Penyidikan terhadap Samad dimulai; Hasto saksi pertama

Dio Damara
Samad diduga langgar kode etik setelah menemui elite PDI-P terkait pencalonan wakil presiden

Ketua KPK Abraham Samad. Foto oleh Adek Berry/AFP

JAKARTA, Indonesia — Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri, Inspektur Jenderal Budi Waseso, menyatakan penyidikan terhadap ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dimulai.

Bareskrim memulai penyidikan dengan memintai keterangan Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto ihwal pertemuannya dengan Samad sepanjang 2014 lalu.

“Hasto waktu itu sudah kami mintai keterangan di awal,” kata Budi di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 2 Februari 2015.

Kamis, 22 Januari lalu, Hasto menggelar konferensi pers ihwal enam pertemuannya dengan Samad terkait dengan pencalonan Samad sebagai wakil presiden Joko “Jokowi” Widodo. Serangkaian pertemuan itu dimulai pada awal 2014 dan berakhir 19 Mei 2014. (BACA: PDI-P: Abraham Samad bermain dengan api)

Hasto pun mengajak wartawan mengunjungi Capital Residence Apartment, Pacific Place, Jakarta Selatan, yang ditengarai sebagai tempat pertemuan Samad dan sejumlah elite PDI-P, salah satunya diduga Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Samad kemudian dilaporkan Direktur Eksekutif KPK Watch, Muhammad Yusuf Sahide, ke Bareskrim, pada 22 Januari. Laporan Sahide diterima dengan nomor laporan LP/75/I/2015/Bareskrim/ tertanggal 22 Januari 2015. Ia dianggap melanggar Pasal 36 dan Pasal 65 Undang-Undang KPK.

Hasto diperiksa untuk mengetahui benar atau tidaknya pernyataannya itu. Jika benar, menurut Budi, penyidik segera membuat berita acara pemeriksaan. “Supaya itu bisa dipertanggungjawabkan,” kata Budi. 

Tapi Bareskrim hingga kini belum menjadwalkan pemeriksaan Hasto dan Tjahjo.

Selain meminta keterangan saksi, Bareskrim juga telah mengamankan sejumlah alat bukti dari Capital Residence Apartment. “Semua kami kumpulkan data-datanya. CCTV yang di apartemen itu sudah dikumpulkan semua,” ujar Budi. —Rappler.com