Polsek Pancoran lepas 13 pria yang digrebek di apartemen Kalibata City

Rappler.com
Polsek Pancoran lepas 13 pria yang digrebek di apartemen Kalibata City
Mereka dilepas, karena tidak terbukti melakukan tindak pidana

JAKARTA, Indonesia – Polsek Pancoran akhirnya melepaskan 13 orang yang diduga melakukan tindakan asusila di apartemen Kalibata City pada Sabtu malam, 26 November. Alasannya, mereka tidak terbukti melakukan tindak pidana yang dituduhkan.

Penggrebekan dilakukan sekitar pukul 23:00 WIB di tower Damar lantai 7, Jakarta Selatan yang dilakukan oleh 50 orang anggota Front Pembela Islam (FPI) cabang Pancoran. Menurut keterangan tertulis yang diperoleh dari kepolisian, ikhwal mula penggrebekan, karena salah satu anggota FPI, Sakir meneruskan informasi undangan soal adanya pesta seks di apartemen tersebut ke Komandan Laskar FPI, Jaksel bernama Wahyudi.

“Saudara Wahyudi kemudian meneruskan kembali informasi itu ke grup WhatsApp FPI Jaksel dan meminta bantuan ke Saudara Ozi yang merupakan Ketua DPC FPI Pancoran, Jakarta Selatan untuk melakukan investigasi,” tulis kepolisian dalam keterangan tertulis.

Salah satu anggota FPI DPC Pancoran, Rahyan Asiri sekitar pukul 22:30 kemudian melakukan penyelidikan dengan bertemu organizer acara. Rayhan lalu diajak ke unit apartemen yang dimaksud.

“Saat masuk, Rahyan terkejut karena dia mengira pesta seks perempaun. Namun, yang dia temukan adalah 19 orang laki-laki tanpa mengenakan busana,” kata polisi lagi.

Temuan Rayhan itu kemudian sampaikan kepada FPI cabang Pancoran. Maka, ditindak lanjuti dengan mengerahkan 50 orang personil FPI ke unit apartemen tersebut.

“Mereka memaksa petugas keamanan untuk diantar ke unit tersebut dengan alasan di sana ada pesta seks. Maka, terjadilah penggrebekan itu,”.

Dari unit apartemen, ditemukan kondom dan 6 unit ponsel miliki organizer.

Kapolres Jakarta Selatan, Iwan Kurniawan, mengatakan ke-13 pria itu memang sempat dibawa ke Polsek Pancoran. Tujuannya untuk dimintai keterangan.

“Kami bawa untuk diinterogasi. Kami tanya sedang ngapain di sana. Alasannya, mau rapat persiapan ke Puncak untuk pesta,” tutur Iwan seperti dikutip media.

Iwan menjelaskan, ketika polisi datang ke unit apartemen, tidak ditemukan ada salah satu dari ke-13 pria itu yang tak mengenakan busana. Mereka malah sedang melakukan permainan kartu.

Rappler mencoba menghubungi Kabid Humas Polda Metro Jaya, Prabowo Argo untuk menanyakan mengapa aksi penggrebekan yang terkesan main hakim sendiri itu, malah dibiarkan oleh kepolisian. Tapi, hingga saat ini, Argo masih melakukan rapat bersama Kapolda Metro Jaya. – Rappler.com

Add a comment

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.