Indonesia wRap: 29 Juni 2015

Rappler.com
Indonesia wRap: 29 Juni 2015
Salah satu berita besar di akhir pekan kemarin adalah penetapan Margriet Megawe sebagai tersangka pembunuhan anak angkatnya, Engeline.

JAKARTA, Indonesia — Berbagai berita sejak akhir pekan dirangkum dalam Indonesia wRap ini: Margriet ditetapkan jadi tersangka pembunuhan Engeline dan banyak dokumen terbakar dalam kebakaran yang melanda Kantor Komnas PA.

Selain itu, Kemendagri akhirnya membatalkan kenaikan dana parpol, anak berusia 5 tahun tewas akibat pendarahan hebat karena terkena ledakan petasan, dan pernyataan Menteri Luar Negeri Tjahjo Kumolo bahwa ada menteri yang tidak sejalan dengan presiden. 

Polisi tetapkan Margriet Megawe sebagai tersangka pembunuhan Engeline

Margriet Christina Megawe telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Engeline, anak angkatnya. “Betul sekali, saya sudah mendapat laporan bahwa Margriet ditetapkan tersangka atas pembunuhan anaknya,” kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Minggu, 28 Juni.

Ada 3 alat bukti untuk menetapkan Margriet sebagai tersangka. Yang pertama pengakuan tersangka lainnya bernama Agustinus Hamdanai, yang kedua hasil analisis laboratorium forensik dan ketiga petunjuk di tempat kejadian perkara. Selengkapnya baca di Rappler.com

Kantor Komnas PA dilalap api

Arist Merdeka Sirait bersama Margriet Megawe saat mengunjungi kediaman Engeline di Bali. Foto dari Youtube

Kantor Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) habis dilalap api dalam kebakaran yang terjadi Sabtu malam, 27 Juni.  Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait menduga ada unsur kesengajaan dalam kebakaran ini. 

“Jadi ini diduga ada keterkaitan sama kasus Angeline yang lagi diperjuangin sama Komnas PA,” kata Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, Sabtu (27/6) malam.‎

Seluruh berkas yang berada di ruang dokumen Komnas PA hangus terbakar. Namun berkas kasus Engeline tidak ikut terbakar karena selalu dibawa oleh Arist. Selengkapnya baca di sini

Kemendagri batalkan kenaikan dana parpol

Sidang paripurna anggota dewan di gedung MPR/DPR. Foto oleh Adi Weda/EPA

Setelah sebelumnya mengusulkan kenaikan angka bantuan partai politik (parpol) kepada presiden, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tiba-tiba menyatakan bahwa pembahasan wacana kenaikan dana parpol sudah dihentikan.

“Kemendagri tidak akan bahas kembali soal usul kenaikan angka bantuan parpol kepada menkeu [Menteri Keuangan] dan DPR komisi II,” ujar Mendagri Tjahjo Kumolo kepada Rappler, Sabtu, 27 Juni. Selengkapnya baca di Rappler.com. 

Anak berusia 5 tahun tewas karena petasan

Polisi merazia pedagang petasan di Purwakarta. Foto dari Twitter @purwakartakita

Seorang anak berusia 5 tahun tewas mengenaskan karna petasan yang meledak di lehernya di Pekanbaru, Riau.

“Lontaran kaleng akibat ledakan petasan tersebut tepat mengarah ke leher korban, hingga menyebabkan leher korban terluka parah dan mengeluarkan banyak darah,” kata Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo seperti dikutip Antara, Sabtu, 27 Juni.

Ini terjadi ketika anak yang bernama Alfaro Prayata Dazain ini bermain petasan di halaman rumah. Petasan berjenis hunan fireworks ini dimainkan dengan cara diledakkan dalam kaleng. Namun ketika meledak, kaleng tersebut terlontar ke leher korban, mengakibatkan tenggorakan hampir putus dan pendarahan hebat. Berita lebih jauh tentang ini ada di Rappler.com.

Mendagri: Ada menteri yang suka mengecilkan presiden 

Presiden Indonesia Joko “Jokowi” Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memberikan pernyataan pada media setelah pertemuan dengan para walikota di Istana Presiden di Bogor, 20 Februari 2015. Foto oleh AFP/Istana Presiden

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan ada menteri yang tidak sejalan dengan Presiden Joko “Jokowi” Widodo. 

“(Ada) orang yang suka mengecilkan presiden-nya dari belakang layar, tidak berterima kasih sudah diberi jabatan sebagai pembantu raja,” kata Tjahjo, Minggu, 28 Juni. 

Tjahjo mengatakan mengetahui para menteri tersebut, namun menolak memberikan namanya. Dia meminta kepada para menteri untuk tidak membuat pernyataan yang bertentangan dengan kebijakan Presiden kepada media. Selengkapnya baca di sini

Dapatkan wRap di emailmu

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.