9 CEO di Kabinet Kerja Jokowi

Uni Lubis
9 CEO di Kabinet Kerja Jokowi
Penetapan 9 CEO perusahaan swasta dan BUMN menjadi andalan Jokowi untuk membangun sebuah kabinet yang berorientasi kerja, kerja, dan kerja.

Saat meninggalkan rumah dinas Gubernur DKI Jakarta di kawasan Taman Suropati, Rabu (22/10), Presiden Joko “Jokowi” Widodo sempat “membocorkan” kriteria menteri kabinetnya ke Pelaksana Tugas Gubenur Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama.

Bocoran diterima saat Ahok, panggilan populer Basuki, mengantar mantan bosnya ke Istana Negara. “Pak Jokowi bisik-bisik sama saya, dia katakan mau tarik orang kerja semua, eksekutif perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara [BUMN] yang berhasil, tidak suka yang banyak teori,” kata Ahok, sebagaimana dikutip kantor berita Antara. Terbukti, Jokowi memilih kabinetnya diisi para CEO, saat mengumumkan susunan Kabinet Kerja di halaman Istana Negara, Minggu (26/10).

Dari jumlah 34 pos kementerian, 9 di antaranya punya latar belakang chief executive officer (CEO) bahkan pemilik dan pendiri perusahaan.

Mereka adalah Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang kini menjabat Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia. Jonan dikenal sebagai eksekutif lembaga keuangan. Sebelum menjabat dirut PT KAI pada tahun 2009, Jonan adalah Direktur Utama PT Pembiayaan Usaha Indonesia, sebuah BUMN. Sebelum itu, lulusan akuntansi Universitas Airlangga ini menjadi direktur pengelola di CitiCorp. Menteri BUMN saat itu Sofyan Djalil menugasi Jonan menangani KAI. Ketika Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri BUMN, Jonan dipertahankan.

Jonan adalah seorang media darling. Kinerjanya mengelola PT KAI diliput dalam nuansa positif. Dia dianggap banyak melakukan pembenahan, misalnya merapikan stasiun, menertibkan pedagang di stasiun dan sekitarnya, sampai mengenalkan sistem e-ticketing. Di era Jonan pula kereta api bandara pertama kali beroperasi, yakni rail-link yang melayani rute Bandara Kuala Namu dengan Kota Medan.

“Pak Jonan adalah pekerja keras, sering tidak pulang, tidur di kereta api. Sekarang mengurusi semuanya, termasuk penerbangan,” kata Jokowi saat memperkenalkan Jonan, Minggu.

Sebagai Menhub, dengan kekuasaan lebih besar, banyak yang berharap Jonan bisa membenahi problem layanan di kereta api komuter. Belum lagi di berbagai angkutan darat, laut, dan udara. Jonan menyingkirkan peluang Rusdi Kirana, bos PT Lion Air yang juga Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Orang kepercayaan Megawati

Memberikan alasan pengangkatan menteri seperti yang Jokowi lakukan kemarin, baru kali ini dilakukan oleh seorang presiden. Ketika memperkenalkan Rini Mariani Soemarno, mantan Ketua Tim Transisi, sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jokowi memberi komentar, “Bu Rini berpengalaman menjadi CEO perusahaan besar, pekerja keras dan cepat. Super cepat malah”.

Rini dikenal luas saat menjadi Presiden Direktur PT Astra International Indonesia, setelah sebelumnya menjabat direktur keuangan. Ia berpengalaman pula menangani perusahaan bermasalah saat menjadi Wakil Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Dia juga pernah menjadi komisaris Bursa Efek Indonesia.

Rini yang gemar memasak dan pernah membuka restoran bakery Au Bon Pain ini mendirikan sejumlah perusahaan dan menjabat posisi tertinggi termasuk di PT Kanzen Indonesia, perusahaan motor rakitan dari Taiwan. Lulusan Wellesley College di Massachusetts, Amerika Serikat, ini dikenal sebagai orang dekat Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Perindustrian di era Presiden Megawati. Di mana ada Mega, di situ ada Rini. Dalam penyusunan kabinet, peran Rini signifikan, karena dia menjadi kepercayaan Mega dan Jokowi.

“Saya ini mendapat penugasan untuk mengembalikan fungsi BUMN sebagai agent of development. Seperti awalnya dulu. Tetap dikelola sebagai perusahaan yang sehat dan menguntungkan, tapi harus seimbang dengan fungsi mendorong pembangunan di berbagai sektor dan propinsi,” kata Rini, Minggu malam ini saat berbincang via telepon dengan saya. Saat menduduki pucuk pimpinan Astra, Rini membawahkan beragam unit usaha di perusahaan publik yang dikenal sebagai “blue-chips”.

Memulai dari nol

Susi Pudjiastuti semangat berlari-lari kecil ketika namanya disebut oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Perikanan dan Kelautan. “Bu Susi nggak usah lari-lari begitu,” canda Jokowi. Semua calon menteri memang berbaris rapi sesuai nomor urut di beranda di belakang Jokowi yang mengumumkan susunan kabinet di halaman belakang Istana Merdeka. Lalu mereka berlari-lari kecil menuju barisan di belakang Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang masing-masing didampingi istri.

“Bu Susi ini mendirikan perusahaan dari nol. Dia ekspor udang, juga membangun perusahaan penerbangan. Pengusaha sukses dan pekerja keras. Saya berharap dia bisa membenahi sektor perikanan dan kelautan kita, “ kata Jokowi.

Susi yang tidak tamat Sekolah Menengah Atas ini dikenal luas sejak keterlibatannya membantu evakuasi dan transportasi saat terjadi bencana tsunami di Aceh, Desember 2004. Dia pendiri dan pemilik Susi Air, perusahaan penerbangan antar pula yang mengelola 49 pesawat, termasuk pesawat carter. Awalnya adalah bisnis produk laut yang berbasis di Pangandaran, Jawa Barat. Kini dia punya bisnis pengolahan produk laut di sejumlah lokasi termasuk di Pulau Simeuleu, Nangroe Aceh Darussalam.

“Saya ini CEO, lho, Mbak Uni. Saya mengurusi semuanya. Pak Jokowi banyak bertanya soal bisnis saya, perikanan dan penerbangan. Juga pariwisata,” ujar Mbak Susi saat saya telpon, Jumat pagi (24/10). Sehari sebelumnya dia dipanggil Jokowi ke istana. Sempat tersiar kabar dia diplot menjadi Menteri Pariwisata. Jika tidak sedang menengok bisnis ekspor produk lautnya di Pangandaran, sehari-hari Susi tinggal di Hotel Grand Hyatt. Dia tipe CEO yang hands-on, menangani semua detil usaha secara langsung. Ini khas pengusaha yang membangun bisnisnya dari awal, dari nol. Dia tidak melanjutkan sekolah sampai lulus SMA karena alasan kesehatan. Dia pernah terjatuh di tangga sekolah.

Proses penetapan menteri ini saya lakukan dengan hati-hati dan cermat. Ini menjadi keutamaan karena … kita ingin mendapatkan orang-orang yang terpilih, bersih. Yang kita pilih mempunyai operational leadership yang baik, mempunyai kemampuan manajerial yang baik..
– Presiden Joko Widodo

Memasarkan Indonesia

Rachmat Gobel ditugasi menjadi Menteri Perdagangan. Di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, namanya selalu disebut sebagai kandidat menteri perdagangan atau menteri perindustrian.

“Saking seringnya disebut, dibilang sudah diteken Pak SBY lah, tapi nggak kejadian, saya nggak pernah mikirin tuh jadi menteri atau enggak,” kata Rachmat Gobel sambil tertawa. Minggu malam (19/10) kami bertemu di acara perpisahan beberapa menteri di kediaman pribadi mantan Menteri Perindustrian MS Hidayat. Sabtu malam (25/10), saya mewawancarai penerus grup bisnis Panasonic Gobel yang didirikan ayahnya, almarhum Haji Mohamad Thayeb Gobel. (BACA: Rachmat Gobel dan Presiden Jokowi diskusi ketahanan pangan)

Dalam tulisan lain di blog pribadi, saya pernah mengutip ucapan Jokowi saat bertemu dengan Forum Pemimpin Redaksi. Dalam acara yang berlangsung di Restoran Palais Kunsktring Gallery, Menteng, Jakarta Pusat (2/9), dia secara spesifik menyebut kriteria Menteri Pariwisata. “Orangnya harus yang bisa memasarkan pariwisata Indonesia. Turun langsung. Potensi kita bagus kok,” kata Jokowi. Kemampuan marketing Indonesia nampaknya menjadi kepedulian Jokowi, untuk semua tugas terutama kementerian pariwisata, yang kini tidak lagi bertugas untuk ekonomi kreatif.

“Pak Arief ini Dirut Telkom. Saya ingin dia bisa meningkatkan kinerja pariwisata. Dia dapat memanfaatkan era digital untuk memasarkan pariwisata. Dia kan mendapat gelar Marketeer of The Year 2013,” kata Jokowi saat mengenalkan Arief Yahya sebagai Menteri Pariwisata.

Gelar itu disematkan Majalah Marketeers yang didirikan oleh pakar pemasaran Hermawan Kertajaya. Di edisi khusus majalah ini, yang memuat sampul depan Arief Yahya, ada wawancara khusus dengan pria yang akrab dipanggil “Pak AY”. Di situ dia dianggap sukses mengelola PT Telkom, termasuk menghadirkan Indonesia Digital Network 2015. Ini adalah rencana menghadirkan Indonesia yang serba terhubung di berbagai lini.

Untuk mencapai target itu, Arief Yahya menargetkan Telkom memasang 1 juta titik wi-fi di seluruh Indonesia. Dia menulis buku marketing bersama Hermawan Kertajaya dan aktif mendorong jajaran direksi BUMN ini untuk aktif dalam asosiasi pemasaran, Di layar televisi Metro TV saya menonton Arief diwawancarai soal rencananya membangun sektor pariwisata. “Saya akan memanfaatkan media digital, media sosial,” kata Arief.

‘Internet cepat buat apa?’

Buat penggiat media sosial, terutama pengguna Twitter, siapa yang menjadi Menteri Komunikasi dan Informasi tentunya menjadi bahan diskusi seru. Maklum, lima tahun terakhir komunikasi digital dengan Menkominfo era Presiden SBY, Tifatul Sembiring cukup “dinamis”.

Tifatul yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kerapkali mendapat kritik pedas atas kebijakan dan ucapannya. Yang paling akhir adalah kicauannya soal, “Buat apa Internet cepat?” Pengangkatan Tifatul jelas bagian dari bagi-bagi kursi di kabinet Presiden SBY. PKS saat terakhir jelang deklarasi SBY-Boediono mendukung SBY, dan mendapat jatah empat kursi di kabinet.

Namanya sempat tergeser oleh politisi PDI-P Maruarar Sirait di saat jelang pengumuman kabinet, tapi Jokowi mengumumkan Rudiantara sebagai Menkominfo. Di berbagai survei menteri, nama Rudiantara yang kini masih menjabat sebagai komisaris di PT Indosat Tbk itu bersaing dengan direktur utama Radio Republik Indonesia Niken Widiastuti dan Mantan Kepala Humas Kemkominfo Gatot S. Dewabroto.

Rudiantara pernah menjadi eksekutif di PT Indosat, Excellcomindo (kini XL Axiata), dan Telkomsel. “Beliau CEO profesional yang telah memajukan sektor teknologi informasi publik di Indonesia,” ujar Jokowi soal Rudiantara.

Pria kelahiran Bogor 53 tahun lalu ini pernah menjabat Wakil Direktur Utama Semen Gresik, juga di posisi yang sama untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Tugas Rudiantara dari Jokowi? Antara lain membangun infrastruktur Internet yang cepat. Jangan sampai e-blusukan Presiden terganggu.

Ketika memperkenalkan Menteri Pertanian Dr Ir H Amran Sulaiman, alumni Universitas Hasanuddin, lagi-lagi Presiden Jokowi menekankan pengalaman sebagai CEO. “Ini pengusaha muda, membangun dari bawah, dari daerah, doktor pertanian,” kata Jokowi.  

Andi Amran Sulaiman lahir tahun 1968, dan menyelesaikan master dan doktoral di bidang pertanian dengan predikat cum laude. Dia aktif membantu kampanye Jokowi-JK untuk kawasan Timur Indonesia. Bapak empat anak ini mendirikan Tiran Group yang membawahi 10 anak perusahaan yang bergerak di bidang tambang, antara lain emas dan nikel, perkebunan tebu dan sawit, dan produsen bahan pembasmi tikus yang sudah dipatenkan. Dia juga distributor Semen Tonasa. Saat ini Tiran Group lewat PT Bahtera Mas membangun pabrik gula di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Bagi-bagi kursi

Pernah ditolak masuk pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) membuat Saleh Husein, putra Rote, Nusa Tenggara Timur, banting setir menggeluti usaha, mulai dengan bisnis kecil-kecilan kelengkapan sekolah dimodali sang ibu. Profil Saleh Husein yang dimuat di situs Merdeka.com menunjukkan kedekatan dia dengan putra mantan Wakil Presiden RI Try Soetrisno dan putra kedua Megawati Soekarnoputri, Prananda. Saleh Husein pernah menjadi direktur di perusahaan air minum Ades. Dia melakoni karir politik di Partai Amanat Nasional (PAN), lantas pindah ke Partai Hanura pimpinan Jendral TNI Wiranto. Di partai ini dia menjabat wakil sekretaris jendral. Profil Saleh Husein bisa dibaca di sini. Kehadiran Saleh Husein di kabinet Jokowi tak lepas dari porsi alokasi menteri untuk parpol pendukung.

Jokowi memberikan salah satu kursi yang “basah” dan “panas” di kabinetnya, ke Dr Sudirman Said. “Dia dikenal sebagai penggiat anti-korupsi, juga direktur utama PT Pindad, punya pengalaman di perusahaan,” kata Jokowi saat memperkenalkan Sudirman Said sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM).

Sudirman Said pernah jadi koresponden Majalah Tempo di London, saat melanjutkan studi setelah lulus dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Ia juga pernah menjabat direktur Masyarakat Transparansi Indonesia. Pengalaman pengelolaan usaha didapatnya saat menjadi eksekutif di Pertamina sebagai vice president supply chain management, juga di Indika Energy Group, termasuk menjadi direktur utama Petrosea, anak perusahaan Indika. Dari Indika dia direkrut menjadi direktur utama PT Pindad. Tugas Sudirman Said jelas. Kubu Jokowi selama kampanye meneriakkan perlunya memberantas mafia di sektor migas.

Sembilan orang dengan sentuhan pengalaman sebagai CEO di swasta maupun BUMN ini yang diandalkan Jokowi untuk menjadikan kabinetnya sebagai Kabinet Kerja, sebagaimana yang dia sampaikan saat pengumuman Minggu sore. Mereka harus siap mengikuti langkah cepat sang presiden. Itu dimulai dengan lari-lari kecil saat dipanggil namanya oleh sang bos untuk diperkenalkan ke publik. —Rappler.com

Uni Lubis adalah mantan chief editor news and current affairs di ANTV. Follow Twitter-nya @unilubis

Artikel ini sebelumnya diterbitkan di blog pribadinya di unilubis.com.

Add a comment

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.