Ribuan warga turun ke jalan di Malaysia tuntut PM Najib diganti

Rappler.com
Sebelum demo digelar hari ini, polisi telah menangkap pimpinan kelompok yang akan berunjuk rasa

MUNDUR. Seorang anak kecil (tengah) tengah berdiri di belakang sebuah poster bertuliskan "Najib Mundur" di saat demonstrasi bersih akan melakukan aksi mereka pada Sabtu, 19 November di Ipoh, bagian timur laut Malaysia. Foto oleh Mohd Rasfan/AFP

JAKARTA, Indonesia – Ribuan warga Malaysia yang mengenakan kaos berwarna kuning berkumpul di Kuala Lumpur dan menuntut agar Perdana Menteri Najib Tun Razak mundur. Pria berusia 63 tahun itu selama satu tahun terakhir disebut terkait dalam skandal korupsi bernilai miliaran dari perusahaan investasu yang dia bentuk, 1MDB.

Demonstrasi dipimpin oleh kelompok reformis, Bersih yang telah menggelar aksi serupa kedua dalam 15 bulan terakhir. Ketegangan di Malaysia terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir menyusul adanya ancaman dari kelompok sayap kanan, kaos merah untuk berhadapan dengan lawannya dari kaos kuning.

Untuk mencegah terjadinya kericuhan, akhirnya pemerintah menahan pemimpin dari dua kelompok itu beberapa jam sebelum demonstrasi. Namun, belum diketahui apakah penangkapan keduanya akan justru malah akan memicu ketegangan situasi.

Polisi anti huru hara terlihat berada di titik-titik tempat publik dan lalu lintas di sekitar Kuala Lumpur. Lalu lintas menjadi lumpuh akibat adanya penutupan jalan semalaman. Hingga saat ini belum terjadi tindak kerusakan.

“Kami menginginkan sebuah pemerintahan yang bersih. Kami ingin pemilu yang adil,” ujar Derek Wong, seorang agen real estate yang ikut turun ke jalan bersama ribuan orang lainnya.

Massa turun ke jalan sambil memukul drum dan meniup vuvuzela.

“Sebagai seorang warga negara, saya di sini dengan maksud damai untuk memutuskan masa depan negara ini. Kami berharap dapat melihat Najib dipecat dan diadili di pengadilan,” kata Derek.

Bersih merupakan sebuah LSM yang kerap menyatakan beberapa protes untuk menuntut dilakukannya reformasi pemilu di Malaysia. Namun, selama setahun belakangan, fokus mereka hanya kepada penyelidikan kasus korupsi 1MDB.

Akibat kasus ini, Malaysia menjadi sorotan dunia internasional selama lebih dari satu tahun. Otoritas berwenang di beberapa negara juga ikut melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

Dituding korupsi

Departemen Keadilan Amerika Serikat pada bulan Juli lalu mengajukan tuntutan hukum, karena berhasil menemukan bukti adanya aset yang dibeli dengan menggunakan dana investasi 1MDB. Dalam bukti itu pula tertulis seorang pejabat berwenang Malaysia terlibat dalam pencurian uang negara itu.

Seorang pejabat berwenang di kabinet kemudian mengakui bahwa individu yang dimaksud adalah Najib.

Pada tahun lalu, Najib menutup proses penyelidikan kasus tersebut di Negeri Jiran. Namun, menurut beberapa pihak mengatakan Najib sengaja melakukan berbagai upaya untuk menghentikan proses penyelidikan, termasuk dengan menahan lawan politik dan menutup media.

Penangkapan pemimpin LSM Bersih, Maria Chin Abdullah pada Jumat kemarin menimbulkan komentar dari organisasi Amnesty International (AI). Mereka menilai penangkapan yang dilakukan oleh pemerintahan Najib tak lain merupakan bagian dari beberapa upaya untuk mengintimidasi aktivis sosial dan pembela HAM. – dengan laporan AFP/Rappler.com