Habis aksi 4 November, terbitlah Parade Bhinneka Tunggal Ika

Rappler.com
Habis aksi 4 November, terbitlah Parade Bhinneka Tunggal Ika
Acara yang baru berupa rencana itu keburu bocor ke publik dan diklaim banyak dimasukkan informasi tidak benar

JAKARTA, Indonesia – Pilkada DKI 2017 benar-benar menyita energi dan pikiran publik. Setelah berbagai elemen dan organisasi Islam turun ke jalan dalam dua Aksi Bela Islam di bulan Oktober dan November, kini muncul aksi lain yang dinamakan Parade Bhinneka Tunggal Ika.

Dari pesan pendek yang beredar di publik, aksi akan dilakukan pada tanggal 19 November dan bertempat di Parkir Timur Senayan hingga Bunderan Hotel Indonesia. Bahkan, mereka menargetkan bisa mendatangkan 100 ribu massa.

Di pesan itu pula tertulis nama Tsmara Amany sebagai ketua panitia yang diketahui sebagai pendukung gubernur non aktif Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama. Mereka berencana untuk mengundang banyak tokoh dan pesohor publik.

Mulai dari Buya Syafii, Said Agil Siraj, Iwan Fals, Slank, Gita Gutawa, Melani Subono, hingga Titiek Puspa. Sayangnya, aksi yang baru direncanakan ini keburu bocor ke publik.

Selain itu muncul protes dari beberapa pihak yang merasa tidak dihubungi oleh Tsamara namun namanya tertulis dalam acara itu. Mereka merasa dirugikan karena namanya dicatut.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Alghiffari Aqsa membantah jika dua stafnya yakni M. Isnur dan Widodo Budidarno ikut dalam kegiatan itu.

“Staf kami yang bernama M. Isnur dan Widodo Budidarno, menyatakan kepada kami tidak mengetahui dan tidak terlibat dalam kegiatan tersebut,” ujar Alghiffari melalui pesan pendek pada Sabtu, 12 November.

Kendati tidak ikut terlibat, namun Alghiffari menegaskan jika LBH Jakarta tetap mendukung segala gerakan yang merawat Indonesia sebagai negara Bhinneka Tunggal Ika. Bantahan lain juga disampaikan oleh Ikatan Manajer Artis Indonesia (IMARINDO).

Sang Ketua, Nanda Persada kepada Rappler mengatakan banyak nama artis yang tercantum dalam pesan pendek yang beredar itu tak merasa dihubungi untuk kegiatan tersebut.

“Anggota IMARINDO tidak ikut serta dalam “Gerakan 19 November 2016” dalam hal atau bentuk apa pun. Para manajer artis yang bersangkutan yang namanya ada di dalam daftar merasa dirugikan,” kata Nanda pada Sabtu, 12 November.

Ketika ditanyakan apakah ada kemungkinan mengambil tindakan hukum, Nanda menjawab belum menentukan. Semua langkah, katanya sedang dirundingkan.

“Karena ini menyangkut reputasi, persepsi, dan keberpihakan politik,” tutur dia.

Diskusi yang tersebar

Lalu, apakah kegiatan itu benar akan dilakukan? Melalui akun Twitternya, Tsmara tidak menepis memang tengah merencanakan kegiatan Parade Kebhinekaan. Tetapi, dia menyebut ada pihak yang menyebarkan rencana itu. Belum lagi, dalam pesan yang disebarkan tersebut, sudah dimasukan unsur kebohongan.

Pernyataan senada juga disampaikan salah satu pendiri Teman Ahok, Singgih Widyastomo.

“Itu sebenarnya hasil diskusi, tetapi memang tersebar. Sesuai rencana, memang kegiatan akan diadakan tanggal 19 November,” kata Singgih melalui pesan pendek.

Pihak panitia, Singgih melanjutkan, tengah berupaya mengundang beberapa pihak.

“Mudah-mudahan mereka bersedia hadir,” katanya.

Dia memastikan Parade Kebhinekaan itu akan berlangsung secara damai.

“Kami ingin menumbuhkan dan mengembalikan sikap nasionalisme masyarakat yang mau bergabung nanti,” tutur Singgih sambil menyebut tidak tahu bagaimana rencana mereka bisa tersebar ke publik. – Rappler.com

Add a comment

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.