Indonesia

Arzeti Bilbina siap hadapi Tri Rismaharini di Pilwalkot Surabaya

Kartika Ikawati
Arzeti Bilbina siap hadapi Tri Rismaharini di Pilwalkot Surabaya
Tri Rismaharini punya "saingan" baru, dia adalah mantan model papan atas Arzetti Bilbina yang kini menjadi anggota DPR dari Partai Kebangkita Bangsa daerah pemilihan Surabaya. Tahun depan, Arzetti bakal menjajal peruntungan di Pemilihan Walikota Surabaya.
SURABAYA, Indonesia — Hingar-bingar Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Surabaya mulai terasa. Walau jadwalnya mundur dari tanggal yang direncanakan, semula 16 Desember 2015 menjadi Februari 2016, bursa calon Walikota Surabaya diminati sejumlah tokoh, termasuk artis ibukota yang juga anggota DPR RI, Arzetti Bilbina.

Anggota DPR RI  Komisi VIII itu diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai yang juga berhasil membawa Arzetti menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019. Arzeti membenarkan hal ini. 

Saat ini dia berada di Surabaya untuk menyapa warga dan memahami kondisi masyarakat Surabaya. “Mohon doanya ya, ini masih proses masih tahun depan ya, masih ada waktu untuk persiapan sambil berjalan,” ujar Arzetti, Rabu, 4 Maret.

Arzetti tertantang berhadapan dengan Risma

Foto oleh Kartika Ikawati/Rappler

Ketika disinggung akan bersaing dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini, perempuan berdarah Minangkabau ini tak merasa tersaingi, ia justru termotivasi jika nantinya Risma benar-benar maju menjadi lawannya. 

“Sebagai perempuan aku senang ya ada pemimpin perempuan, karena biasanya perempuan itu lebih telaten, lebih care. Kalau buat aku, keberadaan Bu Risma itu motivasi tersendiri ya. Siapapun nanti yang dipilih masyarakat adalah pemimpin yang terbaik, kalau yang terpilih perempuan lebih baik lagi,” tuturnya.

Di Komisi VIII DPR RI, Arzetti dikenal getol menyuarakan hak-hak perempuan. Memang pemberdayaan perempuan menjadi salah satu bidang dalam lingkup kerja Komisi VIII DPR RI.

Mantan model ini termasuk beruntung bisa melenggang ke Senayan, karena ia berhak menggantikan Imam Nahrawi yang kini menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga. Dalam pemilihan legislatif tahun lalu, Arzetti merupakan calon legislatif daerah pemilihan (Dapil) Jatim I (Surabaya-Sidoarjo). Ibu tiga anak ini memperoleh suara di posisi ketiga (48.306 suara). 

Saat itu PKB hanya mendapat dua jatah kursi yakni Imam Nahrawi dan Syaikhul Islam. Sesuai dengan pasal 241 ayat 1 UU No 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3), yang berhak menggantikan anggota DPR yang berhenti adalah peraih suara terbanyak berikutnya di dapil yang sama. 

PKB yakin Arzetti punya modal awal yang cukup 

Sementara itu Wakil Ketua Bidang Monitoring dan Evaluasi Pilkada DPW PKB Jatim Musyafak Rouf menyatakan optimis Arzeti Bilbina bisa bersaing dalam Pilwalkot Surabaya.

Menurutnya Arzetti memiliki kriteria yang cocok sebagai kandidat kuat calon Walikota Surabaya. 

Selain menjadi anggota DPR dari dapil Surabaya, Arzetti juga memiliki komunitas pendukung yang kuat di luar NU dan PKB. “Mbak Arzetti juga sudah dikenal masyarakat, dia juga cantik, hal ini menjadi daya tarik tersendiri terutama di kota-kota besar banyak anak muda yang lebih senang dipimpin oleh orang yang rupawan,” kata Musyafak pada Rappler Indonesia.

Musyafak menuturkan, saat ini PKB masih dalam proses mencari pasangan yang akan mendampingi Arzetti kelak di Pilwalkot Surabaya. PKB belum memiliki kendaraan yang cukup untuk berangkat sendiri dalam Pilwalkot, sehingga masih perlu mencari pasangan atau berkoalisi dengan partai lain.

Saat ditanya tentang peluang Risma dipasangkan dengan Arzetti, Musyafak menyetujui namun ragu dengan posisi Risma saat ini. “Kalau gandeng Bu Risma tambah indah sekali. Tapi ya apa mungkin, Bu Risma punya kendaraan perorangan, juga punya PDI-P, mungkin dia lebih senang kendaraan itu,” kata Musyafak

“Tapi kalau mau gabung sama Arzetti wah nggak ada yang nandingi, Surabaya nggak usah pemilu saja sudah ketahuan siapa pemenangnya,” candanya.

Tapi kalau disuruh memilih, warga Surabaya pilih siapa ya? —Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.