Miley Cyrus akui diri sebagai pansexual

Rappler.com
Miley Cyrus akui diri sebagai pansexual
"Aku selalu membenci kata 'biseksual', karena itu membuatku terjebak di dalam kotak," ujar Miley pada Variety. "Aku tidak pernah berpikir tentang seorang menjadi laki-laki atau menjadi perempuan."

JAKARTA, Indonesia – Miley Cyrus adalah salah satu sosok perempuan yang termasuk dalam edisi Variety‘s “Power of Women” baru-baru ini. Dan dalam wawancaranya, dia mengakui dirinya sebagai seorang yang menganut paham pansexual.

Miley sudah sering berbicara tentang seksualitasnya. Tapi kali ini dia berbicara pada Variety soal keterlibatannya di komunitas LGBT dan apa rasanya saat ia mengaku pada orang tua dan keluarganya bahwa pansexual.

“Aku selalu membenci kata ‘biseksual’ karena itu membuatku terjebak di dalam kotak. Aku tidak pernah berpikir tentang seseorang menjadi laki-laki atau menjadi perempuan. Dan plester untuk puting payudara dan sejenisnya itu tidak pernah terasa seksual untukku,” ujar Miley yang memiliki pilihan berbusana yang selalu menjadi bahan pembicaraan di masa lalu. 

Dia berkata, “Mataku mulai terbuka sejak aku di kelas lima atau enam. Hubungan pertama dalam hidupku adalah dengan perempuan. Aku besar di keluarga Selatan (Amerika Serikat) yang taat beragama. Semesta selalu menemukan cara untuk berkata padakau bahwa aku tidak apa-apa. Bahkan di saat itu, orang tuaku tidak mengerti dan aku berharap suatu hari mereka akan mengerti.”

Miley tidak lantas langsung menemukan dirinya sebagai pansexual. Ketika ditanya kapan ia mulai merasa seperti itu, ia berkata sejak saat ia mulai belajar soal hal tersebut saat berkunjung ke sebuah pusat LGBT di Los Angeles.

“Aku melihat seorang manusia secara spesifik yang tidak teridentifikasi sebagai perempuan atau laki-laki. Melihat mereka, mereka bisa menjadi keduanya. Mereka bisa cantik dan seksi tapi juga sekaligus tangguh dan rapuh dan anggun tapi juga maskulin.”

“Meskipun aku terlihat berbeda, orang tidak melihatku netral seperti yang kurasakan. Tapi aku merasa netral. Kurasa aku adalah orang dengan gender netral pertama yang pernah kutemui. dan ketika aku paham mengenai genderku, yang belum ditetapkan, aku lebih paham soal seksualitasku.”

Aku merasa, ‘Oh, ternyata itu alasannya mengapa aku tidak merasa straight dan tidak merasa gay juga. Itu karena aku memang bukan keduanya.”

Bintang pop ini memang sudah bukan lagi dikenal sebagai Hannah Montana di zaman keemasannya tampil di Disney channel. Saat ini dia menggagas yayasan bertajuk Happy Hippie Foundation, yang membantu pemuda tunawisna dan pemuda LGBT dan juga berperan sebagai salah seorang coach di program televisi The Voice.

Ketika ditanya bagaimana orang tuanya melihat kariernya sekarang, Miley menjawab, “Di The Voice, ada seorang gadis yang menangis saat ia pergi karena ia menyebut aku menjadi alasan dia ‘mengaku’ soal latar belakang seksualnya. Ibuku menangis dan berkata padaku, ‘Aku minta maaf karena caraku saat kau di usia itu dan kau mengaku’. Dia tidak pernah mengerti aku sampai dia melihat sosok gadis itu yang tidak bisa menjadi dirinya. dan itu sangat cool.” 

Miley saat ini menjalin hubungan dengan mantan tunangannya, Liam Hemsworth, meski keduanya tidak pernah mengaku atau membantahnya. Tapi beberapa media seperti People dan Us Weekly sempat menyebut bahwa keduanya sudah menjalin hubungan dan bahagia kembali.

Tentang akting dan politik

Miley juga sedang disibukkan dengan keterlibatannya di Crisis in Six Scenes, sebuah serial televisi besutan Woody Allen. Woody sempat dituduh melakukan tindak kekerasan seksual terhadap Dylan Farrow yang saat itu berusia 7 tahun di tahun 1993, anak adopsi dirinya dengan sang kekasih, Mia Farrow.

Dylan sendiri sempat memperbaharui dugaan tersebut di tahun 2014, beberapa tahun setelah investigasi ditutup. Tapi Woody sekali lagi menegaskan bahwa ia menolak tuduhan tersebut.

Miley berkata ia bergabung dengan Crisis in Six Scenes tanpa maksud tertentu. “Aku menjalani kehidupan yang mirip dengan Woody. Aku hidup di depan publik. Sampai aku mengenal seseorang dan tahu latar belakang cerita mereka, aku tidak pernah menghakimi. Itulah caraku terlibat di proyek itu.”

“Saat aku melihat Woddy dengan keluarganya, aku selalu melihatnya sebagai sosok luar biasa dan ayah yang baik. Orang menghinaku karena aku berpendapat seperti itu. Aku rasa keluarga itu mengalami masa buruk dan mereka mengalaminya cukup lama dan aku rasa cara orang menderita itu berbeda masing-masing.”

Miley yang juga dikenal sebagai pendukung setia mantan calon Presiden AS Bernie Sanders ini juga menyuarakan dukungannya terhadap Hillary Clinton yang bertarung melawan calon dari Partai Republik, Donald Trump.

Ketika ditanya pendapatnya soal mantan pendukung Bernie Sanders yang sekarang banyak berpikir untuk beralih memilih Trump, Miley berkata, “Itu gila dan kalian sudah kehilangan akal. Itu sangat memicu amarahku lebih dari apapun. Kalau kalian mempertimbangkan Donald Trump, berarti kalian tidak pernah memahami Bernie (Sanders) dari awal.”

Trump sendiri memang menuai banyak amarah mengenai banyaknya pernyataan Trump soal kelompok minoritas, media dan banyak lagi.

Yang terbaru, dalam sebuah file wawancara  video dengan Access Hollywood bersama pemandu Billy Bush ‘bocor’ ke publik, Trump terdengar bicara tentang tingkahnya meraba perempuan dan melakukan hubungan seksual dengan perempuan yang sudah menikah.

Terlepas dari permintaan maafnya, Trump kehilangan puluhan pendukung Partai Republik di Senat, Dewan Perwakilan Rakyat AS dan gubernur. – Rappler.com.

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.