Cara mengatur penghasilan tak tetap sebagai freelancer

Brigida-Alexandra Marcella
Kamu seorang pekerja lepas? Ini dia jurus jitu untuk mengatur penghasilanmu

Foto oleh Rolex Dela Pena/EPA

Valerie senang bekerja untuk segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan sosial. Selepas kuliah, ia bekerja sebagai freelancer di beberapa perusahaan non-profit. Dalam sebulan, lajang berusia 27 tahun ini bisa memperoleh Rp 3 juta hingga Rp 10 juta.

“Enaknya jadi freelancer tuh bisa mendapatkan bayaran dalam rupiah, dolar, atau euro,” katanya.

Ia mengaku rela mendapatkan kompensasi kecil selama pekerjaan itu menyenangkan. “Buat gue, kerja itu untuk dinikmati. Gue bisa mengambil pekerjaan dengan workload besar tapi kompensasinya kecil selama pekerjaan itu asik dan involve a lot of traveling,” kata Valerie.

Bayaran yang ia terima, separuhnya dihabiskan untuk hiburan dan jalan-jalan. Sebagian besar sisanya ia berikan kepada ibunya untuk belanja rumah tangga sehari-hari. Kalau pendapatannya menurun, ia segera menyisihkan 30%, yakni 15% ditabung dan 15% lainnya untuk investasi.

Valerie harus mampu mengatur keuangannya dengan disiplin, karena penghasilannya dari proyek terakhir akan membiayainya hingga ia mendapat proyek berikutnya. Sekitar 5% dari total tabungannya disimpan dalam celengan di rumah sebagai dana darurat.

Untuk saat ini, Valerie tidak mau memiliki kartu kredit karena ia tidak ingin mempermudah arus kas keluar. “Ada banyak orang dengan kartu kredit dan nggak bisa bayar. I definitely don’t want to be that person,” ujar Valerie.

Untuk proteksi, ia hanya memiliki BPJS Kesehatan untuk dirinya sendiri, serta ibu dan adiknya. Ia juga menyisihkan penghasilannya untuk membeli reksadana.

Target Valerie: Lebih mampu mengelola keuangan karena pernah mengalami kehabisan uang ketika tidak memperoleh proyek baru dalam waktu lama.

Menetapkan anggaran ketika penghasilan Anda tidak stabil sudah sulit, apalagi saat penghasilan tersebut melimpah di suatu waktu dan tidak ada sama sekali di waktu lain.

Simak saran LiveOlive untuk Valerie dan para freelancer lainnya:

Dana darurat plus

Dana darurat pada umumnya sebesar 6 bulan penghasilan. Valerie perlu mengumpulkan lebih banyak lagi, untuk menutup 8-12 bulan biaya hidup tergantung seberapa sering ia memperoleh proyek.

Yang lebih penting, ia perlu menabungnya di bank — bukan di celengan yang bisa dicuri orang! Seandainya ia menyimpan 12 bulan biaya hidup, dana sebesar 6 bulan bisa disimpan dalam bentuk deposito yang akan memberikan bunga lebih tinggi, dan sisanya dalam tabungan.

Valerie tidak seharusnya melanjutkan investasinya hingga ia berhasil mengumpulkan dana darurat ini.

Lindungi sumber penghasilanmu

Valerie sudah mendaftarkan diri sendiri dan keluarganya ke program asuransi BPJS, jadi ini bisa membantu menutup pengeluaran seandainya ia atau anggota keluarganya jatuh sakit.

Tapi bagaimana jika ia tiba-tiba tidak bisa bekerja karena sakit atau mengalami kecelakaan? Asuransi kesehatan hanya menanggung biaya perawatan medis. Dalam hal ini, asuransi kecelakaan pribadi perlu dipertimbangkan sebagai pengganti penghasilannya.

Jaga pengeluaran seminim mungkin. Ini berarti hanya mengeluarkan biaya untuk hal-hal yang termasuk kebutuhan dasar.

Ia harus melihat kembali apa saja yang membuat anggarannya ‘gemuk’ alias berlebihan. Apakah itu keanggotaan gym yang sering tak terpakai? Atau kunjungan ke coffee shop yang terlalu sering? Saatnya hapus hal-hal yang tidak penting dari anggaran.

Pertimbangkan pekerjaan tambahan

Berhubung Valerie mungkin terikat kontrak dan bukan jadi karyawan tetap, ia bisa saja memiliki sumber penghasilan lain. Ini akan menambah penghasilannya ketka ia memiliki proyek, tapi juga menyediakan dana ketika tidak ada proyek sama sekali.

Ini saatnya untuk mengembangkan bakat yang lain! Jika Valerie memiliki talenta menulis, ia bisa mencoba jadi penulis freelance atau blogger. Jika ia menyukai public speaking, pekerjaan sambilan sebagai MC pastinya menyenangkan. Simak situs seperti UpworkFreelancer atau sejenisnya untuk mengetahui lowongan pekerjaan yang ada.

(Baca: 5 Ide Bisnis Rumahan yang Bisa Dilakukan Saat Weekend)

Intinya, Valerie perlu memiliki lebih dari satu sumber penghasilan, sehingga ia tidak perlu bergantung pada proyek-proyek yang terkadang ada dan tiada.

(Baca juga: Menyiasati Anggaran Rumah Tangga dengan Gaji Tidak TetapRappler.com

Tips di atas berasal dari LiveOlive, sebuah situs yang membekali perempuan Indonesia dalam hal pengelolaan keuangan pribadi.