Anggaran pengharum ruangan DPR miliaran rupiah, wajarkah?

Anggaran pengharum ruangan DPR miliaran rupiah, wajarkah?
Anggota DPR beralasan kalau gedung yang semakin tua butuh dana perawatan yang semakin besar.

JAKARTA, Indonesia — Beberapa hari ini, anggaran pemeliharaan gedung Dewan Perwakilan Rakyat  (DPR) RI menjadi sorotan. Perhatian masyarakat terpaku pada kebutuhan pewangi ruangan sebesar Rp 2 miliar.

Dalam Rencana Umum Pengadaan Tahun Anggaran 2015, Sekretariat Jenderal DPR RI menganggarkan kegiatan Biro Pemeliharaan Bangunan dan Instalasi untuk pembelian pewangi ruangan sebesar Rp 2.302.280.000.

Dua miliar untuk pewangi ruangan? Apa jumlahnya tidak terlalu besar? Begitulah kurang lebih reaksi yang beredar di media sosial.

Pewangi ruangan yang dimaksud adalah alat bermerek Calmic yang berisi cairan pengharum. Alat tersebut akan menyemprotkan cairan dalam rentang waktu tertentu.

Sekretaris Jenderal DPR Winantuningtyastiti merinci isi dari mata anggaran tersebut.

“Sebenarnya itu untuk enam item: Alat pengharum ruangan, alat pengharum urinoar, tisu dan tempatnya, cairan pembersih dudukan toilet, pewangi acara pidato kenegaraan, dan tempat pembalut wanita,” katanya.

Contoh pewangi ruangan Calmic di salah satu ruangan anggota DPR RI. Foto oleh Miryam Joseph Santolakis/Rappler

Untuk alat pengharum urinoar saja, lanjut Winantuningtyastiti, ada 385 alat yang harus diisi ulang 12 kali per tahun. DPR juga butuh 112 cairan pembersih dudukan toilet per bulan serta berbagai benda lainnya. 

Wakil Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat Johnny G. Plate berkata bahwa anggaran tersebut masuk akal, terutama jika mengingat umur dan luas gedung DPR.

“Semakin tua gedung, semakin tua maintenance-nya. Dibutuhkan pewangi-pewangi yang jumlahnya lebih banyak. Itu butuh penyegaran. Saya tidak tahu berapa jumlahnya, ini gedungnya besar. Rp 2,3 miliar itu besar, tapi menjadi kecil jika melihat jumlah ruangan di DPR,” ujarnya Selasa.

Ia menambahkan, kalau biaya perawatan terlalu mahal, pihaknya mendukung bila gedung DPR direnovasi saja sekalian.

“Tapi tentu renovasi itu kan perlu rasionalisasi juga,” ujarnya.

Makanan rusa Rp 600 juta?

Selain pengharum ruangan, ada satu mata anggaran lain yang memicu reaksi: Anggaran pemeliharaan, perawatan medis, dan pemberian makan rusa sebesar Rp 650 juta per tahun.

Sekjen Winantuningtyastiti memberikan perhitungan detilnya.

“Soal pakan rusa pagunya (anggarannya) Rp 650 juta, tapi hasil lelangnya (hanya) Rp 551 juta untuk satu tahun. Itu untuk pemeliharaan dan pakan rusa” jelasnya. “Ada 48 rusa, satu dokter, delapan penjaga. Pakannya ada macam-macam, ada dedak ubi dan macam-macam, diberi makan dua kali sehari.”

Hal tersebut juga dibela Johnny. “Barang lingkungan hidup seperti ini perlu juga kan,” kata Johnny.

Bagaimana menurutmu, apakah anggaran di atas masuk akal?—Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.