Thailand

#ShameOnYouJokowi jadi trending di Twitter

Rappler.com
#ShameOnYouJokowi dibuat bukan untuk mempermalukan Jokowi, tapi untuk mengingatkan, mantan Wali Kota Solo tersebut akan suara hati para relawan untuk menolak Budi Gunawan.

Presiden RI Joko Widodo. Foto oleh EPA

JAKARTA, Indonesia- Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat mengetuk palu untuk pengesahan Komisaris Jenderal Budi Gunawan menjadi Kepala Polisi RI membuat sebagian netizen kecewa. Kekecewaan itu pun kemudian tidak hanya ditujukan pada DPR, tapi juga Presiden Joko Widodo.

Luapan kekecewaan itu disampaikan netizen dengan tagar #ShameOnYouJokowi. Tagar itu hingga berita ini ditulis, masih menjadi nomor dua di trending topic twitter.

Berikut beberapa cuitan mereka:

Candoel Slankers adalah relawan salam dua jari, saat Joko Widodo melakukan kampanye sebagai calon presiden tahun lalu. Candoel bersama anggota band lainnya Abdee Negara, dan presenter Olga Lidya, beserta artis-artis lainnya.

Selain Candoel, akun lain misalnya Kristanto atau @Singkeek ia menasihati Jokowi agar meminta nasihat sang Ibunda, perihal Budi Gunawan.

Pendukung lainnya menciptakan meme-meme kritik Jokowi, tetap dengan hastag #shameonyoujokowi. Seperti akun @AshdaqFillahFR

Dan akun @RyanHendriyan:

Penyebar hastag #ShameOnYouJokowi ini bukan digagas oleh haters Jokowi, melainkan oleh para relawan dan pendukung yang mengaku memilih mantan Wali Kota Solo ini.

Seperti Ahmad Sahal, salah satu pendukung Jokowi yang saat ini menjadi pengurus Nahdatul Ulama cabang Amerika. “Begitu banyak pendukung n relawan Jokowi yg suarakan penolakan terbuka thd BG. Mrk pemilih kritis, tak me-Nabi-kan JKW. Catat!” katanya.

 

KPK ikut meragukan komitmen Jokowi

Senada dengan para relawan dan pendukung Jokowi, Komisi Pemberantasan Korupsi juga menyatakan keraguan atas komitmen presiden memberantas korupsi.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Adnan Pandu Praja menyatakan, KPK ragu pada Presiden Joko Widodo jika orang nomor satu di negeri ini itu tetap melantik Komisaris Jenderal Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri.

“Kalau membaca komitmennya (Jokowi) mengenai anti-KKN, lima tahun ke depan dia akan mengkhianati komitmen itu, jadi komitmen anti korupsinya diragukan,” kata Adnan di gedung KPK Jakarta, Kamis, 14 Januari 2014.

Pernyataan itu diungkapkan Adnan setelah menerima relawan salam dua jari yang datang ke KPK hari ini.

Komitmen Antikorupsi yang dimaksud Adnan adalah Buku Putih 8 Agenda Pemberantasan Korupsi, yang telah ditandangani Jokowi dan Jusuf Kalla pada  saat masa kampanye pemilihan presiden.

Bila Jokowi tetap melantik Budi Gunawan sebagai Kapolri, menurut Adnan, hal itu dapat melecehkan organisasi Polri secara keseluruhan.

“Bayangkan kalau diteruskan dan kami menggeledah, menyita terkait pribadi seorang Kapolri yang menjadi tersangka kan dikira kami melecehkan Polri,” katanya. Sehingga berdampak pada konflik kelembagaan, dan bisa menimbulkan chaos.

Apalagi banyak kegiatan KPK yang bekerja sama dengan Polri di daerah.
“Kami khawatir berdampak pada kinerja KPK,” katanya. – dengan laporan dari Lina/Rappler.com

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.