Akil akui bahas sengketa pilkada dengan Bambang

Dio Damara
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar mengakui bahwa dia pernah membahas sengketa Pilkada Kotawaringin Barat dengan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. Namun menurutnya, tidak ada transaksi yang dilakukan.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. Foto oleh EPA

JAKARTA, Indonesia – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar mengakui pernah bertemu dengan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto dan membahas sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kotawaringin Barat dalam pertemuan tersebut.

“Dia mau pulang ke Depok, saya antar sampai Pasar Minggu,” kata Akil usai diperiksa Badan Reserse dan Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri), Rabu malam, 4 Februari 2015.

 “Tapi tidak ada transaksi.”

Pembahasan sengketa dilakukan sepanjang perjalanan. Tidak dijelaskan kapan ini terjadi.

Pertemuan dengan Bambang menurut Akil, sudah diungkapkan pada pembelaannya di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada 23 Juni 2014 dan dimasukkan dalam pledoi.

Akil juga mengakui ada pengaturan hasil sengketa, namun menolak menjelaskan lebih jauh.

Akil diperiksa penyidik Polri sebagai saksi di kasus saksi palsu sengketa Pilkada Kotawaringin Barat yang diduga melibatkan Bambang.

Bambang, yang pada masa itu berprofesi sebagai pengacara, dituduh meminta seorang saksi untuk memberikan keterangan palsu. Dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri dan sempat ditahan sehari pada Januari lalu.

Kasus ini mencuat setelah lembaga yang dipimpinannya menetapkan calon Kapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka kasus penyuapan. Ketua KPK Abraham Samad berpendapat kasus Bambang dan kasus hukum yang menimpa tiga pimpinan KPK lainnya akhir-akhir ini berkaitan dengan penetapan Budi sebagai tersangka.  –Rappler.com