Sanksi AFC untuk PSSI: Denda $20 ribu dan laga tanpa suporter

Mahmud Alexander
Sanksi AFC untuk PSSI: Denda $20 ribu dan laga tanpa suporter
Karena suporter melemparkan suar dalam laga melawan Timor Leste dan Korea Selatan belum lama ini, Indonesia harus membayar denda dan berlaga tanpa penonton

JAKARTA, Indonesia — Asian Football Confederation (AFC) memberikan sanksi kepada Indonesia karena ulah suporternya pada laga Timnas U-23 pada Maret 2015. Timnas mendapat sanksi denda sebesar US$ 20 ribu atau setara Rp 247 juta, dan laga tanpa penonton.

Sanksi itu turun setelah Komisi Disiplin (Komdis) AFC  melakukan sidang pada 18-19 Mei 2015 di kantor AFC, Kuala Lumpur, Malaysia. Sanksi diberikan karena suporter melempar flare atau suar dalam laga melawan Timor Leste pada 27 Maret 2015 dan Korea Selatan pada 31 Maret 2015.

Suar memang akrab dengan para suporter Indonesia. Ini seperti kembang api tapi mengeluarkan asap pekat yang banyak. Di berbagai liga Eropa, terutama di Italia, suar menjadi bawaan wajib suporter. Di Indonesia bahkan para penggemar sepak bola bisa membuat sendiri melalui adonan kimia tertentu dengan hanya “berguru” pada Youtube.

Tapi yang jadi soal bukan hanya karena suar. Hukuman juga diganjarkan kepada Indonesia karena suporter melemparkan benda-benda ke arah pemain Timor Leste yang dianggap bermain kasar. Kemudian, pada laga lawan Korsel, saat Timnas kalah, sejumlah suar kembali menyala.

Karena itu, Indonesia pun diganjar sanksi berlipat-lipat. Sanksi ini berarti pada saat Indonesia menjamu Irak pada pra Piala Dunia 2018 yang akan dilangsungkan pada 16 Juni 2015, laga di Indonesia digelar tanpa penonton. 

Selain itu, di laga internasional selanjutnya, AFC juga memberi sanksi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk menggelar laga timnas di tempat netral. Artinya, “laga usiran” ini harus digelar di luar wilayah Indonesia.

Ini bukan kali pertama Indonesia disanksi AFC gara-gara penonton. Pada 2013, Indonesia juga disanksi karena ulah penonton yang menyerang suporter lain. 

Sejatinya, kondisi ini tak akan terjadi jika PSSI mampu tegas dan bekerja sama dengan kepolisian. Seperti di luar negeri, pelaku dikejar sampai tertangkap. Mereka kemudian dijatuhi sanksi dengan larangan masuk ke stadion. Pada beberapa kasus, sanksi itu bahkan berlangsung seumur hidup.

Selain itu, proses screening terhadap suporter harusnya bisa dilakukan lebih detail, bahkan mulai dari pintu masuk. Tujuannya, penonton di dalam stadion tak ada yang lolos.

Soal suar, sejumlah suporter masih tak rela jika itu dilarang. Sebab, suar justru menambah suasana pertandingan semakin ramai. Hanya, jika jumlahnya terlalu banyak, lapangan bisa penuh kabut asap.

Berikut ini 5 poin putusan sanksi Komdis AFC untuk PSSI:

1. Berdasarkan Pasal 76 Kode Disiplin AFC (Kode), PSSI diperintahkan untuk membayar denda sebesar USD 20 ribu dollar karena melanggar Pasal 67 Kode Disiplin, dalam dua kesempatan.

2. Hal itu harus diselesaikan dalam waktu 30 hari sejak tanggal keputusan ini, serta dikomunikasikan sesuai dengan Pasal 15.3 dari Kode Disiplin.

3. Berdasarkan Pasal 33.5 Kode Disiplin, suspensi dari sanksi keputusan 031214DC04 secara otomatis dicabut dan diterapkan. Oleh karena itu, sesuai dengan Pasal 24 Kode Disiplin, PSSI diperintahkan untuk menggelar satu pertandingan tanpa penonton. Perintah ini berlaku untuk pertandingan berikutnya di kompetisi AFC yang diselenggarakan PSSI dengan melibatkan tim nasional putra level A.

4. Berdasarkan Pasal 76 Kode Disiplin, memerintahkan PSSI untuk menggelar satu laga di tempat netral. Perintah ini berlaku untuk pertandingan berikutnya di kompetisi AFC yang diselenggarakan oleh PSSI melibatkan tim nasional putra level A. Perintah tersebut akan berlaku setelah pelaksanaan semua perintah untuk memainkan pertandingan tanpa penonton diterbitkan kepada PSSI.

5. Perlu diinformasikan apabila pelanggaran ini kembali terulang, akan dijatuhi hukuman yang lebih berat. Rappler.com 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.