Hangusnya ikon batik Pasar Klewer Solo

Arfi Ahmad
Himpunan Pedagang Pasar Klewer mengatakan kerugian yang diderita oleh pedagang cukup besar. Taksirannya hingga Rp 10 triliun.

SOLO, Indonesia — Wajah Hartono terlihat pasrah. Pandangan matanya nanar tertuju pada kobaran api yang melalap Pasar Klewer Solo, Jawa Tengah, Sabtu (27/12) malam kemarin. Dagangannya berupa baju batik yang ada dalam pasar tidak bisa terselamatkan.

Sebenarnya, pria berusiah 47 tahun itu sudah mencoba memberanikan diri menerobos masuk untuk menyelamatkan dagangannya. Namun, langkahnya terhenti lantaran dilarang oleh polisi beserta petugas pemadam kebakaran. Saat itu, nyala api memang sangat besar lantaran angin berhembus kencang.

Kebakaran di pasar yang menjadi ikon pusat belanja batik di Kota Solo itu memang berlangsung cepat. Sekitar pukul 20.00 WIB, api baru menyala di ujung sebelah barat. Enam jam kemudian, api sudah menghanguskan seluruh bangunan pasar.

Padahal, jumlah pemadam kebakaran yang dikerahkan juga sulit dihitung. Beberapa kabupaten sekitar mengirim bantuan tim pemadam kebakarannya. Bahkan, kendaraan water canon milik polisi juga ikut digunakan untuk memadamkan api.

Kerugian capai Rp 10 triliun

Hingga saat ini penyebab terjadinya kebakaran pasar belum diketahui. Polda Jawa Tengah telah menerjunkan tim laboratorium forensik untuk menyelidiki kejadian tersebut.

Humas Himpunan Pedagang Pasar Klewer, Kusbani, mengatakan kerugian yang diderita oleh pedagang cukup besar. “Taksirannya hingga Rp 10 triliun,” katanya.

Saat kebakaran melanda, kios di dalam pasar memang terisi penuh. Musim liburan membuat pedagang harus menambah stok lantaran banyaknya wisatawan yang berbelanja.

Lebih dari dua ribu pedagang harus menanggung sendiri kerugian itu. Sebab, kebanyak merupakan pedagang tradisional yang tidak mengasuransikan kiosnya. “Yang diasuransikan paling hanya 10 persen,” kata dia.

Pemerintah siapkan pasar darurat

Saat ini, Pemerintah Kota Solo tengah berkoordinasi untuk menyiapkan pasar darurat bagi pedagang. Pasar darurat harus disediakan agar pedagang masih bisa terus mengais rejeki.

“Ada beberapa tempat yang dijadikan alternatif,” kata Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo. Salah satunya adalah di lahan Benteng Vastenburg. Selain dikelilingi tembok benteng, lokasi itu dianggap representatif karena cukup luas.

Menurutnya, Pemerintah Kota Solo belum memiliki anggaran untuk membangun kembali Pasar Klewer. Apalagi APBD untuk tahun depan juga sudah ditetapkan. “Kami akan meminta bantuan dari pemerintah pusat,” katanya. —Rappler.com