Palarong Pambansa

Gempa 6,9 SR guncang Jepang, berpotensi picu gelombang tsunami

Rappler.com
Gempa 6,9 SR guncang Jepang, berpotensi picu gelombang tsunami
Berdasarkan laporan awal, belum ditemukan kerusakan parah di pembangkit listrik tenaga nuklir di Fukushima

JAKARTA, Indonesia – Sebuah gempa dengan kekuatan 6,9 skala richter mengguncang timur laut Jepang pada Selasa pagi, 22 November. Menurut laporan dari Badan Meteorologi Jepang, akibat getaran gempa tersebut memicu adanya peringatan gelombang tsunami di timur area tersebut, termasuk perfektur Fukushima.

Badan meteorologi memperkirakan gelombang tsunami setinggi 3 meter dapat mengguncang area timur laut Jepang, termasuk Fukushima, tempat di mana berada tenaga pembangkit listrik berbasis nuklir berada.

Stasiun berita NHK melaporkan sejauh ini beberapa gelombang tsunami sudah mulai menerjang wilayah timur laut Jepang. Gelombang tsunami yang tertinggi mencapai 90 centimeter.

Data dari Badan Geologi Amerika Serikat memperkirakan gempa berkekuatan 6,9 skala richter di titik kedalaman 11,3 kilometer dan mengguncang Negeri Sakura sebelum pukul 06:00. Sementara, data dari Badan Meteorologi Jepang memperkirakan kekuatan gempa mencapai 7,3 skala richter.

Getaran gempa turut mengguncang beberapa gedung di Tokyo. Sejauh ini, belum diketahui apakah ada kerusakan atau korban akibat gempa.

Berdasarkan laporan awal, tidak ada kerusukan yang signifikan dan berdampak pada pembangkit listrik tenaga nuklir di Fukushima. Jepang berada di persimpangan empat lempeng tektonik dan beberapa kali menghadapi gempa yang berkekuatan cukup keras setiap tahun.

Gempa bumi bawah laut yang besar tercatat terjadi pada Maret 2011 lalu. Akibatnya, sebuah gelombang besar tsunami menyapu bagian timur laut Jepang. Lebih dari 18 ribu orang meninggal atau hilang pasca bencana tersebut. Tiga reaktor pembangkit tenaga nuklir di Fukushima pun ikut mengalami kerusakan.

Sementara, bulan April lalu, dua gempa bumi yang kuat mengguncang bagian selatan Jepang, tepatnya di Perfektur Kumamoto. Ada sekitar 50 orang tewas dan mengakibatkan kerusakan yang parah.

“Tolong lari secepatnya” ujar seorang pria meminta kepada warga untuk segera menyelamatkan diri.

Korban tewas yang besar tahun 2011 lalu, diakibatkan dari gelombang tsunami. Stasiun berita NHK kemudian meminta kepada para penonton mereka untuk mengambil pelajaran dari kejadian tersebut. – dengan laporan AFP/Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.