Target tak realistis Merah Putih di SEA Games 2015

Mahmud Alexander
Target tak realistis Merah Putih di SEA Games 2015
SEA Games Singapura 2015 akan dibuka secara resmi pada Jumat. Bagaimana peluang Indonesia?

SEA Games Singapura 2015 akan dibuka secara resmi pada Jumat, 5 Juni 2015. Bagaimana peluang Indonesia? 

Kontingen Indonesia telah memulai perjuangan di SEA Games Singapura 2015. Sayang, target tinggi menjadi runner-up di ajang olahraga terakbar di Asia Tenggara itu jauh dari kata realistis

Berapa target medali kita? 76 medali emas. 

Ya, jumlah itulah yang dilontarkan oleh Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sebagai wakil pemerintah, yang kemudian diamini oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Melihat pencapaian Indonesia di SEA Games 2013 lalu yang hanya meraih 65 emas dan berada di peringkat ke-4, target itu terlalu muluk. Apalagi beberapa cabang olahraga (cabor) dan nomor yang menyumbangkan emas di SEA Games edisi sebelumnya juga tak dipertandingkan.

Penyumbang emas terbanyak, kempo, dengan 7 medali emas di 2013 tak dilombakan. Begitu juga catur yang menyumbang 5 medali emas, karate, dan angkat berat. Cabang-cabang olahraga (cabor) tersebut selalu memberikan lebih dari satu medali emas untuk Merah Putih.

Ketua KOI Rita Subowo menjelaskan bahwa target Indonesia adalah untuk memperbaiki pencapaian dari edisi 2013 lalu. “Kami berusaha keras untuk bisa menjadi juara. Tapi kalau hiutng-hitungan, setidaknya bisa bersaing di runner-up,” kata Rita.

Jumlah medali emas yang dikejar mencapai 76 medali. Itu adalah hitung-hitungan jumlah minimal medali emas dari total 34 cabor yang diikuti oleh Indonesia.

Melihat cabor dan peluangnya, Indonesia akan sulit mencapai target tersebut. Pasalnya, banyak cabor Olympic tak banyak dikuasai oleh Indonesia. Atletik khususnya, ini adalah cabor lumbung emas Thailand.

Peluang itu semakin meragukan karena target KOI ternyata berbeda dengan perhitungan dari Satuan Pelaksana Program Indonesa Emas (Satlak Prima). Dalam hitung-hitungan Ketua Satlak Prima Soewarno, jumlah itu nyaris dua kali lipat dari yang mereka targetkan. 

“Kami memperkirakan antara 46-54 medali emas. Jumlah itu (76 medali emas) terlalu tinggi dan kurang realistis,” kata Soewarno.

Secara general, potensi ranking perolehan medali yang didapatkan Indonesia pun hanya di tiga besar. Itu sudah sangat bagus. Sebab, masih sulit bersaing dengan negara-negara lainnya. Thailand, Vietnam, ataupun Malaysia menjadi pesaing bagi Indonesia selama ini. Namun, konsistensi Vietnam dan Thailand membuat Indonesia bakal sulit untuk merangsek ke posisi runner-up perolehan medali.

Negara-negara tersebut mendominasi SEA Games karena anggaran olahraga yang tinggi. Fokus mereka pun jelas, yakni mengejar prestasi di level Asia dengan konsentrasi pada nomor-nomor yang pasti dipertandingkan, alias cabor Olympic. 

Apa saja cabor yang masuk Olympic itu? Mulai dari Panahan (10 medali emas), anggar (12), aquatik (renang dan disiplin lainnya sebanyak 49), atletik (46), taekwondo (15), judo (12), senam (16), dan menembak (26). Dari cabor itu saja, bisa dihitung potensi emasnya: ratusan.

Selama ini, Vietnam dan Thailand bisa bersaing karena menguasai nomor-nomor yang pasti ditandingkan di SEA Games tersebut alias wajib.

Juara, besar kemungkinan menjadi milik Thailand kembali. Runner-up, tentu tak mungkin ke Indonesia karena Singapura pasti sudah berhitung. Hitung-hitungan paling jelek, mereka minimal meraih runner-up. Seperti yang dilakukan Myanmar pada 2013 lalu, mereka menguasai cabor-cabor non-Olympic yang tidak populer bagi negara lainnya tapi menjadi jaminan emas bagi mereka. Beberapa contoh misalnya floorball, netball, dan petanque

Di peringkat ketiga, Vietnam dan Indonesia bisa bersaing. Tahun 2013, Vietnam meraih 74 medali emas di peringkat ketiga dan Indonesia hanya berada di peringkat keempat dengan koleksi 65 medali emas. 

Hingga Rabu, 3 Juni 2015, Indonesia baru mendapat satu medali, yakni perunggu. Pahlawan Merah Putih adalah Tim Renang Indah yang merebutnya di nomor team technical dan free routine.Padahal, di hari tersebut ada tujuh potensi medali emas, yakni tiga medali masing-masing di tenis meja dan anggar serta satu medali renang indah. Hasil itu menempatkan Indonesia di posisi keenam klasemen sementara perolehan medali. 

Melihat target Satlak Prima, bisa jadi di SEA Games 2015 ini Indonesia menurun jumlah medalinya. Namun, Merah Putih berpeluang masuk di ranking empat besar. 

Dengan kata lain, target yang dicanangkan KOI untuk meraih 76 medali emas ibarat pungguk merindukan bulan. Pungguk alias burung hantu memang tak seharusnya merindukan bulan. Cukup pucuk pohon cemara saja. Lebih realistis.—Rappler.com 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.