Pemerintah hemat Rp 18 triliun anggaran dinas dalam 100 hari pertama

Handoko Nikodemus
Pemerintah hemat Rp 18 triliun anggaran dinas dalam 100 hari pertama
Pemerintah juga berhasil menghemat Rp 1,3 triliun dari larangan rapat di hotel-hotel.

JAKARTA, Indonesia — Dalam waktu 100 hari kepemimpinan Presiden Joko “Jokowi” Widodo, pemerintah telah berhasil menghemat anggaran dinas sebesar Rp 18 triliun.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Yuddy Chrisnandi dalam acara evaluasi kinerja kementerian tersebut di Senayan, Jakarta, Selasa (27/1).

Selain itu, pemerintah juga berhasil menghemat Rp 1,3 triliun dari larangan rapat di hotel-hotel. (BACA: Pejabat negara dilarang gelar resepsi pernikahan mewah)

“KemenPANRB sendiri dalam dua bulan bisa hemat anggaran rapat Rp 4 miliar, sementara [Kementerian] ESDM menghemat Rp 15 miliar,” ungkapnya.

Penghematan ini tidak lain disebabkan oleh revolusi mental yang dicanangkan oleh pemerintahan Jokowi.

Dalam rangka mendorong tercapainya efisiensi nasional dan pola hidup sederhana di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), telah diterbitkan Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 10 Tahun 2014 mengenai Peningkatan Efektifitas dan Efisensi Kerja Aparatur, Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 11 Tahun 2014 mengenai Pembatasan Kegiatan Pertemuan/Rapat di Luar Kantor, dan Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 13 Tahun 2014 tentang Gerakan Hidup Sederhana.

Dari pantauan Kedeputian Kelembagaan dan Tata Laksana, instansi pusat maupun daerah telah menindaklanjuti Surat Edaran Menteri PANRB, khususnya  Nomor 10 dan 11 Tahun 2014. Pimpinan instansi umumya menindaklanjuti dengan penerbitan Surat Edaran untuk melaksanakan ketentuaan dalam Surat Edaran Menteri PANRB sampai unit terkecil.

“Dalam dua bulan ini, mendekati 99,9 persen tidak ada lagi instansi pemerintah yang rapat di hotel,” ujar Yuddy.

Menurutnya, tidak lanjut dari perintah penghematan itu tampak nyata hingga di pemerintahan daerah.

“Salah satu contoh konkretnya adalah Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Pak Soerya Respationo. Beliau sudah menyiapkan resepsi [untuk anaknya]. Menikahnya di awal Januari 2015. Enam ribu orang yang sudah diundang. Dia juga menyiapkan satu hotel yang cukup besar di Batam. 

“Dengan adanya surat edaran tersebut, beliau membatalkan undangan dan dipindahkan ke rumah dengan undangan terbatas. Ini adalah sebuah perubahan perilaku revolusi mental yang signifikan,” ungkap Yuddy.

Selain itu, penghematan juga dimulai dari hal-hal kecil seperti penggunaan listrik yang tidak berlebihan.

“Listrik kita hemat banyak seperti kita minta AC-nya jangan di bawah 24 derajat,” ujar Yuddy.

Ke depannya, ia mengaku tidak ada target penghematan anggaran yang harus dicapai. —Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.