Kapolri: Pelantikan Wakapolri Budi Gunawan sore ini

Kapolri: Pelantikan Wakapolri Budi Gunawan sore ini
Kapolri Badrodin Haiti memastikan Budi Gunawan akan dilantik sebagai Wakapolri sore ini. Akankah ada 'matahari kembar' di Kepolisian?

JAKARTA, Indonesia (UPDATED) — Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Komisaris Jenderal Badrodin Haiti menyatakan bahwa Komjen Budi Gunawan akan dilantik menjadi Wakil Kapolri, sore hari ini, 22 April.

“Insya Allah, nanti sore,” kata Badrodin kepada wartawan, Rabu, di gedung DPR, Jakarta. Meski jam pelantikan belum ditentukan, namun ia memastikan bahwa Budi akan menjadi wakil pimpinan tertinggi Korps Bhayangkara.

Badrodin mengatakan, keputusan menamakan Budi sebagai Wakapolri ditetapkan oleh sidang dewan jabatan dan kepangkatan tinggi (Wanjakti) Mabes Polri yang dimulai pada 17 April silam hingga kemarin, Selasa, 21 April.

(BACA: IPW: Budi Gunawan sudah dipilih jadi Wakapolri

Saat pertemuan awal, belum semua anggota Wanjakti hadir karena sebagian sedang berada di luar negeri dan luar kota.

“Sehingga baru kemarin, Selasa, baru lengkap dan kita laksanakan keputusannya,” kata Badrodin.

Dia mengaku sudah mengirimkan surat pemberitahuan atas keputusan itu tadi pagi ke Istana Kepresidenan, namun hingga saat ini belum ada balasan dari Presiden Joko “Jokowi” Widodo.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan bahwa pihaknya belum menerima surat dari Kepolisian.

“Saya sudah cek, Setneg (Sekretariat Negara) belum menerima surat dari Kapolri,” kata Pratikno, Rabu siang.

Setelah saya cek ke Kapolri, penjelasan beliau bahwa seusai dilantik sebagai Kapolri, Pak (Badrodin Haiti) melakukan konsultasi ke Presiden tentang bagaimana pengisian jabatan Wakapolri. Menurut Pak Badrodin, Presiden mengatakan bahwa dalam pengisian Wakapolri, Presiden memberikan kepercayaan kepada Wanjakti dan Kapolri untuk menentukan siapa yang menduduki jabatan Wakapolri, dan kemudian Kapolri akan melaporkannya kepada Presiden,” lanjut Pratikno.

Ketika ditanya soal proses pengambilan keputusan di Wanjakti Polri, Badrodin mengaku semuanya sudah dibicarakan dan dipertimbangkan oleh lembaga itu.

“Dan itu yang menurut internal Wanjakti sebagai yang terbaik,” lanjutnya.

Soal perkara korupsi yang diduga menyangkut Budi, Badrodin mempersilakan semua pihak bertanya kepada Bareskrim Mabes Polri.

Sebelumnya, Budi adalah calon tunggal Kapolri. Ia sempat dinamakan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelum dibatalkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam sidang praperadilan, bulan lalu. Akibatnya, Badrodin, mantan Wakapolri, naik pangkat menjadi Kapolri.

Akhir-akhir ini beredar kekhawatiran bahwa akan ada “matahari kembar” di Mabes Polri antara Badrodin dan Budi.

“Budi Gunawan adalah ancaman bagi Badrodin Haiti kalau dia naik jadi Wakapolri. Karena Kapolri nanti lebih sering berada di luar dan yang memimpin koordinasi di dalam itu wakapolri,” kata Koordinator KontraS Haris Azhar.

Namun Badrodin menampiknya.”Tidak ada. Saya Kapolri, saya yang pegang komando. Semua ikut perintah saya,” jawab Badrodin tegas.

Sempat diisukan pula, bahwa Budi akan menggantikan posisi Badrodin yang memasuki masa pensiun dalam waktu dekat, setidaknya menurut Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane.

“Pak Badrodin Haiti sebagai Kapolri akan pensiun satu tahun tiga bulan lagi, nanti Pak Budi Gunawan yang diisukan menjadi Wakapolri akan naik menggantikan Pak Badrodin,” kata Neta. 

Mabes Polri: Tidak ada yang ditutup-tutupi 

 Komisaris Jenderal Budi Gunawan (tengah) bersama Kabareskrim Komjen Budi Waseso (kemeja kuning) sesaat sebelum dilantik sebagai Wakil Kepala Polri, Rabu, 22 April 2015. Foto oleh Timbo Siahaan

Kepala Divisi Humas Inspektur Jenderal Anton Charliyan membantah ada upaya untuk menutup-nutupi acara pelantikan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai Wakil Kepala Polisi RI. 

“Bapak Komjen Budi Gunawan barusan dilantik di aula, di lantai dua (ruang Kapolri). Tidak tertutup, kan ini (hasilnya) saya sampaikan melalui Humas. Pejabat publik di Polri yang boleh ngomong cuma Humas,” kata Anton usai pelantikan. 

Menurut jenderal bintang dua ini, mekanisme serah terima jabatan Wakapolri tidak harus selalu terbuka. 

“Ini mekanisme kami, ini internal  rumah tangga Polri. Mohon dihormati. Ini kesepakatan bersama,” sambungnya.

Anton selanjutnya meminta restu pada masyarakat dan media atas duet Badrodin dan Budi Gunawan. “Semoga pasangan ini bisa meningkatkan kinerja Polri secara keseluruhan,” lanjutnya.

Pelantikan Budi Gunawan memang tergolong cepat. Karena digelar hanya beberapa jam setelah Surat Perintah (Sprint) Kapolri Nomor 124/I/2015 tertanggal 19 Januari 2015 yang ditandatangani Plt Kapolri Komjen Badrodin Haiti dikeluarkan. 

Padahal, berdasarkan pengalaman sebelumnya, serah terima jabatan digelar 2-3 hari, atau bahkan 1-2 minggu, setelah Sprint dikeluarkan.

Kabareskrim Budi Waseso: Budi Gunawan clean and clear 

Kabareskrim Komjen Budi Waseso mengakui jika dirinya memang menyatakan dalam sidang Dewan Kebijakan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) bahwa Komjen Budi Gunawan sementara ini clear and clean dari sangkaan perkara pidana korupsi. 

“Iya, saya memberikan pernyataan itu. Saya lakukan, saya sampaikan (dalam Wanjakti). Jika secara hukum beliau memang sudah tidak bisa dinyatakan sebagai tersangka karena sudah ada putusan praperadilan (yang menggugurkan status tersangkanya),” kata Budi Waseso. 

Budi Waseso menambahkan, ihwal berkas Budi Gunawan di Mabes Polri dinyatakan tidak layak naik ke penyidikan. Penilaian itu dibuat oleh tim yang dibentuk oleh Budi Waseso. 

Meski demikian, kesimpulan atas kasus Budi Gunawan belum final. Polisi masih akan meminta pendapat saksi ahli dari Komisi Pemberantasan Korupsi, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, serta Kejaksaan Agung.

KPK hormati keputusan Mabes Polri 

Komisi Pemberantasan Korupsi menghormati penunjukkan Komisaris Jenderal Pol Budi Gunawan sebagai Wakapolri. 

“Itu kewenangan dan hak Mabes Polri sesuai mekanisme yang ada di Polri,” kata pelaksana tugas (Plt) Wakil Ketua KPK Johan Budi.

Istana: Badrodin sudah konsultasi dengan Jokowi

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengaku belum bertanya pada Presiden Jokowi tentang kabar pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai Wakapolri. Pratikno hanya mengutip keterangan dari Badrodin bahwa presiden sudah diberitahu tentang hal tersebut. 

Kapolri sudah konsultasikan mekanismenya, kemudian presiden memberi mandat pada kapolri dan Wanjakti untuk memilih Wakapolri. Mandatnya seperti itu pada Kapolri dan Wanjakti. Itu pembicaraan saya dengan Badrodin Haiti tadi pagi,” katanya. 

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai sudah sesuai prosedur. “Budi Gunawan tidak lagi punya masalah hukum, karena itu dia merupakan orang yg bebas dan punya hak untuk dipilih,” katanya.  

Kalla bahkan mengingatkan bahwa Budi Gunawan sebelumnya sudah lolos seleksi menjadi Kapolri di DPR.

Soal protes di masyarakat? “Pemerintah memperhatikan suara suara masyarakat, maka pada akhirnya Kapolri itu menunjuk jadi Wakapolri,” katanya.

Ia menambahkan pemerintah sudah taat pada hukum. “Kalau pengadilan mengatakan tidak bersalah masa kita terus mengatakan dia bersalah?—Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.