Fitur baru UberMotor: Tarif di awal dan bebas ubah rute perjalanan

Eka Shantika
Pengguna UberMotor dapat mengetahui total biaya perjalanan sebelum melakukan pemesanan

Foto dari Uber  

JAKARTA, Indonesia — UberMotor memperbarui cara dan skema pembayarannya, mulai 19 Oktober. Langkah ini seperti yang telah Uber lakukan untuk layanan UberPOOL . 

Sebelumnya, pengguna UberMotor membayar biaya layanan setelah perjalanan selesai. Kini, pengguna bisa melihat biaya perjalanan sebelum bepergian. Cara pembayaran baru ini serupa dengan yang dilakukan Grab dan Go-Jek.

Dengan memberikan biaya di muka, Uber telah memperhitungkan seluruh faktor yang mempengaruhi biaya perjalanan, seperti biaya dasar, biaya jarak per kilometer, biaya per menit, termasuk biaya tambahan saat banyak permintaan (surge/dynamic pricing).

Sebelumnya, perhitungan dynamic pricing dilakukan saat perjalanan. Dengan adanya skema baru ini, Uber akan menginformasikannya sebelum perjalanan dimulai. Dengan kata lain, pengguna punya “kuasa” untuk menyetujui atau menolak total biaya tersebut.

Perubahan perhitungan ini tentu beralasan. Melalui siaran pers, UberMotor menyatakan ingin memberikan kejelasan harga yang akan dibayar pengguna. 

Misalnya, informasi biaya perjalanan Rp10.800 akan lebih jelas bagi pengguna ketimbang informasi bahwa “tengah berlaku harga ramai 1,5x lipat”.

Berlakunya perhitungan baru ini akan menghilangkan tanda petir sebagai ikon berlakunya dynamic pricing. Pengguna pun bisa mendapat kejelasan harga tanpa perhitungan rumit dan biaya yang “membengkak” .

Ubah tujuan di tengah perjalanan

Selain itu, kamu juga bisa mengubah tujuan dan menambah beberapa lokasi perhentian saat tengah melakukan perjalanan dengan UberMotor.  Fitur ini yang jadi pembeda layanan UberMotor dari dua kompetitornya. 

Namun, perubahan ini juga akan berdampak ke total biaya yang akan dikenakan ke pengguna. Saat kamu mengubah tujuan atau menambah titik perhentian, perhitungan biaya yang dilakukan diawal tidak akan berlaku lagi.

Sebagai ilustrasi, kamu memesan UberMotor dari Grogol menuju Cawang. UberMotor akan memberikan harga di muka kepada kamu. Kamu pun menyetujuinya dan akhirnya melakukan perjalanan dengan layanan UberMotor.

Namun, saat sampai di Semanggi, kamu ingin mengubah tujuan ke Cikini. Kamu pun masuk ke aplikasi dan mengubah tujuan akhir menuju Cikini. Uber akan menghitung ulang perjalanan kamu. Perhitungan diulang dari titik awal pemesanan ke titik tujuan yang baru, yaitu dari Grogol menuju Cikini, bukan Cawang. 

Perhitungan harga dari Grogol-Cawang pun akan terhapus. Perhitungan ini dilakukan berdasarkan jarak (per kilometer) dan waktu (per menit) ditambah harga ramai (dynamic price) jika permintaan sedang tinggi.

Selain perubahan cara pembayaran, UberMotor juga menerapkan skema pembayaran baru dengan tarif minimal Rp5.000. Sebelumnya, tarif minimal Uber adalah Rp1.000. 

Perhitungan biaya lainnya adalah Rp 1.000 untuk biaya per kilometer, Rp100 untuk biaya per menit, dan Rp5.000 untuk biaya pembatalan.

Soal perhitungan biaya di muka, UberMotor memang mengekor dua pesaingnya. Namun, di sisi lain, ia pun memberikan keunggulan lain lewat fitur perubahan tujuan yang tidak dimiliki kompetitornya. 

Menarik untuk disimak apakah Grab dan Go-Jek bakal mengambil langkah serupa. —Rappler.com

Artikel ini sebelumnya diterbitkan di Tech in Asia