AirAsia tawari keluarga santunan Rp 300 juta

Diah Rizki
Keluarga Pilot Iriyanto belum tahu soal santunan tersebut.

Foto oleh EPA.

JAKARTA, Indonesia- Presiden Direktur AirAsia Indonesia, Sunu Widyatmoko, buka suara perihal kabar yang menyatakan pihaknya memberikan uang sejumlah Rp 300 juta kepada keluarga korban AirAsia.

Setelah beberapa hari bungkam, kali ini Sunu tak menampik berita tersebut. “Itu inisiatif kami,” ujarnya singkat saat ditemui di Crisis Centre Mapolda Jatim, Rabu, (7/1).

Menurut Sunu, pihaknya hanya mencoba membantu kesulitan keluarga setelah terjadinya musibah ini.”Itu hanya sebagian dari yang harus diberikan.”

Jika dilihat dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara, jumlah itulah yang harus diberikan pihak maskapai kepada korban kecelakaan.

Sedangkan menurut Pasal 3 Peraturan Menteri tersebut adalah sejumlah Rp 1,25 miliar per penumpang.

Keluarga Pilot Iriyanto bungkam perihal asuransi

Selain pihak maskapai, pihak keluarga korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 pun turut bungkam perihal asuransi.

Saat dihubungi Rappler, Bagianto, Ketua RW 12 di mana Kapten Iriyanto, pilot pesawat QZ8501 tinggal, menyatakan keluarga masih enggan membicarakan masalah asuransi. Baik dari istri, anak, maupun adik Kapten Iriyanto bungkam saat ditanya perihal hal tersebut.

“Saya nggak mau bahas asuransi dulu, fokus saja dulu.” ungkap Yono, adik Iriyanto.

Pun dengan Ninis, putri sulung pilot AirAsia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata, Ahad lalu, ia enggan berbicara lebih lanjut. “Fokus ke penemuan papa sama pesawat saja.”

Keluarga Kapten Iriyanto sampai Selasa malam, masih menggelar pembacaan doa bersama. “Ya doanya buat keselamatan.” jelas Bagianto yang sejak terjadinya musibah ini, selalu siaga di kediaman pilot Iriyanto.-Rappler.com