Apa kata pemilih muda Surabaya tentang Ahmad Dhani jadi walikota?

Diah Rizki
Musisi Ahmad Dhani akan maju melawan salah satu walikota terbaik dunia dalam Pemilihan Walikota Surabaya tahun 2015. Pemilih muda pesimis Dhani mampu menjadi pemimpin mereka.
Musisi Ahmad Dhani pernah menuai protes karena menggunakan seragam Nazi dalam video klip terbarunya, 25 Juni 2014 lalu. Foto oleh Bagus Indahono/EPA
SURABAYA, Indonesia – Beberapa hari yang lalu, Ahmad Dhani dikabarkan akan maju sebagai calon walikota Surabaya di pemilihan tahun depan, tepatnya Februari 2016. Rappler Indonesia mendatangi pemilih muda Surabaya untuk mencari tahu pendapat mereka tentang pencalonan ini. (BACA: Controversial rocker Ahmad Dhani might run for Surabaya mayor)
Bila ia resmi mencalonkan diri, musisi Ahmad Dhani akan maju sebagai calon walikota Surabaya dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) melawan Tri Rismaharini di Pemilihan Walikota bulan April 2015. Dan artis cantik Arzetti Bilbina yang juga berniat maju di bawah payung Partai Kebangkitan Bangsa. (BACA: Arzeti Bilbina siap hadapi Tri Rismaharini di Pilwalkot Surabaya)
Ahmad Dhani yang selama ini dinilai sebagai frontman band Dewa, selebritis kontroversial, dan juri ajang pencarian bakat nasional, memang belum punya pengalaman di dunia politik sebelumnya.
Peran politik Dhani yang paling signifikan mungkin adalah kontribusinya mengkampanyekan pasangan Prabowo-Hatta dalam Pemilu 2014 kemarin, baik melalui kampanye langsung, serial tweet, maupun video musiknya di Youtube.
Lalu, apakah Dhani mampu menjadi pemimpin kota Surabaya dan membawa kota pahlawan tersebut ke arah yang lebih baik? Lebih dari itu, apakah Dhani mampu menyaingi popularitas dan kesuksesan Ibu Risma? Rappler mewawancarai beberapa pemilih muda Surabaya pada Senin, 9 Maret untuk mencari jawabannya.
Sebagian pemilih muda pesimis

“Ahmad Dhani kalau menurutku itu musisi handal, karya-karyanya bagus,” ungkap Ryan Mirza, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga pada Rappler Indonesia, Senin, 9 Maret 2015. 

Tidak bisa disangkal kalau Dhani merupakan musisi handal dengan karya-karya legendaris, namun dalam bidang kepemimpinan, keahlian Dhani masih diragukan.

Lebih dari 10 pemilih muda berpendapat bahwa Ahmad Dhani belum mampu memimpin. Latar belakang politik dan kepemimpinannya belum dinilai cukup, meskipun ia telah berhasil memimpin Manajemen Republik Cinta selama sekian tahun dan membawanya ke puncak kesuksesan dan popularitas.

“Ahmad Dhani orangnya idealis dan ceplas-ceplos, mimpin manajemennya mungkin oke, tapi memimpin kota Surabaya? Saya nggak bisa memasrahkan kota sehebat Surabaya ke tangan orang seperti dia,” ujar Ninnas, mahasiswa pasca sarjana Ekonomi Universitas Airlangga.

Selain itu, nampaknya popularitas Risma masih tidak dapat tergoyahkan. Ia masih dicintai masyarakatnya dan dianggap mumpuni untuk memimpin Surabaya selama lima tahun ke depan.

Pilih Risma ketimbang Dhani

20 pemilih muda yang dijaring pendapatnya oleh Rappler Indonesia, mengaku masih optimis Risma mampu memimpin Kota Surabaya dengan baik, jauh lebih baik daripada jika Ahmad Dhani yang menjadi walikota.

“Saya sih pesimis kalau dipimpin Ahmad Dhani, lha wong orangnya gitu,” ceplos Ichal, mahasiswa yang sedang menempuh pasca sarjana di Institut Teknologi Sepuluh November ini.

“Background Risma yang sarjana perancangan tata kota masih jauh lebih mumpuni untuk menjadikan Surabaya lebih baik,” lanjutnya.

Kalaupun Dhani tetap maju, ia akan menghadapi persaingan sengit melawan Tri Rismaharini. Sebagai walikota incumbent, Risma telah membuktikan kualitasnya sebagai pemimpin yang baik.

Pada bulan Febuari kemarin, Risma berhasil mendapatkan posisi ketiga sebagai walikota terbaik dunia dari The City Mayors Foundation.

Di bawah arahan Risma, Surabaya kini memiliki 11 taman besar –salah satunya bahkan dianugerahi taman terbaik di Asia Tenggara- lengkap dengan fasilitas Wi-Fi, perpustakaan, dan alat olah raga, lahan penyerapan air, dan ruang terbuka hijau.

Pada pertemuan dengan AmCham bulan November lalu, Risma menyatakan bahwa Surabaya kini telah menjadi kota dengan kepuasan penduduk tertinggi kedua di dunia, hanya kalah dari Chennai. Surabaya juga memiliki tingkat keamanan yang sangat tinggi sejak pemerintah berhasil menyediakan pelayanan optimal, pekerjaan, dan pengawasan bagi warganya.

Risma juga dipuji atas keberaniannya menutup lokasi prostitusi Dolly dan kepeduliannya dalam memperjuangkan hak-hak korban pesawat jatuh Air Asia pada akhir Desember lalu.

Bagaimana dengan kamu? Apakah menurutmu Ahmad Dhani pantas menjadi walikota Surabaya selanjutnya? – Rappler.com