Bawaslu panggil warga Kembangan penolak kampanye Djarot

Rappler.com
Pasangan Ahok-Djarot kerap ditolak oleh sekelompok orang saat berkampanye

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (kanan) menyapa warga saat melakukan "blusukan" di kawasan Karanganyar, Jakarta, Senin (14/11). Foto oleh Hafidz MubarakdANTARA

JAKARTA, Indonesia – Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta Muhammad Jufri mengatakan pihaknya akan memanggil warga yang menolak kehadiran wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat berkampanye di Kembangan, Jakarta Barat.

“Kami akan panggil pendemo yang menolak Djarot pada Rabu (16/11),” kata Muhammad Jufri di Jakarta, Rabu 16 November 2016. Saat ini Bawaslu telah mengantongi nama-nama warga yang melakukan penolakan tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekelompok orang di Jalan Kampung Bugis, RT 004/RW 03 Kembangan Selatan, Kembangan, menolak kehadiran Djarot Saiful Hidayat saat kampanye pada Rabu siang, 9 November 2016.

Jufri menuturkan tak lama setelah aksi penolakan tersebut, tim pemenangan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) langsung melaporkannya ke Bawaslu. Mereka juga menyerahkan bukti-bukti. Berdasarkan laporan dan bukti inilah Bawaslu bergerak.

Sampai sejauh ini Bawaslu DKI Jakarta telah memeriksa enam saksi dari pihak tim kampanye dan Djarot. Usai pemeriksaan saksi, Bawaslu akan meneruskannya ke Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) untuk memastikan pengaduan itu ditindaklanjuti.

Pasangan Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat memang kerap mendapatkan penolakan dari sekelompok orang saat berkampanye. Sebelumnya Ahok juga pernah ditolak di Rawabelong, Jakagkarsa, dan Kebon Jahe.

Maraknya aksi penolakan ini sangat mungkin karena kasus dugaan penodaan agama yang diduga dilakukan Ahok saat berkunjung ke Kepulauan Seribu pada 27 September lalu. Saat itu Ahok menyinggung tentang Surat Al Maidah ayat 51.—dengan laporan ANTARA/Rappler.com

Baca juga: Benarkah kelompok penolak kampanye Ahok-Djarot bukan warga setempat?