8 film Prancis keliling Indonesia

Midjournal.com
Festival film asing pertama di Indonesia ini hadir kembali pada 4 – 7 Desember 2014 di sembilan kota besar Indonesia

JAKARTA, Indonesia — Sejak tahun 2012, Festival Sinema Prancis menghadirkan formula baru dalam programnya. Bekerjasama dengan jaringan bioskop XXI/21, Festival Sinema Prancis menghadirkan film-film utama Prancis yang beberapa diantaranya meraih penghargaan di ajang festival film internasional.

Sejak 1996, Festival Sinema Prancis telah menjadi ruang temu bagi masyarakat Indonesia yang ingin mengetahui keragaman dan kualitas produk-produk perfilman Prancis. Festival film asing pertama di Indonesia ini hadir kembali pada 4 – 7 Desember 2014 di sembilan kota besar Indonesia: Jakarta, Balikpapan, Bandung, Denpasar, Makassar, Malang, Medan, Surabaya, dan Yogyakarta. 

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Festival Sinema Prancis bekerja sama dengan Cinema XXI dan Cinema 21 menawarkan delapan film Prancis terbaru yang belum pernah ditayangkan di Indonesia. Delapan film tersebut terdiri dari berbagai genre: komedi, drama, asmara, thriller, dan fantasi.

 

ELLE L’ADORE 

SUTRADARA : Jeanne Herry
SKENARIO : Jeanne Herry, Gaëlle Macé
PEMERAN : Sandrine Kiberlain, Laurent Lafitte, Pascal Demolon
PRODUKSI : Les Productions du Trésor 2014 | 105’ | Komedi, Kriminal | Berwarna | Digital

Banyak bicara dan suka membual, Muriel, seorang ahli kecantikan, sering menceritakan hal-hal yang sulit dipercaya. Sudah 20 tahun ini ia mengidolakan seorang penyanyi terkenal, Vincent Lacroix. Lagu-lagunya menghiasi hari-hari Muriel, begitu pun dengan konser-konsernya, Muriel tidak pernah absen. Ketika suatu malam Vincent datang mengetuk pintu rumahnya, hidup Muriel berubah total. Ia terbawa dalam sebuah cerita yang tak mungkin ia berani ciptakan.

 

LA BELLE ET LA BÊTE (BEAUTY AND THE BEAST)

SUTRADARA : Christophe Gans
SKENARIO : Christophe Gans, Sandra Vo-Anh
PEMERAN : Vincent Cassel, Léa Seydoux, André Dussollier
PRODUKSI : Eskwad 2014 | 112’ | Fantasi | Berwarna | Digital

Tahun 1810. Setelah kapalnya tenggelam di lautan, seorang pedagang bangkrut dan mengasingkan diri ke pedesaan bersama keenam anaknya. Salah satunya adalah Belle, putrinya yang paling muda, ceria, dan berhati mulia. Suatu hari, ketika tersesat di hutan, sang pedagang menemukan istana Si Buruk Rupa yang kemudian hendak menghukum mati dirinya karena telah mencuri setangkai mawar. Merasa bersalah atas nasib buruk yang menimpa keluarganya, Belle pergi mengorbankan diri demi ayahnya. Di istana Si Buruk Rupa, ternyata bukan kematian yang menantinya, melainkan kehidupan yang ganjil di mana dalam setiap momen, kebahagiaan bercampur dengan kesedihan.

 

MEA CULPA

SUTRADARA : Fred Cavayé
SKENARIO : Fred Cavayé, Guillaume Lemans
PEMERAN : Vincent Lindon, Gilles Lellouche, Nadine Labaki
PRODUKSI : LGM Cinéma SAS, Gaumont 2014 | 90’ | Thriller | Berwarna | Digital

Simon dan Franck, polisi kota Toulon, merayakan akhir dari suatu misi. Di perjalanan pulang, mereka menabrak sebuah mobil dan merenggut nyawa dua orang, salah satunya adalah anak kecil. Franck selamat, sedangkan Simon yang mabuk akan kehilangan keluarga dan pekerjaannya. Enam tahun kemudian, Simon menjadi petugas keamanan dan berusaha menghidupi perannya sebagai ayah dari Théo. Franck yang masih bekerja sebagai polisi mengamati mantan rekannya dari kejauhan. Saat menonton pertunjukan adu banteng, Théo tidak sengaja menyaksikan pembunuhan yang dilakukan oleh mafia. Ia pun seketika menjadi incaran mereka. Simon melakukan segalanya untuk melindungi putranya dan mencari para pengejarnya.

 

GRACE DE MONACO

SUTRADARA : Olivier Dahan
SKENARIO : Arash Amel
PEMERAN : Nicole Kidman, Tim Roth, Frank Langella
PRODUKSI : Stone Angels 2013 | 100’ | Biografi, Drama | Berwarna | Digital

Ketika ia menikahi Pangeran Rainier pada 1956, Grace Kelly sudah terkenal sebagai bintang film dan memiliki karir yang gemilang. Enam tahun kemudian, ketika pernikahannya dilanda masalah, Alfred Hitchcock menawari dirinya kembali ke Hollywood untuk memerankan tokoh Marnie dalam film terbarunya. Pada saat yang bersamaan, Prancis mengancam untuk menjajah Monako, negara kecil di mana ia adalah putrinya. Terbagi dua, Grace harus memilih antara gairah seni yang masih menyala di dalam dirinya atau mendedikasikan dirinya sebagai Putri Grace dari Monako.

 

SILS MARIA (CLOUDS OF SILS MARIA)

SUTRADARA : Olivier Assayas
SKENARIO : Olivier Assayas
PEMERAN : Juliette Binoche, Kristen Stewart, Chloë Grace Moretz
PRODUKSI : CG Cinéma 2014 | 123’ | Drama | Berwarna | Digital 

Saat berusia delapan belas tahun tahun, Maria Enders pernah sukses di dunia teater saat dahulu ia memerankan tokoh Sigrid, seorang gadis muda ambisius yang kecantikannya membuat Helena, perempuan yang lebih tua dari dirinya, bunuh diri. Dua puluh tahun kemudian, ia ditawari lagi untuk membawakan kembali cerita tersebut, namun kali ini ia diminta memainkan peran Helena.

 

QU’EST-CE QU’ON A FAIT AU BON DIEU 

SUTRADARA : Philippe de Chauveron
SKENARIO : Philippe de Chauveron, Guy Laurent
PEMERAN : Christian Clavier, Chantal Lauby, Ary Abittan
PRODUKSI : UGC Images 2013 | 97’ | Komedi | Berwarna | Digital

Claude dan Marie Verneuil berasal dari kalangan menengah atas Katolik yang tinggal di kota kecil. Sebagai orang tua, mereka terbilang konservatif, namun selalu berusaha untuk berpikiran terbuka. Toleransi yang mereka berikan harus diuji kuat ketika putri mereka yang pertama menikah dengan seorang muslim, yang kedua menikah dengan seorang Yahudi dan yang ketiga dengan seorang Cina. Harapan untuk melihat salah satu dari putri-putri mereka menikah di gereja bertumpu pada putri mereka yang terakhir, yang untungnya, puji Tuhan, bertemu dengan seorang Katolik yang taat.

 

ATTILA MARCEL

SUTRADARA : Sylvain Chomet
SKENARIO : Sylvain Chomet
PEMERAN : Guillaume Gouix, Anne Le Ny, Bernadette Lafont
PRODUKSI : Eurowide Film Production 2013 | 106’ | Komedi | Berwarna | Digital

Paul (30 tahun) tinggal di apartemen di Paris bersama tante-tantenya, dua aristokrat tua yang membesarkannya sejak ia kecil dan yang memimpikan dirinya menjadi pianis andal. Hidupnya terkungkung dalam rutinitas keseharian antara bermain piano dan kelas dansa kedua tantenya. Terisolasi dari dunia luar, Paul tidak pernah benar-benar merasakan hidup sampai saat ia bertemu Madame Proust. Perempuan eksentrik ini memiliki resep teh herbal yang, berkat musik, dapat menghidupkan kembali memori masa lalu, bahkan yang paling terlupakan. Bersama dirinya, Paul menggali masa lalunya dan akhirnya menemukan kunci yang dapat membuatnya hidup.

 

CASSE-TÊTE CHINOIS (CHINESE PUZZLE)

SUTRADARA : Cédric Klapisch
SKENARIO : Cédric Klapisch
PEMERAN : Romain Duris, Audrey Tautou, Cécile De France
PRODUKSI : Ce Qui Me Meut 2013 | 114’ | Komedi, Drama | Berwarna | Digital

Xavier kini berusia 40 tahun. Lima belas tahun setelah L’Auberge espagnole dan sepuluh tahun setelah Les Poupées Russes, sekarang ia adalah bapak dari dua orang anak. Kegemarannya bepergian kini membawanya ke New York, di jantung Chinatown. Xavier mencari tempatnya. Perpisahan. Keluarga baru. Orang tua homoseksual. Imigrasi. Pekerjaan ilegal. Globalisasi. Hidupnya bagai sebuah teka-teki. Kehidupannya hari ini di New York, meski begitu acak dan jauh dari perasaan tenang, memberinya amunisi untuk menulis lagi. 

Selain memutar delapan film tersebut, Festival Sinema Prancis juga menayangkan tujuh film pendek Indonesia yang berkompetisi untuk memperebutkan satu hadiah: mengunjungi festival film pendek terbesar di dunia, Festival Film Pendek Internasional Clermont-Ferrand, pada awal 2015. 

Yang menarik lagi, untuk pertama kalinya, Festival Sinema Prancis mempersembahkan salah satu programnya secara khusus untuk seorang maestro film animasi Prancis, Jacques-Rémy Girerd. 

Kunjungi festivalsinemaprancis.com untuk jadwal lengkap pemutarannya. Selamat menonton! —Rappler.com

Artikel ini sebelumnya diterbitkan oleh Midjournal.com.