Filipino boxers

Menjahit perdamaian lewat ‘Arab Fashion Week’

Rappler.com
Menjahit perdamaian lewat ‘Arab Fashion Week’
AFW juga akan memamerkan busana muslimah rancangan para desainer asal Indonesia dan Malaysia

JAKARTA, Indonesia — Penyelenggaraan Arab Fashion Week (AFW) 2016 dimulai pada Kamis, 6 Oktober dan akan berlangsung selama lima hari.

Menurut penuturan Juru Bicara Arab Fashion Council (AFC) Daline Eluar, penyelenggaran AFW dimaksudkan untuk memperkuat peran Uni Emirat Arab (UEA), lewat Dubai, untuk menjadi salah satu dari lima kota pusat fashion dunia, bersama New York, London, Paris, dan Milan.

Eluar juga mengatakan bahwa pekan fashion ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa wilayah Timur Tengah tidak hanya terkait dengan “perang dan konflik” namun juga memiliki kreativitas, seni dan keindahan.

Menurut perancang busana haute couture Maryam al-Shaibani, Dubai telah menyedot perhatian para turis dan desainer pecinta fashion

“Dubai telah menjadi salah satu pusat fashion dunia,” tuturnya.

AFC ingin “menjahit” perdamaian lewat fashion, dengan cara mempromosikan para desainer Arab serta menarik perhatian merek-merek Barat untuk membuat produknya di Timur Tengah.

Selama AFW berlangsung, AFC juga akan mempromosikan sebuah pabrik asal Yordania yang dapat memproduksi barang kain sesuai dengan standar internasional.

Namun masih banyak yang perlu dilakukan untuk meningkatkan awareness masyarakat dunia tentang dunia fashion Arab, karena para desainer Barat masih lebih banyak diminati.

“Apapun yang datang dari Paris, dari Milan, lebih diapresiasi,” tutur ketua AFC, Jacob Abrian.

Memamerkan ready couture

AFW yang dibuka pada Kamis kemarin ini bermaksud untuk menjadikan Dubai sebagai tujuan utama bagi penikmat fashion jenis ready couture serta sebagai salah satu pusat fashion dunia.

“Di Milan, kita merayakan busana kelas atas siap pakai. Di Paris, kita merayakan haute couture kelas atas,” ujar Abrian.

Sementara di Dubai dan dunia Arab, “Kami ingin menjadi inovatif,” tambah Abrian. Dubai menawarkan haute couture standar yang bisa disesuaikan.

Untuk pertama kalinya di AFW yang berlangsung selama lima hari ini, juga akan menampilkan koleksi unisex karya Rad Hourani, seorang desainer asal Kanada-Yordania yang terkenal berkat busana rancangannya yang tidak mengenal gender.

AFW dibuka dengan peragaan busana ready couture rancangan desainer Lamya Abedin yang disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin. 

Tahun ini merupakan AFW ketiga yang mulai diselenggarakan sejak 2014 lalu. AFW 2016 ingin menarik perhatian para perempuan dari Timur Tengah, sekaligus para pembeli dari Rusia dan Tiongkok.

Bangkitnya tren busana muslimah di dunia

Desainer Maryam al-Shaibani mengungkapkan optimismenya terhadap masa depan busana muslimah di dunia serta fashion Arab pada umumnya.

Menurut Shaibani, para desainer internasional saat ini mulai melirik fashion Timur Tengah dengan mulai memproduksi hijab dan abaya untuk muslimah.

Awal tahun 2016 ini Dolce & Gabbana meluncurkan koleksi hijab dan abaya pertamanya untuk para pelanggan di Timur Tengah.

AFW juga akan memamerkan busana muslimah rancangan para desainer asal Indonesia dan Malaysia.

“Kami percaya bahwa busana muslim dan muslimah sangat penting dan para desainer internasional juga mengincarnya,” tutur Abrian. Menurutnya, pengeluaran muslim untuk fashion bisa mencapai 500 juta miliar dolar per tahun pada 2019 mendatang. —Laporan AFP/Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.