapnya di sini.

Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi melarang warga beribadah di Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Pasar Minggu karena belum memiliki izin.

Pendeta Penrad Siagian katakan pihaknya sudah mengajukan pengurusan izin,  tapi pihak kelurahan tidak responsif. Baca selekapnya di sini.

– Rappler.com

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.