Menpora target posisi 10 besar di Asian Games 2018

Brian Arga Warna
Seorang atlet mengeluhkan tempat latihan

SOSIALIASI. Panitia Asian Games: Erick Thohir (tengah), Whisnutama (pojok kiri) tengah memberikan keterangan pers pada Selasa, 15 Agustus. Foto oleh Bernardinus Adi/Rappler

JAKARTA, Indonesia – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi optimis Indonesia akan masuk 10 besar dalam Asian Games 2018 di tengah keluhan minimnya fasilitas latihan untuk para atlet Indonesia.

“Kami optimis Indonesia bisa masuk 10 besar” kata Imam dalam acara Teraskita bertajuk “Semangat Menuju Sea Games 2018” di Aula Wisma Kemenpora pada Selasa, 19 September.

Selain Imam, acara itu juga menghadirkan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia Erick Thohir , atlet lari Agus Prayogo, dan Ian Situmorang dari Satlak Prima.

Asian Games 2018 akan diselenggarakan dari 18 Agustus sampai 2 September di Jakarta dan Palembang. Sedikitnya 45 negara akan ikut berkompetisi dalam even olahraga tersebut.

“Fasilitas penyelenggaraan Asian Games 2018 akan selesai pada Desember 2017” kata Imam.

Menurut Imam, persiapan fasilitas Asian Games , baik arena pertandingan maupun tempat tinggal atlet, sudah memasuki tahap finishing.

Walau sempat melwati masa krisis soal dana pembangunan pada Januari 2016, persiapan di kompleks Gelora Bung Karno (GBK) semuanya on scheduleSekarang tinggal percepatan pembangunannya saja, kata Imam.

Dia juga mengatakan pada Febuari 2018, akan ada test event untuk fasilitas Asian Games.

Pemerintah mengalokasikan dana Rp 5.6 triliun untuk even tersebut, dibandingkan dengan Rp 8.7 triliun yang diminta panitia.

“Kita tetap optimis, kita tetap semangat karna ini misi negara” kata Erik Tohir.

Prestasi yang diraih para atlet di ajang Sea Games akan menjadi tolak ukur prestasi yang akan diraih Indonesia di Asian Games. Sekarang para atlet harus fokus untuk ajang Asian Games, kata Erik.

Tetapi seorang atlet yang hadir di acara tersebut mengeluhkan kurangnya tempat latihan.

“Fasilitas tempat saya berlatih masih tidak layak. Trek latihan saya gravel, dan tempat itu sudah tergerus oleh air hujan” jelas Agus Prayogo, peraih medali emas Sea Games 2017, Malaysia.

“Di tempat saya berlatih juga tidak ada partner sparing,” lanjutnya.

Hasil akhir dari sebuah pertandingan adalah hal yang paling ditunggu dan menjadi tolak ukur. Oleh karna itu, Imam Nahrawi menginginkan atlet yang dikirim dalam ajang apapun jangan pernah dilebih-lebihkan. Jangan pernah ada atlet yang “mubazir”. Karena itu akan menyulitkan keuangan negara juga.

“Agar tidak ada double anggaran dan double sumber daya manusia” jelasnya.

Imam  juga ingin membangun rumah sakit di Cibubur yang dikhususkan bagi para atlet Indonesia. “Agar seluruh rekam medis para atlet dapat dipantau pemerintah,” kata Imam. – Rappler.com