Perekrut Mary Jane diduga bagian dari sindikat obat terlarang internasional

Rappler.com
Perekrut Mary Jane diduga bagian dari sindikat obat terlarang internasional
Satu lagi korban perekrutan ilegal Maria Cristina Sergio, selain terpidana mati Mary Jane Veloso, dilaporkan hilang

MANILA, Filipina — Departemen Kehakiman Filipina (DOJ) pada Kamis, 7 Mei, mengungkapkan informasi yang mereka peroleh dari Biro Investigasi Nasional Filipina (NBI) tentang dugaan keterlibatan Maria Cristina Sergio dalam perdagangan obat terlarang internasional.

“Sergio mengakui bahwa perdagangan obat terlarang oleh sindikat internasional yang terkait dengan dirinya, dijalankan di dalam dan di luar Filipina dengan jaringan yang tersebar di sejumlah tempat mulai Hong Kong, Filipina hingga Indonesia,” demikian menurut dokumen setebal 18 halaman yang ditunjukkan oleh DOJ kepada media massa.

Sergio adalah seorang warga negara Filipina yang merekrut terpidana mati Mary Jane Fiesta Veloso. Ia menyerahkan diri satu hari menjelang eksekusi hukuman mati Mary Jane di Pulau Nusakambangan, Indonesia, 28 April 2015, silam.

DOJ lebih jauh memaparkan bahwa Sergio dan rekannya Julius Lacanilao terlibat dalam pertumbuhan operasi perdagangan obat terlarang di Filipina.

Modus operandi Sergio dan Lacanilao dalam menjalankan roda bisnis obat terlarang, yang sudah dimulai sejak 2010, adalah dengan merekrut kurir dan membuat para kurir tanpa disadari menjadi penyelundup obat terlarang.

Berdasarkan hasil penyelidikan NBI, mereka saat itu menjadi bagian dari sindikat pimpinan Samuel EzeKalu alias Sam, warga Nigeria yang diketahui tinggal di Malaysia. 

Di manakah seorang kurir lainnya?

Selain akhirnya menyeret Mary Jane, diketahui pula bahwa Sergio dan Lacanilao telah merekrut satu kurir lagi, juga secara ilegal. 

Ia adalah Rosalie Pascual, yang sedianya akan direkrut oleh Sergio untuk bekerja di Bahrain. Namun, hingga saat ini Pascual tak tentu rimbanya sehingga belum bisa dimintai keterangan.

Kepala Divisi Perdagangan Manusia (NBI) Filipina Eric Nuqui mengatakan pada Jumat, 8 Mei 2015, bahwa salah satu kerabat Pascual melaporkan bahwa Pascual telah hilang.

Pascual dikabarkan telah direkrut oleh Sergio dan telah terbang menuju Bahrain pada 28 April 2015, satu hari sebelum eksekusi hukuman mati Mary Jane seharusnya dilaksanakan. Belum terdengar kabar apapun darinya sejak saat itu.

Keluarga Pascual sendiri termasuk di antara tiga pelapor dalam kasus perekrutan ilegal yang laporannya dimasukkan DOJ Filipina ke Pengadilan Provinsi Nueva Ecija pada Jumat, 8 Mei, 2015.

Melihat nasib Mary Jane, keluarga Pascual khawatir

Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersumpah, saudara perempuan Pascual, Daisy de Luna, mengatakan bahwa setelah ia mendengar tentang kasus Mary Jane, dia merasa khawatir atas keselamatan saudaranya yang telah direkrut oleh Sergio.

“Karena kami belum pernah berbicara maupun menghubunginya sejak dia (Pascual) meninggalkan Filipina,” De Luna mengungkapkan sumber kekhawatirannya.

Pihak keluarga sendiri sebenarnya sejak awal telah berusaha membujuk Pascual untuk membatalkan rencananya bekerja sebagai buruh migran di luar negeri.

Saudara laki-laki Pascual, Danillo Viscarra, yang saat ini bekerja di Arab Saudi telah mencoba meyakinkan Pascual untuk tidak pergi ke Bahrain. Pasalnya Danillo telah mendengar berbagai cerita negatif tentang nasib buruh migran, terutama wanita, di Bahrain.

Namun karena Sergio rupanya telah memperingatkan Pascual bahwa ia harus membayar sebesar 20.000 peso jika ia membatalkan keberangkatannya ke Bahrain, akhirnya Pascual memutuskan untuk tetap berangkat. — Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.