Djarot jalani pemeriksaan kasus penghadangan kampanye

Rappler.com
Satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (tengah) bersiap memberikan keterangan pers seusai mengikuti rapat konsolidasi pemenangan dengan tim sukses dan perwakilan partai politik pengusung di Jakarta, Rabu (16/11). Foto oleh Sigid Kurniawan/ANTARA

JAKARTA, Indonesia –  Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menjalani pemeriksaan sebagai saksi pelapor dalam kasus penghadangan kampanye di Kembangan Utara.

Djarot diperiksa di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada Senin petang. “Ada 17 pertanyaan,” kata Djarot kepada media setelah pemeriksaan, Senin 21 November 2016.

Penyidik, menurut Djarot, antara lain menanyakan kronologi penghadangan saat ia berkampanye di Kembangan Utara, Jakarta Barat, pada 9 November lalu.

Djarot juga diminta menklarifikasi soal komandan massa saat penolakan terjadi.  “Saya ditunjukkan apakah betul ini orangnya. Saya sampaikan betul,” ujar Djarot. 

Djarot menduga penolakan yang terjadi bukan dilakukan oleh warga setempat, melainkan oleh sekelompok orang yang terorganisir. “Jadi kalau gitu berarti ada upaya-upaya kesengajaan,” katanya.

Selama pemeriksaan, Djarot ditemani Prasetio Edi Marsudi selaku Ketua Timses Ahok-Djarot dan Tim Hukum-Advokasi yang terdiri dari Pantas Nainggolan, Yodben Silitonga, Ronny Talapessy, Lambok Gurning dan Gelora Tarigan.

Polisi saat ini telah menetapkan satu orang dari kelompok yang menghadang Djarot di Kembangan sebagai tersangka, yakni NS.  —Rappler.com