Densus 88 tangkap ‘teroris’ di Sukoharjo

Arfi Ahmad
Pria terduga teroris ini disebut-sebut sebagai jaringan Badri Cs. Polisi menemukan bahan pembuat bom di rumahnya.
DENSUS 88. Densus 88 saat menangkap empat teroris. Foto diambil di Bandara Soekarno Hatta, 14 September 2014. Bima Sakti/AFP

SUKOHARJO, Indonesia – Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap seorang pria yang diduga anggota jaringan teroris di Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (23/12). Polisi juga mengamankan sejumlah bahan pembuat bom yang ditemukan di rumah pria bernama Dodik Kuncoro tersebut.

 Dodik ditangkap oleh Densus 88 saat berjalan kaki dari rumahnya, Desa Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. “Dia berjalan dari masjid hendak pulang ke rumah,” kata Parjiman, salah satu warga. Saat itu, Dodik baru saja mengikuti Sholat Ashar berjamaah di masjid dekat rumahnya.

Dodik langsung dihadang oleh sekelompok pria berbadan tegap dan berpakaian preman. Mereka datang dengan mengendarai dua mobil minibus. Sekelompok pria itu meringkus dan memasukkan Dodik ke dalam mobil. Kemudian, dua mobil itu langsung tancap gas meninggalkan lokasi.

Warga juga sempat kaget melihat kejadian yang berlangsung cepat itu. “Kami hanya bisa menduga-duga saja bahwa yang menangkap adalah Densus,” katanya. Dugaan itu terbukti saat polisi melakukan olah tempat kejadian perkara pada malam harinya.

Polisi Temukan Bahan Bom

Polisi bersenjata lengkap tiba di rumah Dodik sekitar empat jam setelah penangkapan. Personel Densus 88 dibantu oleh Polres Sukoharjo menggeledah rumah tersebut selama sekitar satu jam.

Di rumah tersebut, polisi menemukan sejumlah bahan pembuat bom. Bahan tersebut meliputi black powder, belerang, urea, arang serta potasium. “benda-benda itu disembunyikan di atas plafon,” kata Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifa’i.

Bahan-bahan tersebut ditemukan dalam kondisi terpisah dan belum dirakit menjadi sebuah bom. Polisi juga tidak menemukan alat lain yang biasa digunakan untuk membuat bom, seperti peralon serta detonator. “Benda lain yang ditemukan hanya berupa pedang,” katanya.

Jaringan Badri Cs

Masih menurut Andy, terduga teroris yang ditangkap tersebut berasal dari kelompok lama. “Informasinya memang dia kelompok Badri,” katanya. Badri sendiri telah ditangkap dua tahun lalu di rumahnya yang berada di Pajang, Solo.

Nama Badri menjadi terkenal saat polisi menemukan bahan bom cair di rumahnya. Bom jenis ini disebut-sebut memiliki daya ledak yang cukup tinggi. “Namun dalam penggeledahan tadi tidak ditemukan bahan pembuat bom cair,” kata Andy.

Kelompok Badri ini juga terkait dengan kelompok Ciputat yang digerebek Densus 88 pada awal tahun kemarin. Enam terduga teroris tewas dalam penggerebekan tersebut.– Rappler.com