Indonesia 6-1 Kamboja: Tugas Garuda Muda belum selesai

Rappler.com
Timnas Indonesia U-23 membuka asa lolos ke semi final SEA Games Singapura 2015 setelah menggilas Kamboja 6-1.

GARUDA MUDA. Muhammad Abduh dari Indonesia (L) menantang untuk bola melawan Nen Sothearoth dari Kamboja (R) di SEA Games 2015 di Singapura pada 6 Juni 2015. Foto oleh Mohd Fyrol/AFP

JAKARTA, Indonesia – Perubahan formasi dan rotasi pemain terbukti membawa kesuksesan bagi Timnas sepak bola Indonesia U-23 saat melawan Kamboja, Sabtu, 6 Juni 2015.

Skuat asuhan Aji Santoso itu membekuk tim berjuluk Angkor Warriors tersebut 6-1. Striker Muchlis Hadi mencetak hat-trick alias tiga gol pada menit ke-11, ’68, dan ’74. Tiga gol lainnya dicetak Ahmad Noviandani (’36), Wawan Febriyanto (’83), dan Evan Dimas (‘90+2). (BACA: Indonesia vs Kamboja: Menang atau terbuang)

Sementara itu, satu-satunya gol Kamboja dicetak oleh Mony Udom di menit ke-59 melalui titik penalti. Indonesia diganjar hukuman penalti setelah bek Saiful Indra mengangkat kaki terlalu tinggi di dalam kotak terlarang. Tendangan keras Udom tak bisa dibendung kiper Teguh Amiruddin.

Garuda Muda bermain agresif. Mereka langsung menyerang di menit pertama. Mereka juga melakukan tekanan kepada Kamboja setiap kali kehilangan bola.

Skenario serangan dari sayap terbukti efektif. Buktinya, gol pertama Timnas berawal dari penetrasi Adam Alis yang menyisir pinggir kotak penalti Kamboja. Muchlis muncul dari belakang dan dengan sekali sentuhan memperdaya kiper Kamboja Serei Rath.

Skema serangan balik cepat juga berjalan sukses. Gol Noviandani berawal dari serangan Kamboja yang kandas. Evan Dimas dari tengah lantas mengirim umpan lambung kepada Dani—panggilan Noviandani—yang berlari kencang ke daerah pertahanan lawan. Satu bek Kamboja lolos dan Dani tinggal berhadapan dengan Rath.

Salah satu kunci kemenangan Manahati Lestusen dkk adalah gol cepat di menit ke-11. Gol tersebut membangkitkan mentalitas permainan tim. Kekalahan melawan Myanmar 2-4 di laga perdana SEA Games 2015 seolah tak berbekas. “Kami ingin unggul sebelum menit ke-20. Itu akan membuat permainan kami jauh lebih baik,” kata pelatih Timnas U-23 Aji Santoso.

Selain itu, pilihan untuk mengubah formasi dari 4-1-4-1 menjadi 4-2-3-1 juga tepat. Jika sebelumnya gelandang jangkar hanya satu pemain, kini lebih banyak dengan dua pemain. Strategi itu menciptakan stabilitas di lini belakang. Sebab, barisan empat bek tidak gampang terekspose para penyerang lawan.

Trio gelandang di belakang Muchlis juga diganti. Evan Dimas dan Noviandani dipadukan dengan Paulo Sitanggang yang lebih agresif dan berdaya jelajah tinggi. Beberapa kali dia penetrasi ke pertahanan lawan. Evan yang mengambil posisi lebih dalam berperan lebih banyak mengendalikan serangan.

Namun, Aji masih harus membenahi sektor sayap kanan. Beberapa kali posisi tersebut menjadi sasaran serangan Kamboja. (BACA: SEA Games modern: Siaran langsung via aplikasi mobile)

Hasil tersebut membuat kans Indonesia lolos ke semi final SEA Games 2015 semakin terbuka. Merah Putih kini duduk di posisi kedua klasemen sementara grup A dengan koleksi angka 3 poin. Tuan rumah Singapura juga mengoleksi angka yang sama. Namun, Garuda Muda berhak menguasai runner up karena memiliki surplus gol, yakni tiga gol (8-5) dibanding Singapura yang hanya nol gol (2-2).

Tapi, bukan berarti tugas berat sudah selesai. Indonesia masih harus memenangi dua laga sisa, yakni melawan Filipina pada 9 Juni 2015 dan Singapura 11 Juni 2015. (BACA: Target tak realistis Merah Putih di SEA Games 2015)

Melawan Filipina, Indonesia memang di atas angin. Namun, rotasi tetap harus dilakukan Aji. Sebab, laga selanjutnya lebih sulit karena mereka harus melawan tuan rumah Singapura. Laga itu bakal jadi pertandingan hidup mati. Dengan catatan, Singapura menang melawan Kamboja pada 8 Juni 2015. – Rappler.com