Natalan di Papua, Jokowi bisu soal penembakan Paniai

ATA
Natalan di Papua, Jokowi bisu soal penembakan Paniai

EPA

Presiden Jokowi belum beri pernyataan resmi tanggapi kasus penembakan di Paniai. Disinyalir ia masih menunggu hasil laporan penyelidikan tim gabungan.

JAKARTA, Indonesia — Peristiwa penembakan terhadap warga di Paniai, Papua, pekan lalu kini sudah menjadi sorotan dunia internasional, termasuk dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). PBB meminta meminta pemerintah Indonesia memfasilitasi investigasi independen atas peristiwa itu.

Namun, Presiden Joko “Jokowi” Widodo hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi atas desakan tersebut. Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengungkapkan presiden sudah meminta institusi terkait untuk mengusut tuntas kasus tersebut. (BACA: Siapa penembak warga Papua di Paniai?)

“Instruksinya adalah pengusutan tuntas. Sudah ada tim gabungan yang dikoordinasi oleh Menkopolhukam [Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan],” ujar Andi di kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/12).

Menurut Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno, saat ini ada tim dari TNI, Polri, dan Komnas HAM yang mengusut penembakan tersebut, seperti yang dikutip dari BBC Indonesia.

Andi dalam hal ini tidak menjelaskan alasan presiden tidak memberi pernyataan resmi menanggapi kasus yang dianggap sebagai pelanggaran HAM tersebut. Padahal, pekan depan Jokowi akan bertolak ke Papua untuk merayakan Natal bersama warga.

Ia menyatakan Presiden kini sedang menunggu hasil laporan penyelidikan tim gabungan dalam kasus itu. 

Pemerintah, sambung Andi, terbuka untuk menerima laporan penyelidikan dari pihak lain, bukan hanya dari tim yang dibentuk oleh Kementerian Polhukam. Penegak hukum dan pemerintah, menurutnya, tidak ingin terburu-buru menyebut kasus penembakan di Paniai terjadi karena kelompok separatis sampai ada laporan resmi dari lapangan. (BACA: Problems grow in Papua for Jokowi)

“Minggu depan akan ada titik yang lebih jelas yang bisa dilaporkan ke Presiden tentang apa yang terjadi dan kebijakan apa yang harus diambil oleh presiden untuk mengurangi kemungkinan kekerasan serupa berulang di Papua,” lanjut Andi. 

Sementara itu, terkait kunjungan ke Papua, kata Andi, Jokowi akan mengunjungi sekitar tiga atau 4 tempat, salah satunya adalah Jayapura.

Sedangkan tempat-tempat lainnya belum diputuskan. Relawan Jokowi di Papua, sambungnya, akan diberdayakan akan untuk memfasilitasi presiden melakukan blusukan di beberapa daerah di Papua.

“Presiden bersedia untuk pergi ke wilayah-wilayah yang memang di situ justru harus didengar. Bagaimana orang Papua berbicara tentang Tanah Papua,” ungkap Andi.

Sementara itu di tempat yang sama, Kapolri Jenderal Sutarman mengaku pihaknya sudah melakukan proses penegakan hukum terhadap peristiwa penembakan di Paniai. Hanya saja, belum ada penetapan tersangka atas peristiwa itu.

“Sedang diproses. Sudah 50 orang yang diperiksa. Saya kira tidak terlalu susah menemukan senjatanya dari mana,” singkat Sutarman. —Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.