JAKARTA, Indonesia — Tim nasional Indonesia akan menghadapi Thailand dalam laga perdana Piala AFF 2016 di Filipina pada Sabtu, 19 November. Bagaimana strategi skuat Garuda?
Kekuatan Indonesia hanya 80 persen. Ya, pernyataan itu dilontarkan oleh pelatih Alfred Riedl usai takluk 2-3 dari Vietnam dalam laga uji coba pada 9 November lalu. Saat itu, masih ada Irfan Bachdim yang belum mengalami cedera retak tulang fibula.
Setelah Irfan terpaksa absen, Riedl dibuat pusing ganda. Dia pun memutuskan untuk memanggil Ferinando Pahabol. Namun, di luar dugaan, Pahabol tak diizinkan klubnya, Persipura Jayapura, bergabung.
Alhasil, Muchlis Hadi Ning Syaifulloh yang dipilih untuk menggantikan.
Riedl yang ditemui sebelum berangkat ke Filipina di hotel timnas terang-terangan mengakui bahwa sang lawan, Thailand, adalah tim terkuat dan terbaik di Asia Tenggara saat ini. Tentu saja, kata Riedl, tak mungkin dirinya melawan tim kuat dengan bermain menyerang.
“Kami akan memainkan strategi yang lebih bertahan dan lebih mengandalkan serangan balik untuk bisa menyerang mereka,” kata Riedl.
Dia pun siap menerapkan sistem permainan 4-4-1-1. Dengan sistem ini, pelatih asal Austria itu dipastikan ingin memainkan bola serangan balik. Sementara, dua gelandang sentral akan lebih banyak bertahan.
Winger kanan dan kiri otomatis akan diminta untuk turun membantu pertahanan. Dengan kata lain, transisi dari menyerang ke bertahan diharapkan bisa lebih kuat.
“Kami akan memainkan bertahan, dengan memasang enam pemain di bawah area serang lawan,” tuturnya.
Tanpa Irfan, panggung milik Zulham Zamrun
Dalam sesi latihan terakhir pada Rabu, 16 November pagi, di lapangan SPH Karawaci, Tangerang, memang terlihat ada yang berubah. Hilangnya Irfan membuat Riedl memutar otak dan menggeser posisi Zulham Zamrun sedikit ke depan.
Zulham bisa ditempatkan di depan atau di belakang Boaz Solossa secara bergantian. Tapi kebanyakan Boaz biasanya ada di belakang Irfan, terutama jika memainkan serangan balik.
“Ya, saya sudah coba tadi main di posisi Irfan. Ya, sudah membiasakan, tidak masalah,” kata Zulham, saat ditemui jelang berangkat ke Filipina.
Dengan gaya ini, Zulham dipastikan tak bisa terlalu banyak melakukan eksplorasi, menggiring bola, dan memberikan suplai ke depan gawang lawan. Dia dituntut untuk lebih banyak melepas tembakan ke gawang. Finishing menjadi tugas utama Zulham.
“Diminta tak lama [menahan bola], langsung lepas sepakan ke gawang,” tuturnya.—Rappler.com
BACA JUGA:
Baca juga liputan Rappler tentang Piala AFF 2016:
- Peluang Timnas di AFF 2016: Jangan berharap terlalu banyak
- 5 hal yang perlu kamu tahu tentang Piala AFF 2016
- Irfan Bachdim absen berlaga bersama timnas di AFF 2016
- Undian AFF Cup 2016: Indonesia masuk ‘grup neraka’
- Jalan terjal timnas Indonesia dalam Piala AFF 2016
- Profil pemain timnas Indonesia yang berlaga di Piala AFF 2016
- Jadwal lengkap Piala AFF 2016
There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.